CUTE SISTER

CUTE SISTER
Kejadian Sebenarnya



Mereka melihat siapa yang datang, dengan suara sepatu yang terdengar kencang dan seperti suara ketukan orang yang berlari mendekat.


Dari arah pintu terlihat dua orang yang kini sedang bersebelahan melihat foto yang terpampang jelas di hadapan mereka.


Sedangkan para tamu dan juga keluarga Azfary merasa tak percaya akan apa yang ada di hadapan mereka saat ini.


"ILLYYYYYY"


Semua orang berhambur memeluk sang gadis. Memeluk erat tak ingin melepaskan lagi, sudah cukup mereka larut dalam kesedihan sedari kemarin.


Sang daddy yang melihat putrinya masih bertahan hidup , ia begitu senang dan berhambur memeluk Ily setelah para kakaknya.


"Dad... kenapa foto Ily ada disitu??" Tunjuk Ily pada foto yang tersimpan diatas peti mati.


"Sayangg.. maafkan daddy, daddy tidak mencari tahu lebih , tentang kecelakaan pesawat itu. Daddy terlanjur merasa sedih kehilangan kamu"


"No dad , I'm here" Ily mengulas senyum indahnya, kemudian melirik ke belakang, disana ada pujaan hatinya.


Brruukkkkk, Ily menghamburkan badannya kepelukan Kean, ia merindukan kekasihnya juga.


"Lily tau??? Keke hampir aja gila karena tau kehilangan Lily, keke ga bisa kalo ga ada Lily, jangan pergi .  Keke takut"


Kean memeluk Ily semakin erat , kemudian ia melepaskannya .


Para tamu yang melihat itu sangat terharu . Dan juga dengan rasa hormat dan meminta maaf kepada tamu sang daddy membubarkan upacara kematian Ily. Setelah tamu bubar. Ily pun menarik seseorang yang ikut mengantarnya , Chan !!.


Daddy Ily segera memberikan informasinya pada polisi, bahwa korban kematian seseorang dalam kecelakaan pesawat ada di kediamannya .


Semua kini berkumpul di ruang tamu, tanpa hadirnya mommy mereka karena masih belum sadar dari pingsannya.


"Jadi, bagaimana ini bisa terjadi sayang?, coba jelaskan "


"ekhm, biar Chan aja deh yang jelasin, Ily mau bobo dipangku kakak" Sean dengan segera merentangkan tangannya pada Ily kemudian Ily duduk mengangkangi Sean dan memeluk Sean dari arah depan, wajahnya ia sembunyikan di antara ceruk leher Sean. Chan yang melihat itu sangat terkejut , karena baru melihat kemanjaan teman barunya itu, cih, manja.


"Jadi bagaimana nak?? Oh iya, maaf sebelumnya nama kamu siapa??"


"Ya om, nama saya Chan Ryegan, saya berasal dari korea, dan saya adalah lawan Willy saat cerdas cermat"


"Ohh itu kamu... tampan juga ya" Kean waspada akan pujian sang calon mertua pada lelaki lain.


"Saya memiliki indra keenam , dimana saya bisa melihat kejadian masa depan dalam waktu dekat dan saat itu...


Flashback on


Saat di taman Chan membantu Ily bangkit dari jatuhnya. Ia melihat dimana Ily akan masuk babak 8 besar olimpiade mipa, kemudian dilanjutkan dengan kesenangan yang ia dapat sambil memeluk parternya Sandy.


Setelahnya Chan melihat bahwa Ily lolos dan masuk Final bersama dirinya, Chan masih bisa melihat kebahagiaan meliputi Ily, namun untuk kejadian besar selanjutnya, yaitu


Jatuhnya pesawat N274D Singapura - Indonesia, berita yang akan ditanyangkan yaitu meninggalnya Willy dan juga Sandy dalam kecelakaan pesawat itu dengan keadaan terbakar .


Maka dari itu, saat di bandara , setelah Ily menelpon , Chan segera menghampiri Ily . Dengan gerakan cepat menggenggam tangannya.


"Chan, ada apa??".


"Jangan naik pesawat itu"


"Kenapa??"


"Akan ada kecelakaan, gue mohon, lo nurut sama gue"


Dari situ Ily melihat sandy sedang menarik seorang perempuan yang memakai kemeja biru, sama sepertinya, untuk topi, entah kenapa topi Sean ada padanya.


Ily segera menghampiri Sandy, namun ia telat karena Sandy telah memasuki boarding pass.


Baru , setelah itu, saya mengajak Ily untuk ikut bersama saya menaiki pesawat pribadi saya saat malam hari.


Flashback off


Cerita itu memberikan kelegaan pada semua yang mendengar cerita Chan.


Sean mengelus dan sesekali mengecup puncak kepala Ily dengan sayang .


Setelah Chan menjelaskan semuanya , Chan langsung beristirahat dikamar tamu yang memang selalu di sediakan di mansion ini. Namun, berbeda dengan Kean dan twins Brother. Mereka langsung berlari menaiki tangga dengan saling mengejar dan juga tak ada yang mau mengalah.


Akhirnyaaaa


Sean yang pertama kali sampai, disusul oleh Kean , dan yang terakhir adalah Seano. Sean yang pertama kali datang, ia langsung membuka pintu kamar Ily secara perlahan.


Dan disanalah Ily tertidur, dengan selimut yang menutupi seluruh badannya, dan membelakangi pintu. Para laki laki yang melihat Ily langsung berjalan mendekat , kemudian Sean menaiki kasur Ily dengan cepat namun tetap perlahan ia tidur dan memeluk Ily dari arah depan, Kean yang melihat itu langsung mendekat juga dan memposisikan tidurnya di sisi sebelah kiri Ily dan memeluk Ily dari belakang, dan Seano??? Ia pasrah karena ia menjadi yang terakhir.


Seano tidur di atas paha Ily , dan memeluk kakinya Ily yang di tekuk.


Akhirnya, tanpa sadar, mereka ikut tertidur bersama.


〰〰〰〰〰


Keesokan harinya


Ily telah siap dengan baju seragamnya, ia dengan sengaja mengikat sedikit rambutnya dan sisanya ia gerai dan ia juga menambahkan poni sebagai pemanisnya tanpa poni pun manis kokkk , entah kenapa, tapi hari ini ia ingin seperti ini.


"Morrnniinngggg"


"Morning sayang... peluk mom dulu donggg" Kim Lily, mom Ily telah mengetahuinya saat makan malam, karena sang mom yang mengurung diri di kamar, namun saat keluar , sang mom di kejutkan dengan adanya gadis cantik yang menyambutnya di depan pintu kamarnya. Setelah itu sang mom memeluk erat Ily dan mengajak tidur bersama ber tiga dengan sang daddy.


Ily pun memeluk mommy dan juga daddynya , ditambah dengan kecupan pada pipi mereka  berdua.


Sean dan Seanon?? Mereka melihat Ily dengan tatapan berharap. Dengan cepat , Ily mengecup bibir twins brothernya.


Ttlliinngg


Chan???


Dia bukan hanya terkejut, ia bahkan menjatuhkan sendoknya saat akan menyuapkan makanannya.


"Kalian??"


"Itu sudah biasa dikeluarga kami Chan, harap di maklum ya..." ucap sang daddy yang mengerti keterkejutan tamunya.


"Emm.. hm. Gitu yaa"


"Iya, itu sebagai sapaan ataupun mengucapkan terima kasih dari keluarga kami,"


"Ohh begitu .." pantas aja waktu itu Willy cium pipi gue


Flashback on


"Chaannnn... makasih ya, karena Chan mau tolongin Ily, padahal kan Ily tau kalo Chan gak suka sama Ily "


"Kata siapa??"


"Kata ily"


"B aja tuh, gue gak benci sama lo ataupun gak suka sama lo"


"Eemm... Chan baik banget sihhhhh" Ily berlari kecil sambil merentangkan tangannya pada Chan , dan dengan cepat Ily berjinjit dan mengecup sebelah pipi Chan.


Chan yang diperlakukan seperti itu hanya diam mematung, karena ini pertama kalinya ia bersentuhan dengan wanita. Dengan segera Chan menormalkan ekspresi mukanya dan entah keberanian dari mana, tangan Chan mengelus kepala Ily. Ily tersenyum karena ia juga mendapat perlakuan baik dari pria dihadapannya ini


Flashback off


"Mom , kita pergi dulu ya.." akhirnya mereka pamit untuk pergi ke sekolahnya


"Okeyy, hati hati ya kalian"


"Okey mom...byeee" jawab mereka serempak. Chan?? Ia akan tinggal 2 hari lagi, setelahnya ia akan pulang kembali ke negaranya.


Ily akan memilih bersama Seano menaiki mobil sport nya,


Di sekolah.


Wahhh mereka datang


Pangeran pangerannn gueeeee


Eh eh... Seano bukain pintu tuh...


Dan, betapa terkejutnya mereka saat melihat seseorang yang baru keluar dari mobilnya


Itu Willy??


Itu Queen??


Lohh.. bukannya meninggal ya??


Asiiikkk Queennnn... masih ada


Queennn... senyum bulan sabitnya doonnggg...


Ily langsung memberikan cengiran khasnya... dan itu membuat semua orang histeris karena kemanisan Ily... entah karena terkena diabetes.


Satu lagi


Bbrruumm


Brruummm


Mobil sport terparkir sangat cantik di samping mobil Seano.


Seseorang itu membuka mobilnya dengan membawa sebuah kotak besar. Semua orang terkejut bukan main melihat dua orang yang kini sedang menjadi tontonan pagi ini.


"SANDDYYYYYY" Ily melambaikan tangannya pada pria yang kini berjalan ke arahnya.


"Ayo ke ruang kepala sekolah" ajak Sandy pada Ily.


"Ayo,"


"Kak , gue izin bawa Ily ya"


"Oke"


Akhirnya mereka berjalan bersama menuju ruang kepala sekolah , banyak yang bertanya tanya dengan apa yang kini ada di hadapan mereka.