
Willy Queen Azfary
Putri bungsu dari William Stevan Azfary dan juga Kim Lily Sharren Azfary. Memiliki dua orang kakak laki laki, yang pertama bernama Seano Ride Azfary dan yang ke dua Sean Rude Azfary mereka kembar identik.
Willy adalah gadis manis menggemaskan , membuat siapa saja yang menatapnya selalu ingin mencubit pipi nya.
Dengan celotehan seperti anak kecil ia sebentar lagi akan memasuki masa SMA .Β Ya!! Masa anak anak merasa terbebas . Itulah yang banyak orang pikirkan, berbeda dengan Willy, ia hanya ingin bersama kakak kakaknya.
Willy mempunyai panggilan khusus dari keluarganya yaitu Ily bukan sekedar nama , namun jika di jabarkan akan menjadi kata yang indah.
I Love You
Seano | Sean
Kakak laki laki yang sangat menyayangi adik kecilnya, protective , posessive dan juga selalu ada saat sang adik membutuhkan mereka.
Mereka adalah kakak idaman , hanya hangat pada keluarga mereka dan juga selalu menjaga apa yang telah menjadi milik mereka.
Adiknya
"Berani macam macam pada keluarga ku , hadapi aku" - Seano
"Punya nyali berapa lo?" -Sean
Seano Ride Azfary
Kakak sulung yang memiliki sifat Dingin tak tersentuh, Ketua OSIS, pintar , juara kelas , dan Most Wanted Boy di sekolahnya. Seano berada di kelas IPA.
Sean Rude Azfary
Kakak kedua Willy ini tak jauh berbeda dengan yang pertama, selain dingin Sean adalah bad boy berprestasi di sekolahnya. Ia juga Ketua Basket Putra dan Most Wanted Boy sekolahnya . Sean berada di kelas IPS.
πππππ
Sebelumnya di kediaman keluarga Azfary
"Sayanggg... tolong!!!" teriak Lily, dengan tergesa - gesa sang suami menuruni tangga rumah danΒ berlari menghampiri istrinya.
"Kenapa , kenapa? ada apa??"
"Sayang... perutku.." sang suami pun kini melihat ada cairan yang telah membasahi lantai.
"Lily ... ketubanmu pecah, ayo kita ke rumah sakit"
William malah berlari kesana kemari sambil mengerang frustasi entah apa yang akan dia lakukan.
"Will... apa yang kau lakukan??? Cepat ke rumah sakit"
"Astaga... ada apa denganku, si kembar masih tidur aku akan menitipkannya kepada ibu dulu"
Dengan tangan gemetar ia menelepon sang ibu . Setelahnya ia segera mengangkat tubuh Lily dan memasuki mobilnya.
"Tahan sayang, jangan di keluarkan dulu bayinya, kita belum sampai di rumah sakit"
"Aaahh.. mas, cepat bawa mobilnya"
"Iya ia i.. ia.. "
Peluh keluar dari wajah mereka, sang istri yang akan melahirkan, suami pun ikut merasakan ketegangannya.
"Aahh.. huh..huh... mas.. masih jauh??" Jerit Lily sambil meremas lengan baju William.
"Aarrgghhh macet"
Tanpa menunggu lama, William langsung membuka pintu mobilnya dan segera mengangkat sang istri ala bride style.
"Mas,, apa yang kau lakukan??"
"Aku tidak akan tega membiarkan istriku kesakitan di tengah kemacetan"
"Mas..."
"Sudah.. kau tenang saja, aku akan membawamu secepat mungkin"
William berlari di trotoar sambil berbicara pada istrinya bahwa ia kuat dan akan baik - baik saja. Hingga 15 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit.
"Dok... dokter..." Dokter dan perawat langsung datang dan membawa brankar pasien untuk Lily.
William mengikuti istrinya untuk melihat lahirnya putri mereka.
"Tuan akan mendampingi nyonya?"
"Iya"
Ruangan bersalin terasa begitu menegangkan untuk William , keluarga yang lain pun telah berdatangan , dan mereka menunggu diluar ruangan.
Aarrgghhh
Huh..huh...
Eeeuunngghhhh
Huh...huhh ... huhhh
"Sekali lagi lagi nyonya, lebih kuat, kepalanya sudah keluar"
Eeenngghhhhh
Oooeeekkk...ooeekkk
Suara tangis bayi terdengar sangat keras didalam ruang bersalin hingga terdengar sampai luar ruangan.
Semuanya mengucap syukur untuk kelahiran sang putri Azfary.
"Bayi tuan dan nyonya perempuan, sehat, sempurna"
Sang dokter memberikan bayi tersebut kepada William.
"My baby girl , Willy Queen Azfary"
"Nama yang bagus mas"
"Ya... untuk putri Azfary, aku akan memberikan segalanya""terima kasih sayang" sang suami mengecup seluruh wajah istrinya.
Diluar ruangan pun,Β tangis haru bercampur rasa bahagia , begitu juga dengan si kembar, mereka bertepuk tangan sambil memberikan celotehan lucu seakan menyambut kehadiran sang adik.
Karena Lily melahirkan normal dan lancar, bayi dan Lily pun diperbolehkan pulang esok harinya.
Keluarga pun kini telah berkumpul di ruangan bersalin Lily. Suasana ramai karena celotehan kedua putra nya membuat semua keluarga tertawa bahagia.
"Ommy ommy, ede ayi, Ede ean kan ommy?"
"Ede ano , ukan ede ean"
"Ede ean, kan ommy?"
"Iya, ini adik kakak Sean sama Abang Seano"
"Ambang Ano?"
"Hahaha... bukan ambang, tapi , Abang"
"A...mbang, ucah ommy" rengek Seano kecil yang kesulitan mengucapkan kata Abang.
"Gapapa, nanti pasti bisa" Seano pun menganggukkan kepalanya beberapa kali.
"Ommy, ede kok ecil adan nya?"
"Karena masih bayi, nanti adik pasti bakal tumbuh sama seperti kakak "
"Bisa bicala kan ommy?"
"Bisa dong, nanti kakak ajari adik ya"
"Ambang Ano uga mau ajalin"
"Iya, abang juga"
3 Tahun kemudian
"Kakak...."
"Kenapa Ily?"
"Kakak, Ily mau itu" tunjuk sang adik pada coklat yang berada di atas meja makan. Dikarenakan mejanya sangat tinggi untuk tubuh Ily, ia pun meminta tolong pada sang kakak.
"Coklat?" Ily menganggukkan kepalanya dengan cepat, dan itu begitu menggemaskan.
"Ini" sang kakak memberikan coklatnya pada sang adik.
"Kak Sean mau?"
"Enggak" Ily juga meminta Roti isi dengan selai kacang, dan ini baru pertama kalinya Ily memakan selai kacang.
Ily makan dengan lahap coklat dan roti isi yang kini berada di tangannya. Namun, saat malam datang tubuh Ily mulai kejang - kejang. Tubuhnya pun banyak mengeluarkan bintik bintik merah.
"Mommyyyyyy" jerit Ily sangat kencang membuat semua penghuni rumah berlarian menuju kamarnya.
Brraaakkkk
"Ily, kamu kenapa sayang??"
"Mommm..." kejang kejangnya makin menjadi.
"Ily ily...?? Ilyyy???" Ily mulai memuntahkan makanan yang ada di perutnya , masih kejang kejang dengan muka yang memerah.
Sean dan Seano melihat itu dengan tatapan cemas. Sedangkan William memanggil dokter pribadinya.
Tidak lama kemudian , dokter datang dan segera memeriksa Ily. Ia di beri suntikan untuk meredakan kejang kejangnya.
"Ada apa ini Firman?"
"Apa Willy memakan sesuatu??"
William dan juga Lily saling pandang kemudian menggeleng bersamaan.
"Tadi sore, Ily meminta aku mengambilkan coklat dan roti selai isi kacang mom, dad" ucap Sean dengan takut
"Jadi itu penyebabnya""bisa jadi Willy terkena alergi entah itu coklat atau kacang, jika ingin lebih jelas sebaiknya di bawa ke rumah sakit untuk uji lab."
"Baik kalo begitu, terima kasih Firman"
Sepeninggalan dokter Firman, Sean mendekat ke arah daddy nya.
"Dad, Kakak minta maaf, kakak gatau akan seperti ini" ucap Sean sambil berkaca - kaca, bagaimana pun ini salahnya, ia yang menyebabkan adik tercintanya kesakitan.
"Gapapa kak, sekarang kita bawa ke dokter ya adik nya" "maafin Sean mom"
"Iya sayang... mommy maafkan"
Mereka membawa putri nya ke rumah sakit, sampai hasil lab keluar dinyatakan kalo Ily alergi terhadap kacang kacangan.
Satu kelemahan Ily mulai muncul kepermukaan.