CUTE SISTER

CUTE SISTER
Beside You



"Ini kah rasanya kecewa??"


Jika kalian tebak bahwa orang itu adalah Ily , kalian sangat tepat sekali. Sebelum nya, Ily yang merasa tak nyaman karena saat ini ia ingin ke kamar mandi tak ada yang mengantar, untung ada suster yang sedang mengecek kondisi Ily. Setelah dirasa kantuknya menghilang, Ily turun dari tempat tidurnya untuk mencari sang kakak. Namun hal yang menyakitkan yang ia dapat.


Itu..


Disana..


Kekasihnya mendapat kabar jika pacar yang kini berada didalam sana mengandung anak dari laki-laki yang dicintainya.


Miris


Itulah yang kini Ily rasakan. "Sakit sekali..." Ily mencengkram baju pasien bagian dadanya.


"Sakit... hiks...hikss.. sakit sekali..." Ily berjalan sambil menangis di sepanjang koridor, namun cengkraman seseorang pada telapak tangannya membuat langkah Ily terhenti. Saat Ily berbalik.


"Heyy.. don't cry Queen... " orang itu adalah Ryeon Tae.


"I'm beside you... please.. don't cry again okey??" Ily langsung di tarik dalam pelukan Ryeon Tae.


"Tae... Keke jahat sama Ily...hiks hiks... Keke udah selingkuhi Ily... dada Ily sakit banget Tae, rasanya sesak hiks hiks"


"Hey hey hey... lihat aku Queen... lihat!! Siapa sekarang yang ada di hadapan kamu?"


"Tae"


"Siapa??"


"Ryeon Tae"


"Bukan... aku adalah malaikat penghilang mimpi buruk" Ily menatap Tae dengan wajah bertanya dalam manik mata yang kini dihiasi air mata.


"Kamu gak percaya??" Ily menggelengkan kepalanya.


"Ayo ikut aku.." Ryeon membawa Ily ke atap rumah sakit. Wajah sendu Ily membuat Ryeon ingin sekali menghilangkan seseorang yang membuat Ily seperti ini.


Tae dan Ily kini telah sampai berada di atap rumah sakit. Tae mengarahkan Ily untuk menghadap ke arahnya.


"Queen... lihat.. " Tae menjulurkan kedua kepalan tangannya pada Ily.


"Pilih salah satunya"


Ily menunduk, kemudian memilih salah satu dari kepalan tangan Tae. Tae membukanya


Triingggg


Tae membuka kepalan tangannya dihadapan wajah Ily. "Kamu akan lupakan kejadian buruk dimasa lalu dan kembali tersenyum" 


Melihat wajah Tae yang seperti itu membuat Ily memberikan senyumannya. Ryeon Tae langsung mengarahkan telapak tangannya pada wajah Ily namun sesuatu yang tak terduga terjadi begitu saja.


"Aaarrhhhkkk.. Queennnnnn...." Rengek Tae pada Ily karena Ily menggigitnya... "sakiittttt" Ily melihat rengekan Ryeon Tae yang menggemaskan membuatnya tertawa. Dengan cepat Ily berlari menghindari Ryeon Tae yang siap berlari mengejarnya. Ily menjulurkan lidahnya pada Ryeon Tae langsung berlari .


"Wwlleee ... kasian deh.. di gigit wlleeee"


"Queennn ... udah mulai jahil yaaa... sini gak??"


"No... wlee... wllee.. Ily terus menjulurkan lidahnya dan berbalik ke arah belakang tanpa memperhatikan langkahnya hingga.


Langkah Ily mulai tak seimbang dan...


Hup


Tae... Ily... mereka


Bibirnya


What???? Bibir mereka saling bertemu!!!!


Tae menyelami manik mata Ily seolah meminta izin. Ily tak tau harus apa, yang kini Ily lakukan hanyalah menutup matanya dan Tae pun mulai menggerakkan bibirnya .


Cukup!!


1


2


3


4


5 detik pun cukup....


Tae melepas tautan pada bibir mereka kemudian menjauhkan mukanya perlahan dari hadapan Ily, muka keduanya bersemu merah .


"Tae.. kok.. jantung Ily deg degan ya?"


"Sama Queen.. " akhirnya sebagai jalan terakhirnya , Ryeon Tae kembali membawa Ily dalam pelukannya.


"I love you" ucap Ryeon Tae begitu lirih , hingga tak terdengar oleh siapapun termasuk Ily.


〰〰〰〰〰


Sean dan Seano melihat bagaimana Ryeon memperlakukan Ily, merekapun melihat cinta dimata Ryeon, namun Sean dan Seano tak ingin gegabah untuk urusan hati Ily . Mereka takut Ily kembali merasakan sakit hati.


Namun hal mengejutkan membuat mereka menahan kekesalan pada Ryeon dan juga tangan gatalnya yang siap dilayangkan kapan saja.


Mereka berdua melihat Ryeon mencium Ily tepat di bibirnya. Dan itu membuat Sean dan Seano tak terima.


"Bang, kita harus seleksi Ryeon"


"Ya kak, Abang setuju"


"Ck.. Ryeon ambil kesempatan dalam kesempitan" ucap Sean berapi-api.


"Tapi menurut abang itu hal yang bagus kak"


"Loh kenapa bang??" Protes Sean tak mengerti akan ucapan Seano. Lalu Seano menunjuk ke arah dimana seseorang menatap kedua insan itu dengan mata sendu nya.


"You Lose , Kean Elyas Sragif" ucap Seano dengan nada sinisnya yang hanya bisa terdengar oleh Sean.


Sean??


Ia hanya tersenyum sinis menanggapi ucapan Seano dengan mata menatap tajam ke arah Kean yang kini tengah memperhatikan adik mereka.


〰〰〰〰〰


Waduuuhhh... aku kok baper sendiri yaaaa 😂😂😂


Dapet ga sih feel nya??? 😁😁😁