CUTE SISTER

CUTE SISTER
Terkejut



Mereka kini telah berada di ruangan Sean , Ily dengan telatennya mengeluarkan beberapa makanan yang tadi sempat di belinya.


Tae yang tak pernah melepas rangkulannya pada pinggang Ily membuat Sean dan Seano jengah melihat kelakuan Tae.


"Yon.. lepas dulu tangan lo.. lo gak kasian sama adik gue??"


"Ck.. Dianya aja gak protes, kok lo yang protes,?" Ucap Tae dengan juteknya.


"Gue risih tau... , lo tuh harusnya bantuin buk..."


Sebelum menyelesaikan ucapannya, dengan segera Tae membantu Ily . Hal itu ia lakukan bukan karena ucapan Sean , tapi karena Tae tau bahwa makanan yang akan dikeluarkan Ily pasti panas.


"Makasih Tae " senyum itu muncul kembali.


"Sama sama Queen.." cup , Tae mencuri kecupan pada bibir Ily . Sean Seano hanya bisa memutar bola mata mereka jengah karena melihat kelakuan Tae.


Tok tok tok, suara ketukan pintu membuat mereka menatap ke sumber suara.


"Masuk" ucap Sean dengan nada tegasnya .


Dan terlihatlah seseorang memasuki ruangan seraya membawa beberapa tumpukan berkas yang sepertinya begitu menyulitkan untuknya.


Ily dengan cepat bangkit dari dan melangkah mendekati Mario.


"Sini , Ily bantu" tawar Ily dengan nada riang.


"Queen!"


"Sayanggg...."


"Adekkkk"


Peringat dari trio posessive Ily saat melihat orang tersayang mereka menawarkan diri untuk mengangkat tumpukan berkas yang di pastikan berat untuknya.


"Gak pa-pa"


"Em.. tidak usah nyonya, biar saya saja"


"gak pa-pa... sini , Ily bantu"


Ily langsung mengambil beberapa berkas. Mereka berjalan menuju meja Sean. Dan di situlah Mario baru mengetahui jika perempuan di sampingnya ini adalah adik dari bos Sean dan Istri dari Bos Ryeon.


Mengapa begitu? Karena ia baru sadar saat melihat wajah yang terpampang jelas dimana foto-foto yang Sean simpan menunjukkan kedekatan mereka , jika tentang istri dari bos satunya lagi, Mario baru tahu saat kejadian di lobby tadi siang.


"Terima kasih nyonya"


"Sama sama... "


"Oh iya... nama saya Willy Queen Azfary " ucap Ily sambil mengulurkan sebelah tangannya.


Saat akan berjabat, tanpa di duga tangan yang Mario sentuh bukan milik Ily melainkan.


"Saya sudah tau nama anda"


"Maaf bos" ucapnya seraya meringis kecil karena merasa cengkraman pada tangannya mengeras.


"Iishh Tae.. Ily kan lagi perkenalan dulu sama sekretaris kalian berdua"


"Ya silahkan , tapi tidak dengan bersentuhan sayang... " Tae berpindah ke belakang Ily dan memeluknya dengan erat.


Dari situlah , Mario tau bahwa perempuan yang ternyata istri bosnya itu tengah mengandung.


"Nama saya Mario nyonya"


"Iihhh.. jangan nyonya.. panggil Willy saja"


"Tapi nyo..."


"Gapapa kan Tae .?? Ya, ya??"


"Iyaaa. Sayang"


"Tuh.. gapapa kok Mario, ayo duduk, kita makan bersama"


"Eh.. tapi nyo..eh Willy , sa--ssya"


"Udah, kamu gabung aja" ucap Sean yang kini angkat bicara.


Akhirnya mereka makan bersama. Seraya mengisi perut, Mario tak hentinya menatap Ily dengan kagum . Sesekali ia mengalihkan pandangannya agar tak ketahuan oleh para bos nya , setelah itu ia akan kembali menatap Ily.


"Taeee .. Ily kok pengen kepangan ya??"


"yaudah sini sama aku kepangin"


"No... pengennya sama abang" rajuk Ily dengan wajah yang amat sangat menggemaskan.


"Iyaa... sama kakak aja sini"


"Gak mau... pengen sama abangg" Ily pun mulai merengek.


"Tapi..."


"Yaudah ... sama Mario aja" ucap Ily sambil mendekat ke arah Mario.


"No!!!!" Pekikan itu terdengar sangat keras .


"Yaudah , sini sama abang"


"Nah gitu dong.. maaf ya Mario... Ily nya gak jadi dikepang sama Mario"


"Yaahhhh sayang banget.. padahal kan kesempatan bisa pegang bini bos wkwk"


"Iya gak papa Willy"


Akhirnya Ily duduk di pangkuan Seano dengan posisi membelakanginya, Tae dengan segera duduk di hadapan Ily dengan tangan yang tak tinggal diam, ia mengelus perut istrinya.


Sean pun pindah di samping Ily, dan tanpa sepengetahuan Ily , Sean memberi petunjuk pada Seano cara membuat kepangan.


Mario secara sembunyi memvideo kegiatan mereka. Lucu , itulah yang kini Mario pikirkan akan tingkah laku para bos nya.


Diluar , mereka terlihat dingin dan sangar, namun saat ada bidadari di samping mereka? Mereka akan luluh begitu saja.


"Queennnnnn???" Jerit Tae tak percaya dengan apa yang baru saja ia rasakan.


"Kenapa Tae??" Balas Ily sambil mengelus poni Tae yang selalu menutupi halisnya ini.


"Apaan sih... pake teriak segala"


"Toa"


"Queen... baby nya nendang??"


"Apa???" Sean dan Seano langsung menempelkan telapak tangan mereka pada perut Ily.


"Gak tuh" ucap Sean dengan ketus.


"Sabar"


"Ck.. tapi gue penasaran"


"Ya sabarr"


"Lo bohong ya??" Kini Seano pun membuka suara .


"Ya Tuhannn.. ngapain juga gue bohong sama kalian"


"Hufftt.. mana nih..."


Tae mendekat ke arah perut Ily , ia berbisik pada bayinya yang membuat Ily terkekeh geli.


"Twins.. tunjukkan pada uncle kalian kalo tadi kalian nendang perut bunda"


"......"


"Ayo dong sayang... nanti mereka kira ayah bohong lagi"


"....."


Duggg duuggg


"Wwwaaahhhhhh" teriak mereka bertiga disusul dengan tawa riang dari Ily saat melihat betapa terkejutnya mereka mendapat respon dari baby twins.


"Lagi lagi... uncle mau rasain lagi coba..."


Duggg duuggg


"Wwaaahhhhh..."


"Hahaha... kalian lucu banget sih, liat tuh Mario aja sampe ketawain"


Mereka bertiga langsung menatap Mario tajam.


"Mampus gue" ucap Mario yang hanya bisa didengar sendiri.


〰〰〰〰〰


Halo halo baby Twins... sudah siap lahirkah???


Jangan lupa untuk Vote dan Comment yaaa .  😘😘😘