CUTE SISTER

CUTE SISTER
Perhatian Kean



Kini Ily berada dilorong rumah sakit dan berada di gendongan Kean, darah yang mengalir dari hidung Ily telah berhenti . Setelahnya masuk ruang UGD , baru datanglah Sean dengan rambut acak acakannya dan baju yang kurang rapih .


"Gimana Ily,?"


"Baru masuk UGD , lagi di periksa"


"Ck, keras kepala banget sih, disuruh jangan sekolah malah ngeyel"


"Ya itulah Ily"


Sean mengacak rambutnya sebagai pelampiasan rasa frustasi nya.


Saat sadar, ternyata masih ada Kean di antara mereka berdua.


"Lo ngapain masih disini?"


"Nunggu Ily"


"Ily??" Kean hanya mengangguk membenarkan . Dan tanpa diduga kini Sean mencengkram kerah seragam Kean.


"Ily tuh panggilan kesayangan kita, lo orang baru, jangan harap bisa panggil Ily dengan sebutan itu".


"Terserah gue dong, Ily aja gak protes"


Buughh


Sean meninju pipi Kean dengan keras sehingga membuat Kean memundurkan badannya .


"Mending lo pergi sekarang" Kean tak bergeming.


"Pergi atau mau gue buat bonyok ?" Sebenarnya Kean agak takut, karena ia mengetahui kesangaran Sean diluaran sana, dia bisa dibilang t-rex power. Setiap pukulan atau tendangannya yang terkenal sangat keras.


Seano melihat Kean yang berfikir antara takut dan ingin menjaga Ily.


"Udah lo pulang aja atau balik ke sekolah, ntar gue kabarin kalo Ily udah sadar" "Banggg..." sergah Sean, namun Seano mengangkat tangannya tanda tak apa apa. Kean menatap Seano percaya tak percaya, karena biasanya twins S ini akan sangat posessive jika mengenai Ily.


Dengan itu Kean menganggukkan kepalanya dan menuju keluar rumah sakit . Tapi itulah yang dipikiran Sean dan Seano. Padahal Kean bersembunyi di sebuah ruang rawat yang memang kosong .


Kean mengintip ke arah pintu kaca yang terdapat disitu. Ternyata Ily telah selesai menerima pemeriksaan , dengan cepat namun tetap sembunyi  , Kean mengikuti dokter dan juga Sean Seano.


KAMAR VIP  RUANG ANGGREK


Setelah sampai di ruang rawat Ily. Seano pamit pada Sean untuk berbicara pada dokter mengenai pemeriksaan Ily. Sedangkan Sean menunggu Ily.


Kean masih menunggu


10 menit


20 menit


45 menit


Kenapa Seano tak kembali lagi dari ruang dokter??


Ceklek


Pintu ruangan Ily terbuka, menampilkan Sean yang keluar dari ruangan tersebut. Hal itu menjadi kesempatan bagi Kean.


Setelah Sean hilang dari pandangannya , kini ia melihat jelas wanita yang ia sukai.


"Hai Ily, kamu kenapa bisa seperti ini??"


"Cepat sembuh ya..., kalo kamu ga sekolah , penyemangatku siapa"


"Makanya kalo sakit jangan sekolah , kenapa malah maksain kayak gini "


"Oh iya kalo Ily bisa cepat sembuh dan kembali sekolah , kakak ada hafiah buat Ily."


"Jadi..  cepat bangun dan semoga cepat sembuh "


Hihihi kamu lucu banget si Ily


Cup


Kean mencuri ciuman pada Ily "Kean pergi dulu ya, bye bye Sweetie"


Tak lama setelah terdengar pintu tertutup , kedua mata Ily bergerak dan terbuka. Dengan pandangan ke atas dan tangan sebelah kanan yang menyentuh bibirnya perlahan.


"Kak Kean"


💕💕💕💕💕


Setelah di rawat di rumah sakit, esoknya banyak teman sekelas yang ingin menjenguk Ily, namun diurungkan karena ada sang penjaga yang paling menyeramkan.


Sean


Kalau Seano , mereka masih bisa menghandle ketakutannya. Tapi jika sudah berhadapan dengan Sean, mereka semua angkat tangan. Lebih baik menanyakan keadaannya saat Ily sudah bersekolah saja.


Akhirnya para teman kelas Ily yang sudah datang ke rumah sakit, pulang kembali.


"Hufftt.. gila !!! Serem banget muka si Sean"


"Iya... gue mah males kalo sampe ada masalah sama dia, iihhhh, tau tau kena bogem ntar muka ganteng gue"


"Ck... lo kepedean Jon , ganteng diliat dari gentong lu mah"


"Ajegile... bahasa lu , nyelekit banget"


"Hm..."


Tak jauh dari mereka ternyata Kean baru saja datang untuk menjenguk Ily. Kean datang dengan baju putih dan celana jeans hitam nya. Ia pulang terlebih dahulu untuk berganti pakaian maka dari itu , ia datang paling terakhir.


"Loh.. lo mau kemana Ke?"


"Willy"


"Ada penjaganya, sumpah , serem"


"Siapa?"


"Ck... gak takut " padahal sempet gemeteran dia kemarin sehabis di tonjok hahah.


"Yaudah sono kalo gak takut" akhirnya Kean melangkahkan kaki nya menuju ruangan Ily.


Ceklek.. dengan memberanikan dirinya Kean membuka pintu ruang rawat Ily.


Ily yang mendengar pintu terbuka langsung menengok untuk melihat siapa yang datang.


"Ha.. hai Ily" Kean gugup


"Hallo kak Kean" sapa balik Ily dengan ceria


"Gimana keadaannya ?? Masih pusing?? Ada yang sakit??"


"Ily udah gapapa kok, nanti malam juga boleh pulang"


"Bagus kalo gitu, tapi kalo besok masih lemas jangan dipaksain buat masuk sekolah ya"


"Iya kak Kean"


Kean melihat wajah Ily yang seperti memikirkan sesuatu, ia bertanya untuk menghilangkan rasa penasarannya.


"Kenapa ?"


"Emm..kak"


"Iya??"


"Ily mau tanya boleh??"


"Boleh.. Ily mau tanya apa??"


"Em.. kemarin kakak cium Ily ya??"


Deg


Deg


Deg


Anjirrrr ketauann


Kean memberikan cengiran yang membuat siapa saja jatuh cinta. Ily??


Deg


Deg


Deg


"Kakak??"


"Eh.. em..i..iya." jujur aja gue... iya lah...boong dosa lo Ke lagi puasa -author


"Tapi kenapa kakak cium Ily di bibir??"


"Eum.  I..itu ..itu karena ... kakak..."


Ceklek


Gagal bossssss


"Ngapain lo disini??"


"Jenguk Ily lah"


"Ck, udah gue bilang jangan panggil Ily"


"Emang lo siapa Ily sih sampe larang ini itu buat dia"


"Kak Kean, gak boleh gitu"


Kean hanya terdiam karena Ily lebih membela Sean si bad boy dari pada dirinya.


"Yaudah kalo gitu kakak pulang dulu ya"


"Loh pertanyaan Ily belum di jawab kak"


"Nanti aja ya.. kita ketemu lagi okey"


"Okey kak"


"Bye Ily"


"Bye kak Kean" ucap Ily seraya melambaikan tangannya, Sean yang melihat kedekatan Ily dengan Kean menjadi geram.


Ternyata dia udah mulai bergerak


Gak bisa di biarin


Ily cuma milik SEAN SEANO


gak boleh ada yang lain


Kean telah keluar dari ruangan Ily. Dengan perlahan ia mendekat ke arah Ily dan menggenggam tangan Ily.


"Ily dekat dengan Kean??"


"Hmm. Engga juga sih kak, tapi waktu Ily kelas satu , kak Kean pernah bantu Ily kemarin juga ngajak Ily ke cafe" di akhir kalimatnya Ily mengecilkan suaranya karena itulah kakaknya marah kemarin sore


"Ohh .. terus, tadi Ily tanya apa sama Kean??"


"Ily tanya kenapa kemarin kak Kean cium Ily di bibir"


Ucapan Ily membuat Sean marah, sangat marah. Dengan muka yang memerah dan juga tangan mengepal .


Gue bunuh lo Kean sialan