
Kini semua telah berkumpul di ruang makan . Tae yang masih lemas dengan keadannya, namun ia tetap memaksakan untuk ikut sarapan bersama keluarga lainnya.
"Tae gimana?? Masih pusing?" Tanya Ily begitu khawatir akan suaminya.
"Sedikit sayang, jadi check up nya kan?"
"Jadi, tapi kalau Tae masih sakit jangan dipaksain"
"Gapapa sayang, aku sudah baikan, aku juga penasaran ingin tahu keadaan baby"
"Okey , baiklah kalo begitu"
Akhirnya, setelah memakan sarapannya Ily kini bersiap dengan setelan kerja , namun sebelum ber- kerja ia akan check up kandungannya terlebih dahulu atas perintah Tae.
"Ayo sayang"
"Iya ayo, mom , Ily titip Sakha ya"
"Iya sayang , kamu tenang saja"
"Okey mom"
"Kami pergi ya semuanya, cup cup cup cup"
Ily mengecup semua anggota keluarganya.
"Hati hati sayang..."
"Take care sweetie"
Ily dan Tae langsung keluar dari mansion dan naik ke mobil sport milik Tae.
Diperjalanan, banyak yang Tae bicarakan dengan Ily , bahkan tawa tak segan lagi keluar dari keduanya.
Akhirnya mereka telah sampai di rumah sakit Raja, Tae yang memakai sweater hitam dengan kacamata yang bertengger di hidungnya, celana putih dengan robekan dilutut yang digunakan Tae menambah kesan bad boy . Ily menggunakan sweater putih dengan rok hitam , namun tetap terlihat anggun dan cantik menawan.
Tae turun terlebih dahulu membuat beberapa orang yang berada di sekitar rumah sakit menatapnya kagum.
Tae berlari memutari mobilnya dan membukakan pintu untuk sang istri dengan senyum lembut yang terpatri jelas di bibirnya.
"Silahkkan istriku yang cantik" ucap Tae seraya mengulurkan tangannya.
"Thank you my handsome husband" balas Ily dengan nada manja dan mengedipkan sebelah mata untuk menjahilinya.
Tae yang melihat itu hanya tersenyum gemas akan tingkah sang istri yang semakin hari semakin berani menggodanya.
Akhirnya mereka berjalan memasuki rumah sakit , Tae berjalan di samping Ily dengan satu tangan yang telah merangkul pinggang Ily dan yang satunya lagi ia masukkan kedalam saku.
Para perawat, pasien maupun dokter yang melihat mereka begitu terpesona pada Tae dan juga Ily. Banyak yang bertanya tanya.
"Siapa??"
"Itu siapanya dokter Willy ya??"
"Pacarnya kah??"
"Ganteng bangetttt..."
"Macam oppa Korea, manis gitu"
"Ah paling kakaknya dokter Willy itu mah, ucap salah satu perawat laki-laki "
Tae mendengar itu langsung mengecup bibir Ily . Tak ada lumatan seperti biasa, hanya menempel saja tapi itu membuktikan pada semua yang berada di sini bahwa Ily miliknya.
Mereka terus berjalan meninggalkan ekspresi keterkejutan dari semua orang yang sedari tadi menatapnya.
Mereka menuju lorong rumah sakit dan bertujuan mencari dokter kandungan.
Namun saat dipertengahan jalan , ada remaja yang membuat Tae ingin sekali melayangkan tinjunya.
"Dokter Willy!!!"
Yap!!! Itu adalah Soobin, remaja yang mengidolakan Ily.
"Hai Soobin, sedang menengok ayahmu?"
"Iya dok, ayo ikut aku, aku mau tunjukkan sesuatu" ucap Soobin seraya menarik tangan Ily.
"lo siapa?" Ucap Tae dengan nada dinginnya.
"Ehh.. mas nya siapa?? Itu kenapa rangkul dokter Will...ly??"
"Dok??"
"Ini suami saya Soobin"
"Suami???" Terkejut bukan main, dokter yang di kaguminya telah memiliki suami.
"Kena..kenapa dokter gak bilang??"
"Bilang apa Soobin??"
"Kalo dokter udah punya suami"
"Hah???.. "
"Udah Queen, sebaiknya kita pergi" ucap Tae yang tak tahan melihat istrinya ber komunikasi dengan lelaki lain.
"Kalo begitu , saya permisi dulu ya Soobin"
"Ba, bai.. baik dok"
Akhirnya Ily dan juga Tae meninggalkan Soobin yang masih terpaku di tempatnya.
Patah hati sebelum mengungkapkan.
〰〰〰〰〰
Setelah Ily dan Tae sampai di ruangan dokter kandungan. Tae langsung mengetuk pintu sang dokter karena tak ada antrian , mungkin karena masih pagi.
"Masuk"
Dan akhirnya Tae dan Ily masuk.
"Selamat pagi tuan nyonya, oh.. dokter Willy benar?"
"Iya dok"
"Waw.. ternyata sudah menikah ya?? Patah hati dong semua para penggemar nya"
Ily hanya menyengir , karena ia melihat kemarahan dari wajah Tae.
"Bisa langsung di periksa saja dok??"
"Ouu.. posessive " bisik sang dokter.
"Mari kita periksa dok"
"Panggil Willy saja dok"
"Baiklah, Willy, saya Diana"
Ily pun membaringkan tubuhnya untuk di periksa.
"Tidak dok, tapi suami saya yang mengalami itu"
"Ohhh.. itu bisa juga terjadi"
"Mari kita USG, boleh di angkat dulu bajunya??"
Akhirnya Ily pun menaikkan baju yang ia gunakan, hingga memamerkan perut putih mulusnya
Sang dokter menunjuk dua titik yang ada di layar monitornya.
"Baby nya twin ya Willy, selamat..."
"yang mana dok??" Ucap Tae penasaran.
"Ini tuan, dua titik ini"
"Berapa usianya dok??"
"Baru dua minggu Willy"
"Ahhhh Ya ampun... mereka kecil sekali Tae"
"Ya sayang kau benar"
Tae kemudian menatap ke arah Ily dengan senyum haru nya.
"Thank you my Queen, thank you so much" cup cup cup
Tae tanpa menghiraukan sang dokter terus mencium Ily, ia sangat senang akan apa yang dilihatnya kini.
"Saya akan memberikan vitamin pada Kamu, jangan sampai lupa diminum ya. "
"Baik dok"
Setelah pemeriksaan , akhirnya Tae dan juga Ily pamit undur diri. Mereka keluar ruangan dengan Tae yang masih memeluk Ily dari arah samping nya.
"Tae.. malu"
"Gapapa lah... aku seneng banget sayanggg... makasih " cup cup cup ,Tae mencium Ily dengan sayang nya dalam hati ia berjanji untuk terus menjaga juga menyayangi Ily dan anak-anak mereka.
"Kita harus makan dulu sayang, kamu sebentar lagi akan kerja kan??"
"Iya Tae,"
"ya sudah, kamu mau makan apa??"
"Eemm.. kalo restoran jepang yang dekat kantor kamu gimana??"
"Let's go"
Akhirnya Ily dan juga Tae berjalan beriringan menuju lobby rumah sakit. Karena mobil Tae telah di valet kan, akhirnya mereka hanya menunggu saja.
"Ommy...."
Seorang anak kecil berlari dari arah berlawanan menuju Ily sambil merentangkan tangannya.
"Sayang... Sia..
"Ommy Ly... ila angen"
Pa??"
"Tae ini Nabila"
"Ya , dia anak siapa?? Kenapa bisa manggil kamu mommy??"
"Ily juga gak tau kenapa nabila panggil aku mommy, dia anaknya..
"Anak gue" ucap Kean yang baru saja datang .
Tae menatap Kean dengan tajam seraya berseru "ohhh.. jadi ini anak lo??"
"Op capa?"
"Aku suaminya Willy, jadi lepaskan tangan istriku"
"Tae... jangan terlalu tinggi nadanya Nabila masih kecil , biar Ily ya..." ucap Ily menenangkan.
Tae luluh saat melihat mata Ily, namun kembali berubah tajam saat metanya menatap Kean yang memberikan senyum manis namun berbeda bagi yang sudah tau sifat aslinya, senyuman itu adalah senyum yang paling di bencinya.
"Hallo nabila... "
"Halo ommy"
"Nabila, kenalkan.... ini om Ryeon, om Ryeon ini super hero nya tante lohhh"
"Supel hilo?"
"Iya... super hero yang selalu menjaga dan menyayangi kita" Ily mengucapkannya dengan lembut.
"Supel hilo Ila mana?? Ommy ya??"
"No.. bukan tante ... super heronya Nabila itu..." ucap Ily sambil menunjuk seseorang yang kini berada di belakang Nabila.
"Papa??"
"Iyaa.. sekarang, peluk papanya bila... "
Nabila pun meninggalkan Ily dan Tae , dengan segera Tae membawa sang istri ke mobilnya .
"Hihi... dasar ya Tae... main kabur kabur aja"
"Ya gapapa dong, enak aja anaknya manggil istriku mommy, kamu itu bundanya anak kita dan juga Sakha ... ingat itu sayang"
"iyaaa suamiku tercinta"
Cup, Tae mencium kening Ily dengan sayang. Setelah itu Tae membukakan pintu mobil Ily , saat Tae akan masuk mobilnya ia menatap ke arah Kean.
Senyum meremehkan muncul dari bibir Tae. Dan dengan gerakan pelan tanpa suara ia mengatakan sesuatu pada Kean.
LOSER!!!
〰〰〰〰〰〰
Tae.. jangan macem macem dah luuuu... di incar Kean tau rasa... ntar penggemarmu pada nangis Taeeee
Bonus pict Kim Taehyung As Ryeon Tae.
VOTE
COMMENT
SHARE cerita ini
Happy Reading😘😘😘