
Setelah sampai di rumah Ily disambut oleh Sean dengan tatapan menyelidik. Seolah tau maksud dari kakaknya, Ily hanya menundukkan kepalanya karena ia tau kesalahannya , yaitu tak menunggu persetujuan dari kedua kakaknya.
Ily menyesal
Ily tidak mau melihat kakaknya marah ataupun mendiaminya.
Ily mendekat ke arah Sean , dengan perlahan Ily menarik narik kecil ujung kaos yang sedang di pakai Sean
. Sean masih mendiami Ily dengan wajah dinginnya dan itu membuat Ily berkaca kaca .
"Kakak... Ily minta maaf" suara serak menahan tangisnya "kenapa gak tunggu balasan chat kakak/abang?"
"Ily..."
"Menjawab?? Kakak belum selesai bicara"
Ily semakin menahan tangisnya sambil menggigit bibir hingga berdarah. Itulah yang selalu ia lakukan jika sedang ketakutan.
Satu tangan Ily meremas baju Sean dan satunya lagi meremas tali tas yang masih ia gunakan.
Seano yang melihat Ily menunduk dengan cengkraman kuat pada baju Sean menjadi khawatir.
"Masuk kamar , dan jangan keluar sebelum kakak atau abang suruh" Ily menganggukkan kepalanya cepat tak ingin membantah sang kakak lagi. Meskipun begitu Seano setuju dengan apa yang dilakukan Sean, hal tersebut akan membuat Ily jera dan tak akan mengulangi hal yang sama.
Setelah Ily berlari ke kamarnya Seano mendekat ke arah Sean.
"Kita harus jauhin Kean dari Ily, kayaknya dia suka sama Ily"
"Iya bang, kakak setuju" Sean menengadahkan kepalanya untuk berfikir strategi yang bagus untuk Kean sedangkan Seano menunduk .
Tapi ada yang mengalihkan perhatiannya dari pemikiran tentang Kean.
Darah,,??
Ily??
Dengan segera Seano berlari ke kamar Ily tanpa menghiraukan seruan dari Sean , karena ia belum sadar.
"Ily???"
Tok tok tok
"Ily sayang, buka pintunya" tak ada jawaban dari Ily, dengan segera Seano mencari kunci cadangan kamar Ily.
Ceklek
Saat masuk , Kamar itu gelap gulita dengan jendela yang sudah tertutup tirai.
Tllakk
Jjddeerrrrr
Setelah lampu dinyalakan , disanalah Seano melihat Ily kini sedang duduk di pojok kamarnya dengan kaki di tekuk dan wajah yang di sembunyikan di lipatan tangannya yang bertumpu pada kaki.
Seano mendekat disitu terdengar suara lirih Ily.
Ily minta maaf
Ily takut
Jangan marah
Jangan benci Ily
Jangan menjauh
Ily sayang
Ily gak mau sendiri
Seano terdiam mematung, apakah ini dampak dari Sean?? Apakah mereka terlalu keras pada Ily?? Kenapa Ily seperti ini.
Seano tetap diam di tempatnya, Ily pun tak menghiraukan Seano seolah ia hanya sendiri. Tak lama , terdengar langkah kaki mendekat , Sean!.
Sean melihat adiknya seperti itu berfikiran sama dengan Seano. Ia jadi bersalah karena kemarahan yang ia tunjukkan pada adik manjanya.
Sean mendekat ke arah Ily namun Ily merapalkan setiap ucapannya yang membuat Sean semakin bersalah.
Ily sayang kakak
Ily sayang abang
Ily gak akan nakal
Ily akan nurut
Maafin Ily
Maafin Ily
Hal itu membuat Sean yang kini berada di hadapan Ily semakin merasa bersalah . Ia menyebabkan adiknya ketakutan seperti ini.
Sean mengelus rambut Ily perlahan ,mulai ke pipi lalu menuntun Ily untuk mendongakkan kepalanya .
Sean dan Seano terbelalak melihat bibir Ily dipenuhi dengan darah dan dagu yang kotor oleh darahnya.
"Sayanggg . .." Sean langsung memeluk Ily dengan erat sedangkan Seano berlari mengambil kompres dan juga obat.
"Kakak.. ily takut, ily salah, ily minta maaf kakak"
"Jangan menjauh, Ily takut"
"Sstt... ssttt . . Tenang sayang.. kakak sama Abang akan terus sama Ily, kakak sama abang gak mungkin tinggalin Ily".
"Ta..tapi.. tadi kakak marah hikss hiikks"
"Iya .. maka dari itu, jangan pernah ulangi lagi kesalahannya. Mengerti?" Sean memberikan perintahnya pada Ily dengan tegas. Dan itu membuat Ily patuh. Ily menganggukkan kepalanya cepat.
Setelah itu ibu jari sean mengelus bibir Ily yang berdarah . Sean khawatir, setelahnya Seano datang dan membersihkan luka Ily.
"Maafin kakak yang buat Ily takut" ily menganggukkan kepalanya .
Setelah selesai di obati akhirnya Sean dan Seano membawa Ily ke kasurnya dan terlelap bersama Ily yang berada di tengah antara dua pangeran Azfary.
Setelah tau bahwa Ily telah nyenyak. Sean dan seano mulai bangkit dan menjauhi kamar Ily.
"Kita harus cepat buat rencana"
Sean hanya mengangguk tanda setuju.
💕💕💕💕💕
"Mom... Ily mana??"
"Mungkin masih siap siap"
"Okey"
10 menit kemudian
Mereka masih menunggu Ily yang masih belum turun . Sean dan Seano langsung menuju kamar Ily, mereka khawatir akan dampak dari tangisan Ily waktu kemarin sore.
Ceklek
Pintu kamar Ily terbuka dari dalam , Sean dan Seano yang melihat Ily membuka pintu begitu terkejut akan keadaan Ily saat ini. Muka pucat dan keringat membasahi kening dan rambutnya.
"Ily, kamu sakit sayang?" Tanya Sean pada Ily seraya menangkup kedua pipi Ily
"Ily pusing kak"
"Yaudah kamu gak usah sekolah, kamu tiduran lagi aja ya.. biar kakak yang bilang gurunya" Ily hanya menggelengkan kepalanya
"kenapa gamau?"
"Ily ada ulangan kak, Ily gamau ikut susulan"
Huuffttt... Sean dan Seano hanya menyabarkan diri dalam hati akan kekeras kepalaan adiknya.
"Yaudah kalo gitu, Ily berangkat sama abang biar bisa tiduran di mobil" Ily hanya mengangguk singkat kemudian menggandeng kedua tangan kakaknya untuk turun ke bawah.
"Loh loh .. Ily kenapa sayang??"
"Sakit mom" jawab Sean
"Jangan sekolah dulu aja ,"
"Ada ulangan mom" kini jawaban dari Seano
"Yaudah kalo gitu kalian bekal aja makannya ya, kalian juga belum sempat sarapan"
Setelah selesai mereka bertiga langsung berangkat menuju sekolah...
Ily dengan wajah pucatnya kini turun dari mobil Seano. Seano yang tak tega segera menggendong Ily ala koala .
Ily tak bisa berbuat apa apa selain menyembunyikan wajahnya dalam ceruk leher Seano.
Gilaaa... Seano ngapain Queen tuh?
Queen kamu kenapa?
Sakit deh kayaknya
Seano , lo selingkuhi gue???
Banyak orang berkomentar akan apa yang kini di lakukan Seano. Namun seperti orang tuli , Seano tak memperdulikannya.
Seseorang yang melihat itu geram bukan main. Willy?? Sebenarnya kamu ada hubungan apa dengan kembar Azfary kalian terlalu dekat.
Willy dan twins brother nya masih menyembunyikan identitas Ily. Karena musuh keluarganya berada dimana mana, maka dari itu Ily di sembunyikan dari publik .
Willy itu ibaratkan cahaya bagi keluarga besar Azfary. Karena hanya Willy satu satunya wanita yang berada di keluarga besar Azfary. Tak menutup kemungkinan jika publik mengetahuinya , maka para musuh akan mengincar cahaya itu untuk menjatuhkan Azfary.
Sesampainya di kelas Seano duduk dengan masih memangku Ily yang kini dipangkuannya. Seano mengelus kepala Ily dengan sayang sesekali mengecup kepalanya, tangan yang satunya lagi melingkari pinggang Ily untuk menahan agar Ily tak terjatuh.
Eenngghhh , lenguhan dari Ily membuat Seano semakin Khawatir
"Sayang, kita pulang saja ya" Ily menggelengkan kepalanya .
"No, Queen kenapa?" Tanya Indra ketua kelas XII IPA 1. Semua warga kelaspun terlihat khawatir melihat Ily seperti itu.
"Sakit"
"Dibawa ke UKS aja , atau mau gue izinin buat kalian pulang?"
"tuh... kata Indra aja pulang. Mau?"
"Ga mau abanggg" suara Ily lirih dan serak saat menjawab Seano dan itu membuatnya semakin tak tega.
Tteeetttt
Bel masukpun berbunyi, Ily segera Seano pindahkan untuk duduk di sampingnya.
"Selamat pagi anak anak, hari ini semua siswa masuk?"
"Iyaa bu" jawab Nita sang absensi
"Kita mulai ulangannya"
Willy dengan cepat menyelesaikan soalnya, ia semalam terlalu memaksakan diri belajar sampai begadang setelah bangun dari tidur saat selesai menangis.
20 menit kemudian
Ily berdiri bersamaan dengan dua orang yang berada di sebrang samping kirinya.
Kean dan Sandy
Dengan perlahan Ily bangkit dan menuju ke arah bu Dita untuk memberikan lembar jawabannya.
Satu langkah
Dua langkah
Tiga langkah
Em...pat brruukkk ... di langkah ke empat Ily pingsan dengan hidung mengeluarkan darah.
Seano yang melihat itu langsung bangkit dan akan mengangkat Ily, namun ia terlambat, seseorang telah mengambil alih tugasnya.
Kean
"Lo bawa mobil gue" ucap Kean pada Seano, Seano kini hanya akan menuruti Kean karena ia sedang membawa adiknya.
Seano membukakan pintu belakang dan Kean masuk dengan Ily yang berada di pangkuannya . Dengan segera ia masuk ke dalam mobil dan mengemudikannya menuju rumah sakit terdekat.
Seano mengemudi sambil mencoba menghubungi Sean. Namun tak ada jawaban,
Oh ya!!! Sean sedang ada jadwal olahraga.
Namun salah !!! setelah Seano melihat kaca spionnya ia menemukan seseorang yang sedang menggunakan motor sportnya dengan kebut kebutan kini berada di belakang mobil yang ia tumpangi.
Sean