
Kean tak mengerti dengan keadaan hatinya sekarang ini. Disatu sisi, ia tak ingin melepaskan Ily karena Ily wanita yang lebih pertama mengisi hatinya . Sedangkan Daisy?? Wanita cantik yang telah memberikan Kean segalanya.
Siapa yang harus ia pilih..?? Kean pun mengeluarkan satu batang rokok untuk menghilangkan stres nya. Minus pada sifat Kean bertambah lagi.
Kean terus menghisap rokok itu dengan pikiran yang kembali berkelana pada masa hubungannya dengan Ily. Kean menatap ponsel di tangannya, ia membuka galeri dimana terdapat begitu banyak foto Ily
"Lily, kenapa Keke bisa berbuat jahat sama Ily selama ini, maafin Keke .."
"Kenapa gue bisa khianatin cewek sebaik Ily..." Kean menundukkan kepalanya , ia sangat menyesal karena telah melakukan semua ini.
"Haruskah gue lepas Daisy??"
〰〰〰〰〰
"Gimana rencana kita???" Tanya Sean pada Seano dan juga Tae, kebetulan mereka sedang berkumpul diruang Ily.
"Tetap lanjutkan " ucap Seano yang kini menatap Ily sendu, ia sangat tak tega melihat adiknya sakit seperti ini, di tambah dengan pengkhianatan yang dilakukan Kean.
Seano memikirkan bagaimana sakitnya hati Ily saat mengetahui kalau Kean selingkuh darinya.
Maka dari itu, rencana mereka harus segera terlaksana.
〰〰〰〰〰
Keesokan paginya, Sean dan Seano telah bersih dan wangi. Tae?? Ia masih di kamar mandi. Saat Sean mendekat ke arah Ily , ternyata Ily telah membuka mata serta memberikan senyum lemahnya pada Sean. Dengan segera Sean memencet tombol darurat untuk memanggil dokter.
"Kenapa??" tanya Seano seraya mendekat ke arah brankar dimana Ily tertidur.
"Bang, Ily sadar"
"Syukurlah..." Seano lega , tak lama kemudian dokter datang dengan dua orang suster di belakangnya.
"Keadaan nona Willy sudah membaik, saya harap, lain kali diperhatikan makanan yang akan di konsumsinya ya"
"Iya dok, terima kasih ya" akhirnya sang dokter pergi dari ruangan dan tinggal satu orang suster yang sedang mengganti infusan Ily. Setelah selesai, suster itu pun berpamitan untuk meninggalkan ruangan.
"Bang, kak, Keke mana??"
"Gatau"
"Yahhh... kirain Keke ada disini"
"Sabar sayang mungkin dia kuliah"
〰〰〰〰〰
Di tempat lain...
Hhuueekkkk..... hhuueekkk
Hhuueekk...eengghh
Daisy segera menelpon Kean untuk datang ke apartemennya.
Tuuutt... ttuuttt...
"Hon.. aku mohon kesini... hhuueekkk... akk..aku...huueekk
"....."
"Cepat"
"...."
Tuuutt
"Kenapa nih?? Kenapa bisa begini??"
"Eengghh.. perut gue gak enak gini... hhuueekkk... hhuueekk...
Daisy terus memuntahkan cairan bening dari mulutnya ...
Tak lama kemudian, suara langkah kaki masuk dengan tergesa terdengar mendekat . "Honey, kamu kenapa??" Tanya Kean panik melihat kondisi Daisy yang begitu pucat. Daisy hanya menjawab dengan gelengan kepala saja, Daisy pun kembali muntah dan Kean segera memijat tengkuk Daisy.
Daisy tak mengerti kenapa dengan tubuhnya, ia merasa pusing, lemas, dan juga mual.
Akhirnya, Kean memutuskan untuk membawa Daisy ke rumah sakit tempat dimana Ily dirawat.
〰〰〰〰〰
"Siap??"
Sean dan Tae menganggukkan kepalanya . Mereka keluar dari ruang rawat Ily karena Ily kini kembali tertidur setelah meminum obatnya. Mereka berjalan menuju lobby rumah sakit , namun langkah mereka langsung terhenti karena tak lama kemudian terdengar brankar yang melaju memasuki ruang UGD , itu Daisy??
"Eh eh.. itu tuh.. itu bukannya si Daisy ya??" Ucap Sean pada Seano dan Tae.
"Eh iya.. kok dia disini??"Seano bertanya tanya.
"Mendingan kita selidiki" Tae pun ikut menyahutinyam
"Ayo"
Mereka bertiga berjalan mengendap agar tak ketahuan, namun tingkah mereka yang seperti itu membuat beberapa orang yang melewati mereka menahan tawa karena melihat kekonyolan mereka.
Kean duduk dengan gelisah, hingga dokter keluar dari ruangan dan melangkah menuju Kean.
"Keluarga nona Daisy"
"Saya dok"
"Anda siapanya??"
"Saya pacarnya dok"
"Oh iya, saya mengucapkan selamat pada anda"
Sean , Seano dan juga Tae langsung menajamkan pendengaran mereka.
"Nona Daisy hamil"
Deg!!!
Mereka bertiga langsung saling bertatapan dengan wajah yang tak terbaca. Hamil??? Hamil?? Daisy hamil?? Anak Kean??
Kean yang mendengar itu hanya shock tak percaya. Bagaimana ia bisa kecolongan hingga membuat Daisy hamil. Ini tak boleh, ini tak boleh... Kean panik, ia tak ingin mengecewakan keluarganya.
"Aaarrgghh... gue harus gimana???"
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mendengarkan semua pembicaraan dokter dengan laki-laki dihadapannya, ia hanya bisa memberikan senyum tipis miliknya . Air mata yang kini ikut menetes membasahi pipi putih mulusnya karena sudah tak bisa terbendung lagi.
"Ini kah rasanya kecewa?"
.
.
〰〰〰〰〰
Vote dan Komentar kalian selalu aku tunggu lohh 😉😉😉😉