
Matahari telah terbit, banyak orang yang mulai melakukan aktifitasnya. Begitu pun dengan Kean yang kini telah berada di dapur untuk membuatkan Daisy sarapan pagi. Kean selalu berharap agar Daisy tetap nyaman bersamanya.
Sarapan selesai, kini waktunya Kean membangunkan Daisy yang masih tertidur dibalik selimutnya. Kean memasuki kamarnya dengan langkah santai.
Puk puk puk, Kean menepukan tangannya ringan pada pipi Daisy .
"Hon, bangun"
"Eemmhh..."
"Bangun honey, kita sarapan, aku udah buat pancake coklat buat kamu"
"Hmm.. five minutes please..."
"No... wake up , Now!!"
"Ck.. okey okey... i'm wake up" Daisy pun terbangun dengan wajah menggemaskan menurut Kean. Dengan segera Kean mencubit pipi Daisy.
"Aawwwssh.. sakit Hon..."
"Ya habisnya, kamu gemesin banget sih" Daisy mengerucutkan bibirnya kemudian ia segera berlari ke kamar mandi tanpa memikirkan keadaannya yang masih telanjang bulat di hadapan Kean.
"Ck... masih pagi udah bikin horny aja ... Daisy ... Daisy.." Kean pun keluar kamar dan segera duduk di meja makan .
"Morningggg" teriak Daisy yang kini telah siap dengan setelan kuliahnya.
"Morning too, ayo sarapan dulu "
"Okey.. waahhh.. kayaknya enak nih"
"Pastinya donggg"
Setelah mereka makan bersama akhirnya mereka memutuskan untuk segera pergi ke Kampus. Kean dan Daisy menaiki mobil sport milik Kean.
〰〰〰〰〰
"Siap???"
"Yup.." ucap Tae pada Seano
"Sean sama Ily mana??"
"Gak tau" akhirnya yang ditunggu pun datang.
"Morninggggg semuanyaaaa" cup cup cup. Ily mengecup bibir Sean dan Seano, itu sudah biasa, tapi berbeda dengan Tae yang kini terdiam karena ia pun mendapat kecupan pada bibirnya.
Tak lama kemudian, senyum mengembang dari wajah Tae begitupun dengan pipinya yang memunculkan semburat merah muda.
"Siap??" Ucap Sean pada Ily
"Ia dong, Ily kan mau ketemu sama Keke"
"Okey.. ayo sarapan dulu" ucap Tae dan memberikan Ily roti isi padanya.
Sean dan Seano pun memakan sarapannya dengan tenang karena mereka memesan pancake dan juga salad.
Ily siap dengan pakaian yang membuatnya manis. Tae?? Dia hanya memakai celana jeans hitam , kaos, serta jaket hoodie nya. Twins ?? Mereka memakai baju berbeda namun jaket yang sama dan berbeda warnanya saja.
Ily akan bersama dengan Seano seperti dalam rencana ketiga laki-laki posessive Ily. Tae dan Sean?? Sangat jelas akan memakai motor sport nya.
〰〰〰〰〰
Kean dan juga Daisy telah sampai di kampus . Mereka langsung melesat ke kantin karena Miko dan juga Dino sedang menunggu mereka.
Suara pekikan dari para wanita langsung terdengar begitu Sean dan juga Tae sampai dan membuka Helm mereka, Seano dan Ily?? Mereka akan datang terlambat karena itu masuk bagian dalam rencana mereka.
"Kita kemana dulu nih??" Tanya Tae pada Sean.
"Langsung kantin aja, kayaknya mereka disana"
"Ready??" Tae bertanya pada Sean tanpa menatapnya,dan dibalas dengan seringai dibibir Sean serta mata tajamnya .
"Go"
Mereka berdua melangkahkan kakinya dengan langkah tegasnya. Dan, GOTCHA!!!.
Itu mereka
Sean dan Tae mendekat . Mereka sempat melihat bagaimana Kean mencium pipi Daisy dan merangkul pinggang wanita itu.
Prok
Prok
Prok
Semua yang ada di kantin terdiam dengan mata terpusat pada dua pria yang memiliki ketampanan di atas rata-rata telah berdiri di samping meja Kean and geng.
"Ketemu lagi kita Kean" ucap Sean pada Kean yang kini terdiam kaku.
"Oh ya, kemarin kita belum kenalan, nama gue Sean Rude Azfary , lo?"
Azfary?? What the... dia orang kaya
Daisy memberikan senyum manisnya pada Sean yang kini sedang mengulurkan tangan padanya.
"Hallo, gue Daisy Angelica" Sean pun memberikan senyum memikat yang selalu di sembunyikannya.
"Gue Ryeon Tae, " ucap Tae dengan nada ketusnya.
"Oh ya, Daisy, lo siapanya Kean??"
Deg, Kean hanya terdiam saat mendengar pertanyaan dari Sean pada Daisy.
"Oh ya??? Wahhh.. sayang sekali" nada Sean melemah dengan wajah ditundukkan. Bukan karena menyesal tak bisa mendapatkan Daisy, melaikan menahan amarahnya agar rencana akan tetap berjalan.
Daisy melihat respon Sean menjadi bimbang , apakah Sean menyukainya?? Kalau benar , ia tak akan melewatkan kesempatan ini.
Daisy pun melepas rangkulan Kean pada pinggangnya, karena Daisy melihat Sean seperti menahan amarah saat ia bersentuhan dengan Kean.
Sean cemburu sama Kean?? - batin Daisy
Mimpi -____- author
"Kalian kayaknya deket banget ya??"
"Wahhh... jangan ditanya lagi itu mah , gue pernah pergokin mereka lagi berci*** di kamar si Kean hahahaha..." ucap Miko yang tanpa ia tahu bahwa kata katanya membuat Sean dan juga Tae semakin marah.
"Okey Ryeon , gue udah gak tahan lagi" dengan segera Sean dan juga Tae bangkit dari duduknya. Saat akan meninggalkan tempatnya ...
"Tunggu... " Sean di tahan oleh Daisy
Got you!!
"Kenapa??" Tanya Sean pada Daisy, sedangkan Kean?? Ia bingung dengan tingkah Daisy yang seolah tertarik pada Sean.
"Udah disini aja, masih ada tempat kosong tuh" Sean menatap ke arah Tae yang menganggukkan kepala. Mereka kini duduk seraya mengobrol.
〰〰〰〰〰
Seano dan Ily kini berada di minimarket, Seano meminta Ily mengantarnya untuk membeli beberapa cemilan untuk dimakan nanti malam . Tanpa di duga,
"Kakkkhhh... " Ily memegang erat jaket yang di gunakan oleh Seano hingga Seano berbalik ke arah Ily.
"Ada ap..."
Hhueekkkk...nnghhh
Bbrruugghhh , belanjaan yang berada di tangan Seano jatuh dan tercecer, dengan cepat ia menggendong sang adik menuju mobilnya.
"Mas, nanti saya kembali buat ganti rugi"
"Iya mas" penjaga toko pun ikut panik melihat Ily .
Ily muntah darah , nafasnya yang sesak membuat Ily tak bisa bernafas dengan baik . Seano?? Jangan ditanya lagi kekhawatirannya.
"Dek, kuat... kamu harus bertahan..." kini Ily mencengkram kuat jaket pada lengan Seano menandakan ia tak kuat lagi... hingga akhirnya pegangan itu terlepas dan kesadaran Ily menghilang.
"Dek.. adek.. bertahann...." Seano panik , ia tak bisa menghentikan air mata yang keluar begitu saja. Ia dengan segera menelpon Sean.
〰〰〰〰〰
Krriinggg kkrinng
Seano?? - batin Sean
"Hallo"
"Kak, ke rumah sakit"
"Ada apa bang?? Kenapa??"
"Ily.. ily... ahhh.. "
"Sabar .. lo tenang lo pasti lagi di jalan kan??"
"Iya.. hiks..."
"Bang.. kenapa???" Tanya Sean yang ikut panik karena mendengar abangnya menangis.
"Ily kambuh"
"Apa???? RS mana??"
"RS xxxx " Dengan Segera Sean bangkit dari duduknya.
"Kenapa??" Tanya Tae yang ikut panik.
"Ily masuk rumah sakit"
"Apa???" Mereka akan pergi
"Tunggu!!!" Sean dan juga Tae berhenti.
"Kita ikut" ucap Daisy dan dibalas anggukan oleh Sean.
Akhirnya mereka pun pergi ke rumah sakit dimana Seano membawa Ily.
Kenapa jadi seperti ini.... -batin Sean
Gue harap lo baik baik aja Queen - Tae
Kamu kenapa Lily?? Jangan buat aku khawatir - Kean
〰〰〰〰〰
Naaahhhhh udah aku kasih up lagi nih.. semoga kalian suka yaaaa 😁😁
Kasih komentar dan Vote kalian teman -teman aku tunggu looohhhh
Besok mau aku kasih up berapa part??
Selalu VOTE , COMMENT , Dan SHARE yaaa...