
Akhirnya setelah mendapat keputusan dari rumah sakit, Ily langsung menghubungi Tae untuk meminta sang suami menjemputnya.
Sambil menunggu, ia akan pergi ke kantin untuk membeli makan siangnya. Ia sadar bahwa ia telah melewatkannya karena sekarang waktu menunjukkan pukul 3 sore .
Dengan cepatnya Ily memakan roti yang ia beli sambil berjalan duduk ke tempat duduk yang sudah tersedia.
"Aduhhh.. harus cepet abis nih.. jangan sampai ketauan Tae kalo Ily telat makan"
Sesuap lagi
Cup
"Sayang" Ily melirik ke arah samping dimana pipinya dikecup. Dan disinilah, Tae dengan jas hitam yang masih melekat pada tubuhnya.
"Hai Tae, sudah makan?" Tae mengangguk "sudah"
"Kamu baru makan sweetie??" Tanya Tae dengan lembutnya.
"Hehehe... maaf yaa... habis Ily gugup , takutnya pas Ily makan , dan saat itu juga giliran Ily yang di panggil"
"Huuffftt tapi kan gak sampai lupa makan juga sayang"
"Iyaaa .. maaf ya Tae" Ily menundukkan kepalanya menyesal, ia jujur pada Tae bahwa ia belum makan, karena ia takkan pernah berani berbohong pada siapapun.
Tae mengelus surai indah sang istri , membuat sang empunya mendongak.
"It's okey Queen... gimana kalo kita ke restoran?? Kita makan dulu ya??"
Ily menganggukkan kepalanya seraya berdiri mengikuti Tae dan merangkulkan tangannya pada lengan Tae. Setelah sampai dan memesan makanan, mereka sedikit mengobrol ringan hingga pesanan mereka datang.
"Tae gimana kerjaannya??"
"Baik, besok aku akan rapat sayang, dan pasti akan pulang agak telat"
"Hm... gapapa Tae" ucap Ily dengan senyum di bibirnya.
"Kalau kamu gimana??" Tae bertanya seraya mengelus sudut bibir Ily yang terdapat saus, Kemudian mencecapnya.
"Ily... " Ily berbicara dengan sorot sendunya.
"Kenapa sayang?? Coba cerita"
"Ily .. hiks...
"Hey heii.. ssttt jangan nangis, gapapa gak di terima juga, Queen kan pintar, pasti banyak yang mau terima kerja kamu Queen.." Ily memukul sedikit keras pada punggung Tae yang membuat Tae meringis.
"Ssshhhhh... kenapa malah pukul aku sih???"
"Ihhh Taeeeee , Ily tuh belum selesai bicara tauuuu"
"Oohhh ... terus apa dong??,"
"Ily DITERIMAAAA!!!!! Yeaaayyyyy"
"Wahhhh... selamat ya my Sweetie .... Queen ku ini memang paling hebat, I love you sayang"
"I love you too my husband" cup , dengan nakalnya Ily mengecup Tae terlebih dahulu .
"Wahhhh kamu mulai nakal ya???"
"Hehe.. gapapa dongg"
"Iya iyaaa... " akhirnya mereka kembali melanjutkan makan mereka yang sempat tertunda, sesekali Tae menatap ke arah Ily yang terus tersenyum saat menatap matanya.
Seseorang dari kejauhan menatap Ily dan Tae dengan rasa penuh harap.
Ya ia berharap agar mereka bersedia.
"Selesai" pekik Ily senang.
"Yuk kita pulang" ucap Tae sambil menatap indah ciptaan Tuhan di hadapannya kini.
"Iya ayo, eh.. tapi bukannya ini masih jam kantor ya??"
"Sekarang masih belum aktif Queen, besok kita mulai aktif kerjanya" Ily mengangguk tanda mengerti.
Akhirnya mereka pun meninggalkan restoran itu, tanpa mereka sadari bahwa seseorang itu mengikuti dari belakang .
Kediaman Azfary
"Mommm.... mommy???"
"Dapur sayang"
Ily pun berlari kecil untuk mendekat ke arah sang mommy.
"Lagi bikin brownis... Ily mau??"
"Pasti mau dong mommm...." Ily memeluk nyonya Kim dari belakang
"Ily sayang mommy"
"Mommy juga sayang Ily"
Tae yang melihat keakraban ibu dan anak itu hanya tersenyum sambil melipat tangannya .
"Aku gak di ajak nih???" Ucap Tae sambil mendekat.
"Eh Ryeon , sini Nak"
Akhirnya mereka berpelukan.
Diluar sana
"Kamu mampu, kamu baik, kamu pasti bisa menjaganya suatu hari nanti"
Akhirnya seseorang itu meninggalkan kediaman Azfary, namun dari arah berlawanan sebuah mobil melaju dengan kencang, tanpa aba aba mobil itupun menabrak tubuh rapuh seseorang itu.
Bbrraaakkkk, Kecelakaan yang menyebabkan seseorang kini terkapar berlumuran darah sekujur tubuhnya di pinggir jalan. Sang pengemudi kabur tanpa turun dari mobilnya.
Ily, Tae , nyonya kim bahkan para pembantu yang mendengar suara keras itu langsung berlari keluar untuk melihat keadaan diluar sana
"Astagaaaa...." Ily langsung menghampiri seseorang itu.
"Apa anda baik - baik saja??" Seseorang itu menggeleng lemah , kemudian tangannya menggenggam tangan Ily walau tak ada tenaga lagi, seseorang itu ingin meminta permohonan.
"Tolong , jaga dia"
"Siapa?? Apa yang harus Ily lakukan?" Tanya Ily panik, Tae sudah menghubungi ambulance.
"Tolong jaga anakku" seseorang itu membawa tangan Ily pada perut wanita yang kini bisa dipastikan usia kandungannya sudah 9 bulan.
"Anda pasti bisa bertahan nyonya"
Wanita itu menggeleng lemah seraya tersenyum , namun yang Ily lihat, senyuman itu menggambarkan kerapuhan yang selalu ia tutupi.
"Kenapa Ily??"
"Karena kamu pasti mampu"
"Saya mohon, tolong jaga dia, sete.. telah.. 20 tahun... da..ttaanglah ke alamat iii.nii" wanita itu menyerahkan selembar kertas kecil yang telah tergulung oleh pita merah
"Saya mo..hon"
"Tuan... " ucap wanita itu kini menatap Tae dengan mata sendu, matanya mulai tak fokus.
"Kami akan menolong anda nyonya" ucap Tae dengan sangat yakin.
"Boleh kutahu namanya??" Sambung Tae bertanya.
"Sakha Geandra" setelah mengucapkan itu, ambulance pun datang , dengan segera wanita itu di angkat dan dilarikan ke rumah sakit.
"Apa kalian yakin??" Tanya sang mommy.
"Ily yakin mom, Ily akan usahakan untuk bisa menjaga Sakha nanti."
"Ya mom, kami akan melakukan yang terbaik, kami akan menganggapnya sebagai anak kami sendiri."
"Baik kalau begitu, mommy dan juga semua keluarga selalu mendukung apa keputusan terbaik kalian."
Ily dan Tae berpelukan.
"Kita akan mempunyai anak Tae" ucap Ily senang
"Ya.. walaupun bukan kandung, tapi kita harus tetap menjaganya" Ily menganggukkan kepalanya seraya tersenyum bahagia karena mendapatkan laki-laki yang memiliki kasih sayang yang begitu besar.
"Kita harus menyusulnya"
"Iya , ayo Tae"
"Iya sayang, mom, kami pamit ke rumah sakit"
"Iya.. hati hati sayang"
〰〰〰〰〰
Wahhh.... kira kira Sakha Genandra itu seperti apa yaaa??? 😁😁😁
Penasaran gak nihh???