
Flashback on
Daisy di bawa ke rumah sakit oleh Kean, ia khawatir , ya... khawatir akan keadaan sang anak bukan istrinya.
Dengan segera , Kean membawa Daisy ke ruang UGD untuk mendapat penanganan.
"Dok ... tolong selamatkan anak saya, bagaimana pun keadaannya"
"Tap..."
"Pokoknya anak saya harus selamat ... saya tak peduli dengan wanita itu"
Tanpa Kean sadari, ucapannya terdengar oleh Daisy yang masih samar bisa mendengar apa yang Kean ucapkan.
Hatinya sakit
Tentu saja
Wanita mana yang tak sakit saat laki- laki yang dulu selalu ada untuknya kini tak menginginkannya kembali.
Setelah percakapan itu, dokter langsung membawa Daisy ke ruang operasi , Kean menunggu dengan cemas.
"Kamu harus selamat baby... papa butuh kamu..." Kean terus merapal kan kalimat tersebut.
Di dalam ruang operasi dokter dengan segala kemampuannya berusaha untuk memberikan hasil yang memuaskan .
Dan
Oeeekkk... oeeekkk....
Tangisan itu membuat semua orang yang berada didalam ruang operasi mendesah lega, dan....
"Dok.." lirih Daisy memanggil sang dokter.
Dan saat di sadari bahwa pasien memanggilnya, dengan segera sang dokter mendekat.
"Lakuk..an ap.a yang s.sua.mi ssaya minta"
"Tapi, nyonya"
"T.tolon..ngh.. sembun..nyi kan"
Dokter tau apa yang dirasakan Daisy saat ini , karena ia juga seorang wanita.
"Saya akan membantu nyonya... "
"Terima kasih, namaku Daisy panggil saja Dai... "
"Iya.. saya Elena... kamu bisa tinggal bersamaku Dai ."
"Terima kasih Elena"
Setelah semua perbincangan mereka, Elena mengabarkan jika Daisy meninggal karena pendarahan .
Kean??
Ia tak peduli sama sekali, ia langsung pergi dan melihat keadaan putrinya
〰〰〰〰〰
2 tahun kemudian...
"Elena aku akan kembali..."
"Apa kamu yakin Dai?"
"Ya... aku ingin membalaskan demdam ku El, aku tak terima jika wanita itu bahagia sedangkan aku disini menderita"
"Aku akan selalu mendukungmu Dai"
"Thanks El..."
Daisy menatap anak kecil yang kini berada di hadapannya dengan wajah marah . Ia melihat senyum dari mereka yang membuat hatinya semakin mendidih.
Daisy mengikuti kemana mereka pergi... hingga.
"Anak itu...." seringai tipis muncul di bibir tebal seksi miliknya.
Ia melihat anaknya kini sedang bermain sendiri , dengan segera ia mendekat.
"Hai..."
Nabila mendongak..
"Allo.."
"Iya.. ateu capa?"
"Hey .. Nabila.. ini moma"
"Moma?"
"Iaa... Moma Nabil... Nabila mau kan ikut sama moma??"
"Mau.. mau.. Nabil au ikut"
"Tapi .. bagaimana dengan mommy Ily Nabil?"
Jangan tanyakan dari mana sumber informasi yang Daisy dapatkan , ia mempunyai El yang siap siaga membantunya.
"Em.. ommy tetep cayang Nabil kok"
"Yakin?? Mommy Ily kan sebentar lagi punya baby. Pasti Nabil bakal dilupain sama mommy ily"
"Maca cih?? Api, ata ommy, ommy atan tetep cayang Nabil kok moma"
"Engga sayang, itu bohong, bagaimana kalo moma kasih tau cara agar Nabil tetap dapat kasih sayang mommy Ily"
"Dimana (gimana) moma... Nabil au tau"
"Tusukkan ini pada perut mommy Ily dengan kuat dan dengan begitu Nabil pasti akan jadi nomer satu yang dapat kasih sayang mommy Ily"
"Benal kah?? Tapi..." ucap nabil seraya membalik balikkan pisau yang di berikan Daisy.
"Iya dong... pokoknya, setelah Nabil melakukan itu semua, Nabil akan tinggal dengan moma.. setuju? "
"Cetuju.. nabil au cama moma"
Daisy memeluk Nabil untuk menyembunyikan senyum puas nya
Dan....
Hal itupun terjadi
Flashback off
〰〰〰〰〰
"Hentikan ini si****..!!!" Teriakan itu begitu menggema di rumah yang lumayan besar untuk di tempati satu keluarga.
"Ke.. Kean..." cicit Daisy melihat amarah dimata Kean , Ia takut, namun semuanya sirna karena ia berfikir untuk kuat kali ini.
"Pa..pa .." brruuukkk.. tubuh itu kini tergeletak pingsan karena tak bisa menaham rasa sakit yang ia rasakan sekarang.
"Apa yang kau lakukan pada anakku wanita jala**!!!!" Teriakan itu begitu keras
"Cih... orang gila datang kembali, sudah puas kah tidur di rumah sakitnya.???"
"Gue tau busuknya lo Jala**... lo kan yang selalu suntik infus gue biar gue gak sadar sadar?"
"Hahahaha.... ketauan ya?? Kalau ia itu gue? Lo mau apa??" Hahaa... tawa itu sungguh menyeramkan...
Wanita itu psikopat
Wanita itu gila
Wanita itu... harus ia musnahkan dari bumi ini...
Kean tersadar akan Nabila yang kini tergeletak pingsan di lantai.
Dengan cepat , ia membawa Nabila ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.
"Peri kecil papa pasti kuat... Nabil pasti kuat... tahan ya sayang..."
Kean meninggalkan Daisy begitu saja sambil membawa Nabila bersamanya.
"Lo akan masuk dalam target gue Kean..."
〰〰〰〰〰〰
Cukup jelaskah kenapa Daisy masih hidup? yang sebelumnya dinyatakan sudah tiada...
Bagaimana sikap Kean setelah sadar dari komanya akibat serangan dan juga tusukan dari Sean juga anak buahnya?
Akankah Ily dan Tae masih menerima nabila untuk tetap tinggal bersama mereka?
Yukkk tebak tebak.... siapa tau jawaban kalian menjadi inspirasiku untuk part selanjutnya
Tbc.