
Ily dan Tae langsung masuk ke dalam rumah dengan wajah riang mereka. Tangan yang saling bertautan membuat tanda tanya besar bagi Sean dan Seano.
"Sean... Seano.. ada hal yang mau gue sampaikan, bisa kita ngobrol dulu?"
"Waduh.. serius nih kayaknya, yuk" ajak Sean yang kini mendahului mereka untuk duduk di sofa.
Setelah semuanya duduk, dengan tenang Tae memperlihatkan jari mereka yang kini telah terpasang cincin couple .
"Maksudnya??"
"Ekhm.. Saya , Ryeon Tae , dengan resmi meminta izin kepada kalian berdua selaku kakak dari Queen untuk menikahinya.".
"What???.." pekik Sean
"Apa???" Seano pun terkejut bukan main.
"Lo jangan main main Ryeon"
"Saya tidak bermain main, saya serius ,maka dari itu saya melamarnya sejak kini agar Ily tak bisa dimiliki laki-laki lain"
Sean dan Seano saling bertatapan, kemudian kedua halis mereka naik turun menandakan sesuatu.
"Kita setuju" ucap mereka dengan kompaknya membuat Tae dan Ily memekik senang.
"Tapi gak nikah sekarang kan??" Ucap Sean yang masih belum bisa melepas Ily jauh darinya.
"Em.. rencananya saya akan melamar Queen setelah lulus kuliah, saat ini mungkin kita hanya mengadakan pertunangan"
"Okey.. kita harus hubungi kedua keluarga kita" ucap Seano sambil mengeluarkan ponselnya begitupun dengan Tae yang langsung mengeluarkan ponsel untuk menghubungi sang mama.
"Hallo??"
"Hai mom, how are you today?"
"Fine son, ada apa sayang??"
"Mom , ada kabar gembira dari adik kita" ucap Seano seraya menjauh dari yang lain.
"Oh yaaa?? Kabar apa itu??"
"Ily dilamar mom, kita juga sudah kenal dekat sama calonnya"
"Benarkah??? Wahh.. mom harus siap siap buat kesana, eh, tunggu bang, emang siapa calonnya??"
"Itu loh mom, Ryeon Tae, teman kita selama disini"
"Ahhhh Iya mom tau, mom pasti akan beritahu dad juga . mom sangat rindu kalian"
"Kami juga rindu mom"
"Hufftt.. yasudah , kalo gitu abang tutup ya mom"
"Ia sayang"
"I love you mom"
"Love you too son"
Setelahnya Seano mematikan ponselnya dan kembali keruangan dimana semua berkumpul.
Setelah menghubunginya Seano berjalan ke arah Ily. Dengan tiba-tiba Seano memeluk erat Ily.
"Kamu sangat beruntung dek.. semoga kalian tetap saling mencintai dan juga langgeng dalam hubungan kalian berdua , saling menjaga dan mencintai hingga maut memisahkan"
"Terima kasih abang, Ily pun akan selalu mendoakan yang terbaik untuk abang dan juga kakak" cup Ily mengecup pipi sang abang sangat lama.
Melihat sang abang yang memeluk adiknya, Sean pun tak ingin kalah , dengan segera ia memeluk Ily dan juga Seano.
"Kenapa kalian peluk peluk ga ajak kakak sih???" Seano mendengar rajukan dari Sean, namun ia hiraukan dengan terus memeluk Ily.
Tae melihat kebahagiaan dan juga kasih sayang dari pancaran mata mereka . Ia sangat beruntung karena bisa masuk kedalam keluarga Azfary.
"Aku akan selalu berusaha untuk melindunginya. "
〰〰〰〰〰
Ting tong
Ting tong
"Ck, kak, bukak kak". Ucap Seano yang masih serius menonnton.
"Abang aja ah..."
"Ishhh.. lagi nanggung ini... cepet sana buka dulu" ucap Seano pada Sean, namun Sean melemparkan perintahnya pada Ily.
"Adek aja ah bang"
"Ihh.. gamau, Ily takut"
"Gapapa, gih sana"
Ting tong
Ting tong
"Tuhh bunyi lagi, gih sayang buka dulu"
Dengan terpaksa Ily bangkit dari duduknya untuk membukakan pintu rumah mereka.
Perlahan
Semakin mendekat
Ily kini sudah berada di hadapan pintu itu, namun belum ia buka.
Tok tok tok, Ketukan pintu yang membuat ia terkejut dan dengan cepat ia membuka pintu rumahnya.
"Aaaahhhhhhhhh..." teriak Ily sangat kencang , membuat Sean dan Seano langsung berlari menghampiri Ily.
Ternyata , saat Mereka telah sampai, mereka langsung mendatarkan muka mereka saat Ily sudah berada di pelukan orang dihadapannya.
"Miss you so bad sweetie..."
"Miss you too mommy"
"Ckck.. kirain ada apa.." ucap Sean sambil menggelengkan kepalanya.
"Kalian tidak rindu mommy??"
"Rindu doonnggggg" ucap Sean dan Seano berbarengan yang langsung berlari memeluk sang mommy karena Ily telah berpindah pada pelukan sang daddy.
〰〰〰〰〰
"Mom dengar ada yang dilamar yaaa???"
"Ekhmm.. ekhhmm.." deheman dari sang Dad dan ucapan dari orang tuanya membuat wajah Ily memerah menahan malu.
"Hihi... iyaa, Itu Ily mom" ucapan Ily dengan lucunya dengan dua tangan yang masih menangkup kedua pipinya.
"Kami memberi Restu untuk kalian" Ily yang mendengar itu sangat terkejut sekaligus bahagia.
"Terima kasih mom , dad, abang , kakak, Ily sangat sayang kalian"
"Ya adek... kami pun selalu menyayangimu"
Mereka berpelukan bersama
〰〰〰〰〰
Hallo hallo... aku up nih... ditunggu tunggu gak sih???
Semoga kalian suka yaaa.... untuk part selanjutnya semoga bisa up malam ini.. kalo enggak sekarang, akan aku up besok pagi okeyyy.. 😁😁😁😁
Happy Reading😘😘