
Setelah dua hari Ily tersadar , Ily kini dibolehkan untuk pulang . Dengan langkah riangnya ia segera masuk ke kamar tercinta dengan kamar yang dipenuhi boneka Minion.
Sean dan Seano yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepala mereka, karena mereka juga tahu kalo adiknya itu pasti sangat bosan di rumah sakit.
Mereka berdua menyusul Ily ke kamarnya dan ternyata adiknya sedang tiduran di atas kasurnya.
"Seneng banget sihhhh adeekkk" Sean ikut menelungkupkan badannya pada kasur Ily dan posisinya berada di samping kiri Ily , begitupun Seano langsung tidur memiringkan badannya dan memeluk Ily dari samping dan mengendus ceruk leher Ily yang terekspos karena rambut Ily yang di cepol satu.
Ily hanya tertawa kecil karena kegelian akibat dari ulah sang abang, tawanya kian meledak saat Sean pun menelungkupkan kepalanya diatas badan Ily serta menggerakkannya dan itu membuat Ily kegelian.
"Hahahha.... abang kakak... stop. Ini ..geliii" mereka berdua tak berhenti hingga suara ponsel dari Sean berbunyi.
Sean menjauh dari Ily yang masih tertawa karena Seano.
Setelah melihat ID caller yang tertera pada layarnya, ternyata itu adalah sahabatnya Darian Sammy Aston. Sahabatnya ini sudah tahu Ily dan bisa dipastikan bahwa Darian masuk ke barisan laki laki posessive yang melindungi Ily. Walau tak memiliki darah yang sama , tapi tetap saja , Darian menyayangi sang adik dari sahabatnya.
"Hm?"
"Ck, gue telpon tuh tanyain kabar atau apa kek"
"Gak penting"
"Gue mau balik ke sana"
"Kenapa??"
"Ck.. gue bosen disini , ga ada Queen gue,"
"Perlu gue perjelas kalo Ily itu milik gue "
"Gak perlu lah, gue juga tau... tapi kan Queen udah masuk dalam prioritas hidup gue"
"Serah lo, kapan balik?? "
"besok, gue mau bikin kejutan buat Queen, lo jangan kasih tau dia ya"
"Hm, hati hati lo di jalannya"
Akhirnya panggilan pun diakhiri sepihak oleh Sean. Karena Sean merasa geli akibat perhatiannya pada sahabatnya sendiri.
Saat membalikkan badannya , ia kini melihat Ily dan juga Seano yang tertidur. Sean mendekat ke arah mereka yang telah terlelap tidur. Saat ia juga membaringkan tubuhnya dengan cepat Ily naik ke atas tubuh Sean, memeluk serta kedua tangan Sean hingga ia tak bisa bergerak.
Seano yang sudah melihat keadaan Sean seperti itu, ia langsung menggelitiki Sean.
*Hhahah.. hahahah
Ssttooppp
Sttoppp
Hahahah.
Hahahahaha*
Ternyata pintu kamar Ily tak tertutup dengan rapat . Kedua orangtua mereka melihat pemandangan yang begitu membahagiakan hatinya.
"Mereka tumbuh dengan baik sayang"
"Ya, itu juga berkat kamu , mommynya honey"
"No.. itu berkat kita sayanggg" sang istri mengelus lengan kekar suaminya .
〰〰〰〰〰
Keesokan harinya,
"Ily ... kamu mau sekolah???" Sang mommy kaget karena Ily telah siap dengan baju seragamnya.
"iya dong mom, Ily udah kangen Sekolahan pengen cepat belajar, kalo enggak , nanti Ily kalah sama Ivan"
"Ivan? Siapa sayang??"
"Ohh ituloh mom , yang ikut aksel sama Ily"
"Ohh dia juga aksel" jawab mommy dan Ily hanya mengangguk membenarkan.
Seano dan Sean telah bangkit, dan dengan cepat Ily menyelesaikan sarapannya setelah itu berpamitan.
Ily berada dimotor Sean. Dengan memeluk erat Sean Ily bernyanyi dengan riang, dan Sean pun mengikuti setiap nyanyian Ily.
Sesampainya di sekolah, ternyata Sean dipanggil ke ruang BK, entah ada apa ia tak tahu.
Tak berapa lama seseorang menyapanya.
"Hai Ily"
"Hallo kak Kean"
"Bareng ya, kakak antar ke kelasnya" Ily mengangguk lagi, seakan teringat akan pertanyaannya yang belum terjawab ia kembali menanyakannya pada Kean.
"Kak, kakak belum jawab pertanyaan Ily waktu di rumah sakit loh"
"Ituloh... kenapa kakak cium Ily di bibir?"
"Ohh.. e..emm..em itu karena...." jawaban Kean menggantung lagi dan menatap syok pria di depannya.
"Queen...." Ily menolehkan kepalanya ke belakang dan disana , seseorang dengan membawa boneka minions kesukaan Ily melambaikan tangannya , Dan itu yang membuat Ily memekik kesenangan dan langsung berhambur memeluk seseorang itu...
"Miss you so much"
"Miss you too Prince"
Kean yang melihat itu,?? Bagaimana perasaannya??
Kean melihat dengan jelas pelukan Ily dengan laki laki yang kini bersamanya. Kean menahan makiannya pada cowok yang kini telah memeluk wanita kesayangannya.
Ada apa dengan cowok itu??? Main peluk aja , gue aja gak berani .
"Kak kenapa baru pulang?? Ily kangen sama kakak tau" Ily menahan air matanya agar tak jatuh.
"Iyaaa maafin kakak ya.. kakak juga jarang hubungi Queen, yang penting sekarang udah disini kan?? Sama Queen."
"Iyaa kakak , mau peluk lagi boleh ??"
"Boleh donnggggg..." Darian merentangkan tangannya namun dengan cepat Kean menghadang di antara mereka hingga akhirnya Kean yang di peluk oleh Ily.
Nyaman
Itulah yang dirasakan oleh Kean. Banyak yang melihat kejadian itu, Seano yang sempat tertinggal oleh Ily pun kini berada di belakang Kean dan juga Darian. Dengan langkah cepat Seano menghampiri Kean dan langsung melepas paksa pelukan Kean dan Ily.
"Lo...."
"Apa?? Ngapain lo ambil kesempatan peluk Ily"
"Ck.. emang lo siapanya Ily sih sampe ngatur ngatur hidup Ily"
"Penting buat lo?"
"Yaiyalah... lo tuh selalu ganggu moment gue kalo lagi sama Ily, kalo gak lo pasti saudara kembar lo yang ganggu gue"
"Lo gak tau apa apa tentang Ily, jadi, lebih baik lo cari tau terlebih dahulu seluk beluknya sebelum lo suka sama seseorang" setelah mengucapkan itu Seano segera menarik Ily pergi dari sana.
"Lebih baik lo mundur dari sekarang , lo udah jelek dimata Sean Seano"
"Apa mereka penting buat Ily??"
"SANGAT" Darian segera meninggalkan Kean yang mengepalkan tangannya
Sean dan Seano orang penting??
Sebenarnya siapa mereka?? Siapa Ily ??
Dengan segera ia menelpon orang suruhannya untuk mencari data Ily.
〰〰〰〰〰
Dikelas ternyata sudah dipenuhi para murid. Dan yang membuat mereka heboh, Darian sahabat dari Sean dan Seano datang kembali. Stock cogan mereka bertambah.
Bel pun berbunyi membuat semua siswa dan guru yang mengajar masuk kelas .
"Pagi anak anak,"
"Pagi buuuu..."
"Hari ini kita kedatangan murid lama kembali baru heheh.. ayo masuk Darian"
Darian masuk kedalam kelas dan mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru kelas. Dan saat bersitatap dengan seseorang , ia langsung menampilkan senyum manisnya.
"Kak Ian"
"Queen ... ""disini aja duduknya " tunjuk Ily pada salah satu kursi yang ada di belakangnga. Darian hanya menganggukkan kepalanya. Kean yang melihat itu hanya diam dengan hati yang bergemuruh dan sangat panas.
Saat bel pergantian pelajaran , guru yang mengajar tak hadir ke kelas karena anaknya yang masuk rumah sakit. Maka dari itu ada banyak anak yang keluar , dan ada juga yang di dalam kelas.
"Queen , mau ke kantin??"
"Mau mau , "
"Yuk, eh, Seano mana??"
"Abang lagi ada rapat buat pemindahan jabatan OSIS kak"
"Ohh gitu, yaudah kalo gitu, ayo kita berdua aja"
Darian mengamit tangan Ily dengan sangat mesra. Seperti seorang kekasih??
Ya begitulah pikira banyak orang tentang mereka.
Setelah Sean dan Seano sekarang Darian dasar Willy murahan !!!
Banyak kata kata jelek yang masuk ke telinga Ily, namun dengan tenangnya ia berjalan , ia tak mendengar celotehan apapun karena telinganya ditutup oleh Darian.