CUTE SISTER

CUTE SISTER
Kean!!!



Setelah memasuki mobil sport milik seseorang yang berada di sampingnya kini Ily sibuk menggunakan sabuk pengamannya.


"Kakak, ini susah dipakainya, Boleh minta tolong?"


"Boleh dong," seseorang itu mendekat ke arah Ily, wangi rambut Ily begitu menguar mengeluarkan wangi stroberi yang manis.


"Sudah"


"Terima kasih kak Kean"


"Sama sama Ily" "gapapa kan kakak panggil Ily?"


"iya gapapa, biar sama kayak kak Sean dan juga Abang Seano" Kean pun menjalankan mobilnya dengan perlahan . Ia sibuk pada radio di mobilnya hingga akhirnya mulai bertanya kembali pada Ily


"memang mereka siapa Ily? Kakak lihat mereka sangat dekat dengan Ily"


"Mereka itu... Kakak.. Ily mau itu ucapan sebelumnya terpotong karena Ily melihat kesukaannya. Cafe ice cream yang menjadi langganannya bersama Sean


"Yaudah ayo kita kesana"


"Okeyy.. let's go!!!" Ily berteriak kegirangan, entah kenapa saat kelakuan Ily yang seperti ini membuat Kean sangat nyaman dan selalu ingin melindunginya.


Aku ingin memilikinya


Harus


Dan hanya akan jadi milikku


Mereka sampai di depan cafe tersebut. Ily langsung meminta tolong Kean untuk membukakan sabuk pengamannya. Dan setelah terbuka Kean dan juga Ily langsung masuk ke dalam , kemudian memesan terlebih dahulu.


Selesai memesan mereka pergi ke toilet untuk mengganti baju mereka, Ily dengan segera menghubungi para keluarganya bahwa ia pergi ke Cafe dan akan pulang telat


Meski dalam keadaan khawatir mom dad nya mengizinkan, Sean dan Seano?? Mereka tidak membalas Chat dari Ily.


Setelah selesai mereka segera mencari tempat duduk yang masih kosong.


"Kakak, itu disitu!!"


"Okeyy... kita kesana" ajak Kean sambil menggenggam tangan Ily. Kean yang refleks melakukan itu jantungnya sudah berdetak tak karuan , Ily?? Dia biasa saja , karena ia biasa berpegangan tangan dengan kedua kakaknya.


"Asiikkk kita tunggu Ice cream nya"


"Iyaa, Ily, kita foto yuk"


"Ayok ayok, Ily suka di foto"


"Emm.. kita minta tolong sama seseorang dulu ya".


"Okey"


Kean melihat waiters yang sedang tak melayani tamu


"Mas, " panggil Kean sambil mengacungkan tangannya ke atas


"Ya , ada yang bisa saya bantu ??"


"Mas, boleh minta foto kita?"


"Oh boleh mas"


Ily dengan santai merangkulkan tangannya pada pundak Kean hingga menyebabkan dirinya berjinjit karena postur tubuh Kean yang tinggi


Kean dengan jantung berdegup kencang, namun tak mampu menghilangkan senyum di wajahnya,akhirnya ..


Cekrek


Foto kebersamaan mereka berdua telah di abadikan di handphone nya.


"Wahhh.. coba Ily mau lihat" Kean memperlihatkan hasil fotonya.


"Bagus bagus... Ily minta fotonya ya kak, kirim lewat WA saja" Kean mengangguk setuju


"Oh iya mas, makasih ya , ini sedikit dari saya" Kean memberikan uang tip pada sang pelayan lima puluh ribu.


Setelah pelayan itu pergi , Kean langsung duduk kembali di kursinya. Kemudian ia teringat sesuatu.


"Ily, kakak kan gapunya no kamu"


"Oh iya ya.. Ily lupa" cengiran khas kelinci itu muncul lagi.


"Dasar kamu ya " Ucap kean sambil mencubit hidung Ily.


"KEANNNN!!!!!!!"


Kean melihat ke arah sumber suara yang kini berada di belakangnya . Ternyata itu adalah salah satu sahabatnya yaitu Fill.


Fill si playboy, si badboy diantara para sahabatnya. Namun itu tak membuat Fill berbeda sebagai sahabatnya Kean. Sahabatnya yang lain termasuk good boy di sekolahnya. Tapi Ia tetap menjadi dirinya sendiri dan melakukan sesuka hati apa yang ia mau.


"Nongkrong"


"Ohh.. eh. Siapa nih??" Ucap Fill menyenggol lengan Kean , Fill orangnya kudet tapi jika ada wanita yang menarik perhatiannya, akan ia masukkan sebagai mainannya.


"Jangan dia, she's mine"


"Wihhh gaya lo mine mine... dia nya mau kagak??"


"Pasti mau"


"Ck... lo terlalu PD jadi orang Ke"


"Kakak bicarain apa sih??" Ucapan Ily menghentikan perdebatan mereka .


"Engga.. ohh ya, kenalan dulu dong.  Nama  gue Fill"


"Hai kak Fill, aku Willy"


"Namanya manis, kayak orangnya" Fill mengedipkan matanya membuat Ily mengerjapkan kedua matanya beberapa kali. Bukannya Ily yang terpesona pada Fill, namun ini menjadi sebaliknya, Fill yang terpesona akan tatapan Ily.


"Beautiful" tanpa sadar Fill mengucapkan pujiannya untuk Ily.


"She's Mine"


"Ck... lo tuh ya... ganggu gue lagi mengagumi ciptaan Tuhan paling Imut""oh iya , Ily kelas berapa??"


"Ily kelas 3 kak, sekelas dengan kakak juga kok""hah ?? Masa sih?? Kok baru liat ya??"


"Lo nya sibuk chat cewek "Fill hanya menganggukkan kepalanya, satu ide terlintas di kepala Fill


"Ily suka sama Kean??"


Ily merespon cepat dengan menganggukkan kepalanya "iya suka banget"


Kean yang mendengar itu , tak bisa menyembunyikan senyumnya dan juga pipi yang kini telah memerah . Berbeda dengan tanggapan suka yang Ily maksud.


Kean dengan segera melihat bacaan yang ada di atas meja untuk sekedar mengalihkan perhatiannya dari Ily.


Fill yang melihat itu hanya tertawa dalam hati karena bisa bisa nya cowok sedingin Kean , MERONA, ck Astaga. Menghancurkan kejantanan seorang laki laki.


"Loh kakak kenapa?? Kok mukanya merah?? Kakak sakit?? Alergi atau apa??" Panik Ily saat memperhatikan wajah Kean sambil menyentuh wajahnya.


"A..ah.ah. ini ga.. gapapa"


"Serius kak?? Ihhh itu tambah merah kak"


"Ini gapapa Ily" Kean memegang tangan Ily seraya menjauhkan dari mukanya. Ia tak ingin jika kinerja jantungnya berdetak terlalu cepat dan akan menyebabkan dirinya mati mendadak.


"Hahahah lo merona bro, macam anak cewek" bisik Fill pada Kean. Dengan cepat ia memberikan tatapan tajam pada Fill untuk berhenti menggodanya


"Kakak, ayo kita pulang aja, kasian muka kakak malah tambah merah"


"Ini gapapa kok , Ily tenang aja"


"Sayang"  sontak ketiga orang tersebut melihat kearah dimana suara itu berasal.


"Haiii Abanggg" Seano mendekati Ily kemudian merangkul pundak Ily dan mengecup puncak kepalanya.


Seano?? Romantis?? Ini gue emang bener bener kudet atau orang pada aneh ?? - batin Fill


"Kenapa belum pulang??"


"Tadinya mau pulang, tapi Ily lagi pengen ice cream dulu "


"Hm.. yaudah, kita pulang sekarang, Ily udah selesai kan??" Ily menganggukkan kepalanya.


Seano menarik dengan lembut tangan Ily, namun sebelum pergi Ily menyempatkan mengecup pipi Kean .


Itulah tradisi keluarga Azfary yang diterapkan pada Ily, jika tak sempat berterima kasih , berilah kecupan sebagai penggantinya.


Seano yang melihat itu tambah geram namun tak bisa memarahi Ily. Sedangkan Kean???


Deg


Deg


Deg


Jantungnya berpacu tambah cepat karena kecupan dari Ily. Fill yang melihat itu semakin mengejek Kean karena melihat wajah Kean yang tak terkontrol lagi.


Kean melihat lagi dan lagi foto yang tadi ia ambil bersama Ily.


"Gue akan pastikan , dia bakal jadi milik gue"