
1 bulan telah berlalu.
Dipagi hari , Ily terus bolak balik masuk dan keluar kamar mandi. Dengan perasaan gugup , ia mencoba mengeluarkan sesuatu dalam saku baju tidurnya dengan penuh harap.
Dannn????
"Oh my godness ... It's real????" Pekiknya seraya menutup mulut karena tak ingin membenagunkan Tae.
Ily tak percaya akan apa yang dilihatnya kini. Dengan segera ia keluar kamar dan melihat suaminya. Tae?? Dia masih merasa sakit entah itu mual, atau pusing hingga tak tau apa yang terjadi pada istrinya .
Ily segera bersiap untuk bekerja, ia dengan telatennya memeriksa kembali tubuh Tae.
"Sudah lumayan turun panas nya"
"Tae, bangun... Tae harus sarapan dulu, terus minum obat"
"Eemmhh... iya sayang" Tae pun bangkit dari tidurnya.
Ia melihat sang istri yang telah siap dengan pakaian kantornya, dengan segera Tae bergegas ke kamar mandi tanpa menghiraukan Ily yang kini memanggilnya.
"Tae,..."
"Tae..."
Ily menggedor pintu kamar mandi . Tak lama kemudian , Tae keluar dengan wajah segar, walau Ily tau pasti masih ada pusing yang tersisa.
"Aku antar ya Queen, gak ada penolakan!" ucap Tae saat melihat ily yang akan membuka mulutnya.
"Okey... tapi Tae harus sarapan dan minum obat dulu"
"Iya sayang" cup ... Tae mengecup kening Ily begitu lama.
Akhirnya mereka turun untuk sarapan bersama. Sebenarnya mulut Ily sudah gatal ingin sekali memberi tahu mereka , namun sepertinya ia harus menahannya.
〰〰〰〰〰
"Sayang, pokoknya kamu jangan sampai lupa makan, selalu hubungi aku ya , apapun itu"
"Iyaa Tae... suamiku sayanggg" Tae tersenyum melihat Istrinya lebih ceria seperti ini.
"Kalo gitu , Ily turun ya Tae, Tae jangan dulu kerja okey"
"Iya sayang"
"Bye Tae" cup , Ily mengecup bibir Tae singkat membuat sang suami terdiam dengan jantung yang berdetak cepat.
Setelahnya ia tersenyum manis, karena kali ini Queennya yang memulai duluan. Tae menahan tengkuk Ily untuk memperdalam ciuman mereka.
Tok tok tok, ketukan pada kaca mobil Tae membuat mereka menghentikan moment romantisnya.
"Permisi mas, di belakang mobil anda sudah mengantri"
"Ah.. ya, maaf pak" malu bukan kepayang , dengan segera Ily keluar dari mobil , dan berjalan dengan sedikit berlari memasuki rumah sakit.
Seseorang melihat itu dari arah mobil belakang milik Tae.
"Willy... "
〰〰〰〰〰
"Selamat pagi dok"
"Pagi"
"Pagi dokter Willy "
"Pagi "
"Selamat pagi dokter cantik" seseorang ini mencegat jalannya sambil memberikan senyuman maut miliknya.
"pagi Soobin, sekarang waktunya cek keadaan ayah kamu kan??"
"Iya dok, makanya saya datang hari ini"
"Okey, kalau begitu saya tinggal dulu"
"Eh.. tunggu dok" ucap Soobin sambil menggenggam tangan Ily , Ily tak apa, toh laki-laki dihadapannya ini pasien nya juga.
"Ya?? Kenapa??"
"Dokter sudah sarapan??"
"Sudah" ucap Ily sambil menampilkan senyum manisnya.
"Yahhh... padahal kalau belum , aku mau ajak sarapan bareng"
"Maaf ya Soobin, saya harus segera ke ruangan saya"
"Baik dok," akhirnya Soobin pun melepas genggaman pada tangan Ily , saat berbalik seseorang menabrak bahunya.
"Ck.. ternyata bocah ... "
"Maksudnya apa nih??" Ucap Soobin tak terima.
Kean tak menjawab, melainkan terus berjalan hingga sampai tujuannya.
Ia kini berada di depan sebuah ruangan.
Tangannya terangkat akan mengetuk pintu, namun sebelum menyentuh pintu, Seseorang dari dalam membukanya.
"Eh.. emm.. hai "
Seseorang itu menatap Kean dengan diam.
"Lily, maafkan semua kesalahanku dulu, sungguh , aku gak bisa jauh dari kamu"
"Maaf, saya sedang ada pasien "
"Enggak, Lily, dengarkan penjelasanku dulu"
"Maaf tidak bisa"
Akhirnya Ily bebas dari Kean, ia segera berlari menuju ruang operasi dimana ia akan bekerja sama kembali dengan Devan.
"Hallo cantik"
"Hai Dev..."
"Siap melaksanakan perang??"
"Aku siap... let's gooo"
Mereka telah siap dengan pakaian serta peralatan yang dibutuhkan untuk mengoperasi. Dengan konsentrasi penuh , mereka melakukan operasi.
2 jam
3 jam
Selesai
"Detang jantung pasien dan juga tekanan darahnya stabil dok"
"Terima kasih" ucap Ily dan Devan bersamaan , saat keluar Ily tak sengaja menyandung kakinya sendiri, Alhasil ia siap jatuh tersungkur ke arah depan.
Namun seseorang menahannya, ya!! Devan. Dia menahannya , dokter anestesi dan juga beberapa perawat lainnya melihat kejadian itu.
"So sweet "
"Pasti bakal jadi pasangan best couple deh".
"Mereka serasi banget yaaa"
"Sama-sama cakep"
Ucapan mereka pelan , dan mereka sangat meyakinkan jika Ily pasti akan menjadi kekasih Devan.
Tapi kalian pasti tau kannnn... siapa pemilik Ily??
〰〰〰〰〰
Setelah mengantar Ily, dengan segera Tae berlari ke arah kamar mandi yang ada di dekat dapur.
Ia selalu merasa pusing, mual, dan lemas dalam sebulan ini. Bahkan nafsu makannya pun menurun.
"Ahhhh... sebenarnya gue kenapa sih???"
Seano datang menghampiri Tae
"Napa lo??"
"Tau.. lemes banget gue " Tae keluar dari kamar mandi dengan keadaan lemas. Ia langsung pergi ke kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Waktu terus berjalan , hingga waktu menunjukkan pukul 5 sore. Ily telah siap dengan peralatannya untuk segera pulang , dengan semangat ia membawa kotak yang sedari tadi ia buat saat waktu istirahat dan juga tak ada pasien.
Bahkan Ily menyempatkan pergi ke pusat perbelanjaan terdekat untuk menambah kemeriahan kejutan yang telah ia siapkan.
"Semoga kalian suka dengan kejutanku kali ini"
Tae kembali menjemput Ily, ia telah segar kembali setelah meminum obat pemberian istrinya.
"Sayang" ucap Tae setelah Ily sampai di mobil mereka dan Tae langsung mencium bibir Ily.
"Itu apa??" Tanya Tae pada kotak yang baru saja Ily pindahkan ke kursi belakang.
"Rahasia"
"Yaahhhh.. gak asik ah"
"Lebih gak asik kalau di kasih tau sekarang wleee" ejeknya yang langsung mendapat jawilan pada dagu Willy karena saking gemasnya.
"Okeyyy .. kita pulang , aku udah gak sabar"
Tae melajukan mobilnya ke mansion Azfary, semua keluarga telah berkumpul, begitu pun mama dan papa Tae . Mereka mendapat pesan dari Ily agar mereka meluangkan waktunya untuk Ily.
Sampai...
Ily terlihat kesusahan saat membawa kotak-kotak itu, saat Tae akan mengambilnya , Ily dengan tegas menolak bantuan suaminya.
"Selamat sore semuanyaaa... Ily pulang."
"Wahh ada apa nih rame rame?? Perasaan tadi sebelum berangkat sepi sepi aja." Tanya Tae yang kebingungan saat melihat keluarganya berkumpul.
"Aku yang suruh Tae"
"Oh.. emang ada apa sayang??"
"Emmm.. hari ini , Ily mau memberi kalian kejutan , Ily sangat senang akan ini, semoga kalian pun merasakan hal yang sama." Kemudian Ily memberikan kotak pertama.
"Ini untuk mama papa, mom dad"
Ily mengeluarkan kotak kedua
"Ini untuk kakak dan abang"
Dua kotak terakhir diberikan pada Tae
"Wahhh.. dapat dua"
"Iyaaa.. itu buat Tae"
"Thanks Queen, cup"
"Okey, Ily kasih aba-aba , bukanya bersama yaaaaa"
1
2
3
"Bukaaaa!!!!"
"Whhaaaatttt????? " mereka semua berteriak tak percaya dengan apa yang kini mereka pegang.
"Are you kidding me honey??" Ucap Tae dengan mata berkaca-kaca.
"No, it's Real"
"It's not joke??" Kini Sean dan Seano yang bertanya seolah meyakinkan apa yang mereka genggam sekarang.
"No... I'm pregnant" ucap Ily dengan mata berkac-kaca penuh haru.
"Aaaahhhhhh.... i love youuuu.. i love you so muchhhhh" teriak Tae seraya memutar tubuh Ily karena rasa bahagianya.
"Princesss.... congratulation" cup , mata sang daddy berkaca-kaca.
Ily mengangguk , karena tak sanggup berbicara , perasaan nya penuh, ia bahagia. Ya, Mereka bahagia.
Akhirnya mereka semua memeluk Ily dengan sayang .
"Wait... it's two? Twins?????" Pekikkan Tae membuat semua menatap dua kotak yang sebelumnya sengaja Ily satukan begitu pun dengan surat hasil pemeriksaan dari dokter."
"Iya... Twins"
"Aaahhhhh.... i'm going to be a Dad"
"Yessss yessss yeessssss!!!!!"
〰〰〰〰〰
Kok aku ikutan seneng juga sih??? Kalian gimana???
Beri komentar kalian disini yaaaa...
Jangan lupa untuk VOTE nya juga 😉
Seberapa geregetnya kalian???
Tbc