CUTE SISTER

CUTE SISTER
Bad



"Lo harus mati Sean"


Pisau itu diarahkan pada punggung Sean dan


Bukkk


Jlebbbb


"Aakkhhhh.... hahhh hahhhh... eenngghh"


Brugghhh


Sean jatuh terduduk sambil memegang perut nya karena sebelum Yona menancapkan pisaunya, Sean sempat berbalik dan akhirnya perut Sean yang terkena pisau tajam dari Yona.


"See...?? Gue menang"


"Aarrggghhh ... " banyak darah yang mengalir dari perut Sean, Sean mencoba untuk mencabut pisau tersebut dari perutnya.


"Aaarggghhh....ssshhhh" tangan Sean bergetar hebat, ia tak tahan dengan rasa sakit yang ia dapat kali ini.


"Yoo...


"Lihatkan?? Siapa yang menang sekarang?? GUE!!!" hahahaha...


"Harusnya dari dulu gue lakuin ini aja sama lo, karena gue udah terlalu muak dengan semuanya."


"Bye Sean... selamat menemui ajalmu"


Yona meninggalkan Sean yang kini sedang berteriak kesakitan. Sean terus menguatkan tangannya agar tak bergetar dan bisa mencabut pisau itu.


"Eenngg...aaaaahhhkkkkkk" jerit Sean saat ia berusaha mencabut pisau itu dari perutnya.


"Sshh...sshhh... hiks... aaahhkkk ini sakit sekali"


Sean yang masih mempunyai sedikit kesadaran pun langsung menelpon Seano.


"Bbaa..nng..to toll..ongg"


"Kak, kenapa ?? Lo dimana sekarang??"


"Gu..danghh bisnis" fakultas bisnis ya maksudnya.


Dengan segera Seano mengambil kunci mobilnya, Ily melihat sang kakak tergesa- gesa langsung bertanya.


" bang ada apa?? Kok panik gitu"


"Kakak dek..."


"Kenapa?? Ada apa dengan kakak??"


"Ayo ikut"


Akhirnya Seano dan juga Ily segera melajukan mobilnya ke rumah sakit. Seano mendapat kabar bahwa Sean di temukan di gudang dengan keadaan mengenaskan, dari situ Sean langsung di bawa ke rumah sakit .


"Bang...Kakak baik-baik aja kan??"


"Semoga sayang... abang juga berharap supaya Kakak gak kenapa kenapa"


"Hiks..hikks.. Ily takut kak...Ily takut..."


"Tenang sayang, kita sudah sampai.. ayo turun"


Dengan segera Seano dan Ily turun dari mobilnya dengan tergesa, Seano tak memikirkan teriakan satpam yang menyuruhnya untuk parkir di tempat yang sudah di sediakan.


Mereka berlari menyusuri lorong rumah sakit, disana terdapat dua orang laki-laki yang kini menunggu Sean di depan salah pintu ruangan .


"Gimana ?? Gimana keadaan Sean??" Ucap Seano panik, bagaimana tidak?? Sean adalah saudaraanya, adiknya, bahkan kembarannya. Ia tak tega saat melihat kembarannya seperti ini.


"Dokter belum selesai periksa Sean"


"Tae.. kenapa baju Tae banyak darahnya??"


"Ini darah Sean Queen" ucap Tae dan dengan segera Tae memeluk erat Ily.


"Hiks hiks.. kakak gak akan apa apa kan?? Ily takutt.. hiks hiks..."


Seano??


Ia berdiri didepan pintu ruangan dimana Sean di periksa. Seano menatap dengan pandangan kosong pintu ruangan itu.


Hingga


Lampu yang bertempatkan di atas pintu itu berubah menjadi hijau, menandakan bahwa operasi telah selesai.


Dokter keluar sambil menundukkan kepalanya , ia membuka masker pada wajahnya.


"Keluarga pasien??"


"Saya.. saya dok, saya kembarannya"


"Mohon  maaf sekali.. kami


Kami tidak bisa menolongnya"


Jjddeerrrrr


Seano langsung menatap dokter itu dengan ekspresi marah.


"Dokter bohong kan? Adik saya pasti baik baik aja kan???jawab dok..


Seano tak terkendali. Ily?? Dia menangis tersedu sedu di pelukan Tae.


"Hikk hiksss.. gak mungkin , baru aja tadi kakak cium Ily... tapi kenapa...hikss hhikss"


Akhirnya Sean dibawa keluar ruangan tempat dimana Sean di atasi.


Disana, di atas brankar itu terdapat seseorang yang amat mereka sayangi tertutupi kain putih di seluruh tubuhnya.


Semua yang melihat itu langsung berteriak histeris. Mereka tak terkendali.


Seano terus memukul tembok ruang operasi...


"Gak mungkin kan??? Ini gak mungkin... ini pasti mimpi... ini mimpi... Aahhkkk... Kakak... jangan pergi... hiks hiks..."


"Sean.. lo harus bangun!!! Lo harus bangun SEAN RUDE AZFARY"


"Kakak... jangan tinggalin Ily... hiks hiks. . " semua meneteskan air matanya saat melihat wajah Sean yang kini telah terkujur kaku.


"KAKAAAAKKKKKK..."


.


.


.


.


.


.


Ily bangun dari tidurnya, keringat membasahi pelipis Ily. Ia sangat ketakutan. Dengan segera Ily keluar dari kamarnya dan berlari mencari Seano.


"Abanggg ... abangggg"


"Kenapa sayang??"


"Abang... kakak mana??"


"Ada tuh.. lagi di taman belakang"


Ily langsung berlari menuju taman belakang mansion mereka.


Disana, Sean sedang berdiri membelakangi Ily , Sean sedang memberi makan ikan


"Kakakkkk..." dengan segera Ily memeluk Sean dengan erat dari arah belakang


"Kakak... kakak baik baik aja kan??"


"Kakak baik sayang.. kamu kenapa hm??"


"engga... Ily cuma mimpi buruk aja..."


"Kakak baik baik aja... see?? "Sean memutar badannya memperlihatkan bahwa dirinya baik baik saja.


Akhirnya mereka kembali masuk kedalam rumah mereka.


"Ily ke kamar ya kak"


"Okey sayang"


Setelah Ily ke kamarnya , Sean dan Seano membicarakan hal yang serius.


"Gimana??"


"Seperti yang di inginkan"


"Lumpuh??" Tanya Seano meyakinkan


"Sepertinya begitu."


Flashback on


"Lo harus mati Sean"


Pisau itu diarahkan pada punggung Sean dan


Bukkk , Sean menendang lutut Yona hingga Yona menekukkan kakinya


Jlebbbb , pisau itu langsung Sean tancapkan pada lutut Yona


"Aakkhhhh.... hahhh hahhhh... eenngghh"


Brugghhh


Yona terjatuh sambil memegang lututnya


Aaarrrrgghhh


"Tunggu pembalasan gue Sean!!!!! "


〰〰〰〰〰


Hayyyoohhh... pada tegang yaaa??? Dikiranya Sean😁😁😁


Cusss. VOTE COMMENT nya aku tunggu...