
Seano terus menyeret Kean ke bagian ruang tengah rumah ini. Masih dengan keadaan bertelanjang, Seano berbaik hati melemparkan kain yang ia temukan di depan pintu kamar penyekapan Ily.
Kayaknya itu lap deh Seano - author
"Lo tau apa yang lo perbuat sekarang??" Tanya Seano dengan nada rendah nan dinginnya sarat akan ancaman.
"Gue tau apa yang gue perbuat, dan itu semua gue lakuin demi miliki Ily sepenuhnya"
"Hahaha... miliki sepenuhnya?? Think again bro... apa lo pantes dapetin adik manis gue??"
"JANGAN BANYAK BERHARAP KEAN!!!!"
Seano menendang perut Kean yang kini masih terduduk.
Eengghhh...ssshhh....
Ukhuuk ukhhukk...
"Itukan yang lo lakuin sama adik gue, dan ini"
Seano memukul beberapa bagian tubuh Kean dengan sekuat tenaga , sama seperti saat Kean memukul dan menendang Ily.
"Itu cuma untuk membalas apa yang lo lakuin sama Ily, lo belum dapat balasan dari gue Kean. Gue akan bermain cepat"
"Dan kali ini gue gak akan diem aja" setelah mengucapkan itu , Kean langsung menerjang Seano dengan beberapa pukulan dan juga tendangannya , namun Seano dengan terampilnya menangkis itu semua.
Kini giliran Seano yang membalasnya dengan ilmu bela diri jujitsu .
Seano dengan segera mencengkram leher Kean memutarnya kemudian mengangkat Kean setelah itu dijatuhkan dengan begitu kerasnya.
Brrugghhhh
"Aaarggghhh..." kepala Kean berkunang kunang karena kepalanya terkena lantai dengan sangat keras.
Itu belum berakhir. Satu kaki Kean ia tarik dengan kencang . Seano berlari menuju ke arah tangga.
Seano terus menarik Kean sambil berlari menuju tangga itu , Kean sadar akan apa yang akan di lakukan Seano padanya langsung berusaha untuk melepaskan kakinya dari genggaman Seano.
Itu tak berhasil
"Aaahhhkk... Seano, gue mohon jangannnn!!!"
"Ga ada ampunan buat orang yang menyakiti princess Azfay"
1
2
3
Seano berlari menuruni tangga sambil menyeret satu kaki Kean, bisa di pastikan jika tubuh dan kepala Kean terbentur pada tangga .
"Aarrgghh ampunn... lepassss"
"Seano.. gue mohon.. lepas kaki gue"
Seano diam tak menyahuti ucapan Kean, hingga akhirnya mereka telah sampai di lantai satu. Sean menatap ke arah belakangnya.
Tubuh Kean kini dipenuhi darah, dan Seano yakin beberapa tulang Kean juga patah.
"Bawa dia"
Ucapan dingin dari Seano membuat polisi yang berada disana langsung menurutinya.
Kenapa Seano di biarkan menyiksa Kean? Ingatkan jika uang selalu bisa membuat seseorang bungkam
Seano menatap darah yang berada di tangannya.
"Hufffttt... udah lama gue gak main ginian"
Akhirnya Seano menaiki tangga dan langsung menuju ke kamar dimana Ily berada .
Disana Ily menangis terisak dipelukan Sean. Seano yakin itu adalah trauma yang Ily dapatkan setelah apa yang Kean perbuat padanya.
"Hai sayanggg" ucap Seano dengan lembut sambil mengelus kepala Ily.
"Sudah abang atasi, kamu tenang sayang, semua akan baik baik saja mulai sekarang, Kean gak akan ganggu kamu lagi"
"Abang yakin??"
"Hm... abang udah laporkan dia ke polisi" Ily hanya mengangguk dan semakin memeluk erat Seano.
Seakan baru teringat Ily langsung bertanya dengan nada paniknya.
"Abang, kakak, Gimana keadaan Tae?? Dia baik-baik ajakan ???"
"emm.. kita gatau, kalau begitu gimana kalo sekarang kita ke rs buat lihat Tae, sekalian mengobati lukamu sayang"
"Iya kak ayo" Ily bangkit dengan perlahan namun gerakannya terhenti saat bagian perutnya sangat terasa sakit.
"Aahhkk.. Abang.. kakak, perut Ily sakit sekali"
"Kenapa bisa??" Tanya Sean karena ia tidak melihat keadaan Ily sebelum memakai baju.
Dengan segera ia menyingkapkan baju Ily ke atas , dan betapa terkejutnya Sean melihat memar dan darah yang keluar dari beberapa bagian tubuh Ily.
"Sayangg.. ini..."
"Udah sekarang kita ke rumah sakit, kita harus periksa Ily juga" Akhirnya Sean pun menganggukkan kepalanya setuju.
Seano dengan sigap mengangkat Ily ala bride style. Seano mendekapkan wajah Ily pada dadanya agar tak melihat keadaan rumah yang sudah dipenuhi darah.
Sean menatap pada sang abang dengan tatapan menyeringai tajam dan saat itu juga Sean mengacungkan kedua jempol tangan serta kedipan mata yang membuat Seano bergidik ngeri.
Sejak kapan dia jadi alay begitu-batin Seano
〰〰〰〰〰
Ily duduk dipangkuan Seano dan Sean yang mengendarai mobilnya.
Sekitar 30 menit dalam perjalanan, akhirnya mereka sampai, mereka langsung membawa Ily ke ruang UGD untuk diperiksa .
Seano menghubungi bodyguard yang memantau keadaan Tae.
"Bagaimana Ryeon??"
"Masih belum sadarkan diri tuan"
"Hm.. baik, tetap jaga dia, sebentar lagi aku kesana "
"Baik tuan muda"
Ttutttt
Setelah selesai pemeriksaannya Ily dinyatakan baik baik saja secara fisiknya, hanya beberapa luka dan memar yang telah di obati.
Ily menggunakan kursi roda serta selang infus yang menempel pada tangannya. Mereka menuju ruangan Tae.
Ceklek
"Haii Tae.. are you okey???"
"....."
"Ily harap kamu akan baik baik saja Tae"
"....."
"Tae.. Ily gak ada temen nih.. ih bt deh.. , Tae bangun dong" Ily menggenggam tangan Tae yang terbebas dari infus.
"Ily udah nyaman sama Tae, Ily mohon, jangan tinggalin Ily..."
Sean dan Seano yang melihat itu tak tega. Semoga Tae cepat sadar dan kembali bersama kami.
〰〰〰〰〰
Bagaimana nih?? Ku harap naskahnya lolos guyss...
Tolong vote dan comment yaaa. Biar aku tambah semangat untuk up nya.