CUTE SISTER

CUTE SISTER
Ancaman



Karena Tae yang jarang masuk kantor, para penggemar mereka selalu penasaran akan kepribadian dan kehidupan seorang Tae.


Namun saat mereka tau jika salah satu bos nya masuk ke rumah sakit dan dinyatakan koma, beberapa pegawai yang menjadi fans Tae banyak mengeluh dan merasa kesepian .


"Gimana kalo kita longok pak bos?"


"Hmm.. boleh juga tuh, coba kita rundingin di group , siapa aja yang bakalan ikut. Maksimal 6 orang aja, kalo kebanyakan takutnya malah di usir"


"Okey... gue share di group ya"


Setelah mengetikkan pesannya tadi, banyak notif bermunculan jika mereka ingin ikut menjenguk bos tampannya.


Akhirnya setelah hampir setengah jam berunding, semua sudah di tentukan.


Empat karyawati dan 2 karyawan


Semua sudah berkumpul di tempat janjian mereka, dan akhirnya pergi ke rumah sakit .


〰〰〰〰〰


"Hai" sapa Seano pada Arumi yang baru saja keluar dari ruangan sang adik.


"Ehh.. eem.. ya..dok?? Ada yang bisa dibantu?"


"Engga, cuma ini...." Seano mengulurkan ponselnya pada Arumi, Arumi menatap ponsel itu dengan tatapan bingung.


"Ponselnya rusak dok?? Kenapa gak ke konter?? Saya gak bisa benerin hp"


"Bukan"


"Bukan apa dok??" Tanya Arumi yang tak mengerti dengan ucapan Seano .


"Nomor"


"Nomor?? Nomor togel?? wahhhhh ternyata dokter Seano suka main begituan ya?" ucap Arumi spontan karena tak menyangka Seano melakukan hal semacam itu.


"Bukan!" geram Seano merasa kesal akan jawaban Arumi yang membuat ia menggelengkan kepalanya.


"Ya apa atuh dok??? Arumi teh gak ngerti kalo dokter jawabnya singkat singkat gitu" gemas Arumi akan kelakuan Seano, dan entah keberanian dari mana Arumi bisa berbicara seperti itu pada Seano.


"Minta nomor ponsel" ucap Seano yang masih mengulurkan ponselnya pada Arumi.


"Ohhh... gitu dong dok... jadi kan Arumi ngerti" jawab Arumi seraya mengangguk anggukkan kepalanya dan dengan segera mengetikkan nomornya di ponsel mahal milik Seano.


"Eh . Tapi buat apa dok?"


"Banyak tanya"


"Iihhh ya biarin atuh dok.... kan takutnya Arumi di teror sama dokter"


"Ck makin ngawur aja ni anak " batin Seano heran .


"Buat di save"


"Ya kalo minta no ponsel pasti di save , kalo gak , ya buat apa diminta" Arumi semakin pusing akan kelakuan Seano .


Setelah mendapatkan nomor Arumi, Seano langsung mendekat ke arah Arumi, yang ditatap intens hanya bisa terdiam menatap mata indah laki-laki dihadapannya kini.


"You're Mine Arumi" senyum manis muncul di bibir Seano membuat Arumi lemas saat melihatnya , jantungnya selalu berdetak tak karuan saat berada dekat Seano.


"Dok... ke..kenapa??"


Seano tak menjawab, melainkan semakin mendekatkan wajahnya pada Arumi dan mengecup puncak kepala Arumi.


Shock


Berdebar


Lemas


banyak yang ia rasakan saat Seano mencium nya .


"Aku pergi, nanti pulangnya sama aku ya , sayang...."


Wajah Arumi kini sudah memerah padam.


Apakah ia sekarang menjadi kekasih dari seorang Seano?


〰〰〰〰〰


Kini Ily telah menyelesaikan tugasnya, dengan segera ia menyimpan jas kebanggaannya , kemudian segera mengambil tas kecil miliknya dan bergegas keluar menuju ruangan Tae.


Ily berjalan dengan santai , namun dari arah berlawanan seseorang yang menyebabkan sang suami koma tersenyum manis menatapnya.


Ily bergetar , ia takut dan juga merasa marah.


Senyuman itu lagi


Senyuman yang membuat siapapun terpesona namun mematikan.


Kean melangkah mendekati Ily , langkah demi langkah hingga jarak mereka semakin dekat .


Ily terdiam , seolah ada paku yang menancap pada telapak kakinya hingga membuat ia tak bisa lari dari hadapan laki-laki itu sekarang.


Kean menatap wajah manis Ily , menatap mata yang dulu selalu memujanya kini berubah menjadi amarah dan juga ketakutan.


Bibir yang dulu selalu memberikannya senyuman , kini hanya ucapan yang meluapkan kepedihannya.


Dan....


Ia menatap perut Ily yang kini sudah mulai terlihat membesar.


"Seharusnya didalam sana ada bayiku, benar Lily??" Ucap Kean sambil menunjuk pada perut Ily.


Ily diam tak menjawab, tangannya bergetar hebat karena ketakutan.


"Kenapa bisa bayi laki- laki lain yang ada didalam rahimmu??" Kean terkekeh namun tatapannya sendu.


"Kean.. kenapa kamu ad..ada dii sini??"


"Lily, kamu pikir aku tak bisa lepas begitu saja dari jeratan polisi??, itu mudah untukku, hanya tinggal jentikkan jari saja aku sudah bisa terbebas" ucapnya dengan pongah.


"Dan... apakah... aku " Kean semakin mendekatkan lagi jarak antara mereka.


"Harus melenyapkan nya juga??" Seringai itu kembali di perlihatkan oleh Kean serta pisau lipat yang kini berada di genggamannya tertuju tepat pada perut Ily.


"Jja..janga ..n.. Kean.. Ily mohon.. jangan... " Ily perlahan memundurkan langkahnya .


Kemana semua orang ?????


Kenapa hanya ada kita berdua disini....


Ily berharap ada seseorang yang akan membantunya....


Kumohon....


Kean melangkah kembali semakin dekat jaraknya dengan Ily.


"Ucapkan selamat tinggal pada anak kalian Lily sayang" Kean mulai mengayunkan tangannya ke arah perut Ily .


Jleebbbbb, Mata Ily membulat tak percaya saat pisau itu benar benar Kean tusukkan


.. tapi....


"Kk..Kea..nnn"


〰〰〰〰〰


Sebal?? Apa lagi yang kalian rasakan???


Beri doa untuk kesembuhan Tae ya guysss juga, semoga Ily baik-baik saja 😁😁😁😁