
Waktu tak terasa, kini mereka semua akan melaksanakan Ujian Nasional. Ily dengan langkah riang menuju kelasnya bersama dengan Kean. Entah apa yang di pikirkan Kean hingga dihari ini ia banyak mendiamkan Ily.
Tapi Ily tak terlalu berfikir yang aneh aneh, mungkin pacarnya sedang memikirkan strategi untuk mengisi soal dengan baik dan benar.
Trriinnggg
Bel berbunyi.. semua siswa yang melaksanakan Ujian , kini mereka pun mulai memasuki kelas mereka masing masing , dengan layar komputer yang ada di hadapan mereka. Ujian kali ini menggunakan media . Maka dari itu , semua siswa yang mengikuti pelaksaan UN akan terlihat dari kamera depan komputer mereka. Akan adanya pendetektor setiap gerakan siswa , jika siswa terlihat menanyakan atau mencontek, alarm pada komputernya akan berbunyi
Semua tenang
Hening
Tak ada lirikan sama sekali
Mengerjakan dengan begitu teliti
Tetttttt
Bel pada meja Ily berbunyi , tanda ia telah menyelesaikan soalnya.
Dengan segera Ily berdiri dan keluar ruangan. Ttteeettt , ternyata bunyi pada komputer Kean pun berbunyi.
Kean berdiri dan segera berlari menuju ke arah Ily, ia mensejajarkan langkahnya dengan pacar imutnya itu.
"Lily, bisa bicara sebentar??"
"Keke?? Eh.. iya ayo..." Kean menarik pergelangan tangan Ily dengan begitu lembut dan mesra .
Kean mengajak Ily ke taman belakang sekolah .
Mereka duduk berhadapan, setelah lama Kean saling bertatap dengan Ily , dan juga bergelut dengan pikirannya sendiri. Akhirnya Kean mendekati Ily dan berjongkok dihadapannya.
"Lily..." lirih suara Kean sarat akan kesedihan.
"Keke kenapa?" Ily mengangkat tangannya untuk menyentuh pipi Kean , dielusnya dengan pelan, memberikan kenyamanan pada Kean. Kean menutup matanya sejenak , kemuadian membukanya lagi dengan mata berkaca kaca, ia menatap mata Ily begitu lekat.
"Keke..." ucap Kean ragu
"Keke...."
"Ya?? Keke kenapa??" Tanya Ily begitu pelan karena perasaannya mulai resah.
"Keke... mau kuliah..."
"Lily juga mau kuliah kok, Keke kuliah dimana?" Tanya Ceria Ily pada sang kekasih.
"London" wajah ceria itu hilang, mata berbinarnya terganti dengan tatapan sendu dan berkaca kaca.
"Maaf, Keke gak bisa nolak keinginan papa Keke" Kean menundukkan kepalanya diatas tangan Ily yang kini sedang menggenggam tangan Kean dengan erat diatas pangkuannya.
"Keke pergi?? Keke mau ninggalin Ily??"
"Keke gamau, tapi Keke gak bisa nolak untuk sekolah disana"
"Keke, Keke..hiks hiks..." Kean menangis karena ia akan berjauhan dengan pacarnya.
"Lily gapapa kok" dengan segera Kean mendongakkan kepalanya melihat Ily dengan pandangan penuh tanya.
"Kenapa??"
"Karena Lily gamau jadi orang yang menghambat cita-cita Keke, Ily juga mau kuliah di Korea, kata Mom, tapi itu juga kalau Ily mau... kalau engga , mungkin Ily akan pindah ke tempat lain"
Kean segera memeluk erat kekasihnya.
"Keke gak mau putus sama Ily, kita LDR aja gimana???"
"LDR itu apa Keke??"
Kean menatap Ily dengan mata gelinya, walau wajah dan hidungnya memerah karena habis menangis , akhirnya Kean dengan jahilnya mencubit hidung Ily karena gemas.
"LDR itu Long Distanse Relationship"
"Ohh... itu... emm.. ya , Ily gapapa kok"
"Ily mau LDR" lanjut Ily
"Iya, yang pasti , Ily gamau putus sama Keke"
Akhirnya Kean dan juga Ily saling berpelukan , menunggu bel berbunyi, Ily memasangkan headsetnya pada telinga kiri Ily dan telinga kanan Kean.
"Oh ya?? Coba , Keke mau dengar dong" Ily dengan semangat membuka aplikasi playlist pada ponselnya,
Always - in Indonesia
Saat aku melihat mu, semuanya berhenti.
Aku tak tahu sejak kapan.
Suatu hari, kau datang pada ku seperti sebuah mimpi.
Kau menggetarkan hati ku.
Aku tahu bahwa itu adalah takdir.
I Love You
Apa kau mendengar?
Only You
Kean mendengarkan suara merdu yang keluar dari mulut Ily. Kean menutup matanya untuk meresapi setiap suara Ily
Tutup mata mu.
Cinta mu menyebar tertiup angin.
Kapanpun, dimanapun kau berada.
Kapanpun, dimanapun kau berada.
ohohoh cinta, cinta, cinta.
Bagaimana bisa aku mencintai mu?
Aku berusaha menjauhi mu namun hati ku mengenal mu.
I Love You
Apa kau mendengar?
Only You
Tutup mata mu.
Bahkan bila semuanya berubah, ini tak akan berubah.
Kau milik ku, aku cinta mu.
Bahkan bila kau butuh sedikit waktu untuk
Bahkan bila kau melewati ku.
Tak apa, aku akan ada di sini untuk mu.
I Love You
Jangan lupa.
Only You
Pengakuan air mataku
Cinta mu menyebar tertiup angin.
Kapanpun, dimanapun kau berada.
Kapanpun, dimanapun kau berada.
Kean membuka matanya saat Ily selesai menyanyikan lagu untuknya, Ily telah menatap Kean dengan air mata yang membasahi pipinya. Dengan segeran Kean mengusap pipi Ily dengan ibu jari Kean dengan penuh perasaan, haru dan bahagia karena Ily pun mencintainya, namun ia sedih karena harus berpisah dengan cintanya.
"Keke perginya kapan??"
"Setelah UN , Keke akan langsung berangkat" Kean mengusap rambut Ily dengan perlahan.
"Okey... kalo gitu... selama UN , setiap pulang sekolah kita habiskan waktu berdua?? Gimana??"
Kean setuju akan hal itu, ia pun ingin terus bersama Ily sebelum perpisahan mereka.