
Tae melakukan terapi pada kakinya, ia mencoba berdiri tegak tanpa besi penyangga yang tertanam pada tanah di kedua sisi nya .
Ily menyemangati Tae, ia tak pernah sedikit pun mengeluh akan apa yang kini Tae alami.
"Semangat Tae... sini... " Ily merentangkan tangannya untuk menyambut kedatangan Tae. Tae melihat itu .
Ya, senyum tulus yang terpatri di wajah istrinya membuat semangat Tae untuk terus melangkahkan kakinya.
Kini, kedua tangan itu telah terlepas dari besi penyangganya. Tae kembali menatap ke arah Ily.
Wanita cantik dihadapannya masih tersenyum dan selalu menyambutnya
Sssrrreekkk
Satu langkah
Sssrreekkkk
Dua langkah
Ssrreeekkk....
Ia terus mencoba melangkahkan kakinya
Tiga langkah lagi...
Ssrrrrreekkk...
Enghhh...
Ssrreekkk...kkk.. keseimbangannya mulai goyah
"Satu lagi Tae, lo harus bisa" batin Tae
Ssrrrrrr.... Bgguughh
"Dapat" Ily menahan lengan Tae dengan kedua tangannya.
"Are you okey??" Tanya Ily dengan raut khawatirnya.
"Fine Queen...." Tae tersenyum dan mencoba bangkit kembali, ia mulai berdiri tegak.
Tangannya membelai lembut pipi istrinya yang kini semakin chubby karena masa kehamilannya.
"I love you more and forever"
"I love..."
"Sssttt... aku tau, kamu juga mencintaiku... , Queen... terima kasih karena kamu selalu ada di sampingku saat keadaanku seperti ini. Terima kasih, karena tiada hari tanpa kasih sayang yang selalu kamu berikan padaku... "
"Kamu tau??? Hati ini penuh Queen..." Tae membawa tangan Ily pada dada nya.
Jantungnya berdetak kencang.
"Itu yang selalu aku rasakan jika menyangkut semua tentang kamu... "
"Percaya??"
Ily pun menganggukkan kepalanya .
"Ily percaya... karena Ily pun merasakan hal yang sama Tae"
Tae mendekatkan wajahnya pada Ily , kening mereka bersatu , dengan mata yang hanya terfokus pada objek yang ada di depannya .
"I love you my wife"
"I love you too my husband"
Saat Tae semakin mendekatkan bibirnya pada bibir Ily, banyak suara tepuk tangan yang mereka berikan pada Ily dan Tae.
Gagal sudahhh
Tak hanya pasien , dokter dan perawat serta pegawai lainnya pun ikut menyaksikan kisah romantis dokter cantik mereka.
〰〰〰〰〰
Tak terasa, usia kandungan Ily telah sampai tahap trimester ke dua. Ya, kandungan Ily kini berumur 5 bulan .
Tae telah sembuh, ia kini kembali ke kantor untuk menemani Sean meeting yang katanya dengan orang spesial.
Hufttt...
"Morning my Queen"
"Morning too.." cup cup cup... kecupan itu begitu cepat menempel pada bibirnya.
"Sayannggg... kurang lama"
"Ily mau mandi ... "
"Aku ikut ya...?? Kita mandi bareng ... gimana??"
"Permintaan di tolak"
"Yaahh..ayolah Queen... ya ya ya?? " rengekan itu begitu sangat terdengar kekanakan.
"Engga Tae... " tegas Ily yang kini membuat Tae menundukkan kepalanya.
Hal itulah yang selalu membuat Ily tak tahan akan tingkah Tae. Imut bangeeetttttt...
"Yaudah ayo" Ily pun akhirnya mengalah dan menuruti kemauan Tae. Dan terlihat, bagaimana antusiasnya Tae saat mendengar apa yang Ily katakan.
Akhirnya dengan cepat Tae bangkit dari tidurnya dan mendekat ke arah Ily.
"Aku bantu buka bajunya ya..."
"Ily bisa sendiri Tae..."
"Gapapa , aku bantu yaaa...."
Entah lah, semenjak menikah, Tae semakin agresif . Tae juga menjadi semakin posessive pada Ily, ditambah dengan kehamilan sang istri yang membuat Tae harus extra ketat menjaganya.
Dikamar mandi, Tae tak hentinya menatap tubuh Ily. Ia memang tak salah menjadikan Ily istrinya .
Ya , Sempurna...
"Tae.. cepat mandi"
"Satu ronde yaaa..."
"No.. aku kerja pagi Tae.. kamu juga harus ke kantor kan jam 8 nanti??"
"Iya sihh..tapi gapapa kok.. yaa.. sebentaaarrrr aja"
"Hufftt .... okeyyy"
Tae mengelus perut sang Istri seolah meminta izin pada sang anak, kemudian tangan itu mulai merambat naik ke atas...
"Ssssshhh... Tae"
"Kenapa sayang??"
"Cepet lohhh.. nanti telat..."
"Okey okey..." dengan cepat akhirnya mereka menuntaskan hasratnya.
Uppsss... SENSOR!!! Lanjut
Setelah selesai, mereka segera berbilas dan akhirnya bersiap untuk betangkat kerja.
Karena jam menunjukkan pukul 07.45 akhirnya Tae dengan terpaksa membiarkan Ily bersama Seano dan Tae akan pergi menggunakan motor barunya untuk pertama kali setelah kejadian itu .
"Hati hati Tae ..." entah , Ily merasa cemas jika Tae menggunakan motor kembali.
"It's okey sayang . Kali ini aku akan hati hati."
"Hmm okeyyy"
Setelah berpamitan, akhirnya mereka pergi bekerja.
〰〰〰〰〰
Siang kini telah datang, dan jam menunjukkan waktu istirahat.
Ily berinisiatif untuk mengunjungi sang suami. Masih dengan jas dokternya , Ily meminta Seano mengantarnya ke kantor Tae.
Akhirnya mereka berangkat bersama menggunakan mobil Seano. Setelah membeli makanan untuk mereka makan, Ily dan Juga Seano langsung pergi ke kantor Sean dan juga Tae.
Sampai.... Mereka pun menjadi sorotan para pegawai yang melihat kedatangan dua dokter . Karena mereka masih pakai jas kebanggaan mereka.
"Eh.. eh.. it..tu. bos Sean??"
"Hah?? Bukannya bos lagi meeting?"
"Tapi itu... bos kok .... pakai jas dokter... dan, cewek???"
Obrolan para resepsionis terhenti karena Ily dan juga Seano menghampiri mereka. Jujur!!! Ini pertama kalinya mereka berada di kantor Sean dan juga Tae.
"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu bos?" Ucap Hani .
"Ruangan CEO"
"Maaf?? Maksudnya gimana bos??" Sang resepsionis bingung.. mengapa bos mereka bisa lupa ruangannya sendiri.
"Emm.. permisi mbak, kami ingin bertemu dengan pak Sean"
"Hah?? Ini " wajah shok dari respsionis membuat Ily tak kuat menahan tawanya.
Manis
Cantik
Menggemaskan
"Ini..."
"Sayaaannggggggg" Teriakan itu muncul dari arah belakang mereka . Saat Ily berbalik , ia melihat dua orang yang di sayanginya berlari saling berebut.
Grreepppp
"Kakak kangen sama adek... " cup cup cup cup cup... Sean terus mengecup wajah Ily tanpa menghiraukan para karyawan yang telah melihat interaksi mereka.
"Adek juga kangen sama kakak..." cup , seperti biasa... kecupan di bibir adalah hadiah terindah dari sang adik bagi kakak dan abangnya.
"Quueeennnn.. kamu lupa sama aku???" Rengek Tae dengan manjanya.
"Kenapa sihhh??? Sini sini peluk" Ily merentangkan tangannya dan saat Tae hendak memeluk Ily , Seano dengan gampangnya memutar Ily membuat tubuh kecil itu memeluknya.
"Seanoooo .... "
"Apa,,?"
"Lepasin pelukan lo..." Seano hanya mengedikkan bahunya acuh .
"SEANO... LEPASIN PELUKAN LO DARI ISTRI GUE" Teriakan itu membuat para fans Tae menitikkan air matanya.
"Bos Ryeon udah punya bini"
"Potek hati gueee"
"Ck.. cantik amat.. gimana gue mau nikung"
"*****.. itu cewe yang gue ceritain"
"Wahhh... cantik banget gilaaaa..."
"Iyaaa mulus yaa... body nya"
Tae mendengar itu, begitu pun kedua kakaknya. Tae akan mendekat ke arah mereka namun segera Ily tahan .
"Gapapa Tae... toh mereka gak macem macem"
"Tapi mereka udah bilang seenaknya tentang kamu, dan aku gak suka" Tae marah... jelas marah.
Ily mendekat dan mulai melingkarkan tangannya pada leher belakang Tae.
"Ily gapapa, kan ada Tae dan juga Twins yang siap jaga Ily " ucapan dan tatapan mata Ily membuat siapapun luluh.
Betapa menggemaskan dan cantiknya wajah istrinya ini.
Tae tanpa malu mengecup dan ******* dalam bibir mungil Ily , dengan tangannya yang dilingkarkan pada pinggang sang istri untuk memperdekat jarak mereka.
Mereka semakin memperdalam lumatan mereka tanpa tau kondisi yang kini berada di sekitarnya.
Panas!!!!
"Ekhheemm"
〰〰〰〰〰
Akhirnya aku bisa up ....
Entahlahh... sehari tanpa UP kisah ini serasa ada yang kurang
Semoga kalian suka yaaa..
Happy Reading... 😘😘😘