CUTE SISTER

CUTE SISTER
Hot News



Ternyata berita pengakuan Sean tadi pagi, tentang Ily seorang keluarga Azfary sangat menjadi trending topic dan berita panas di AIS. Banyak laki laki yang semakin takjub akan Ily namun mereka tetap memandang dalam diam dan semakin tak bebas untuk mendekati Ily.


Siswi yang awalnya mengira bahwa Ily menggoda Sean dan Seano kini mereka bungkam karena sudah tahu kenyataannya. Dan juga mereka tak ingin nasibnya seperti Jully.


Flashback on


Seano datang dengan santai nya. "Lo dipanggil kepala sekolah "


"si..sia..siapa??"


"Lo Jully Frianda"


Deg.


Deg.


Deg.


"Seano, lo gak bercanda kan??" Seano hanya menggelengkan kepalanya, keudian melihat Ily yang sedang ditutup telinganya oleh Kean.


Seano mendekat ke arah Ily dengan senyuman manisnya."kenapa sayang??"


"Gak tau kak, Ily tadi gak denger apa apa" Ily menunjukkan wajah polosnya membuat siswa yang berada disitu menatap gemas Ily. Dengan segera Kean merangkul bahu Ily supaya mendekat ke arahnya.


Seano yang melihat itu ingin marah , namun ia urungkan karena ia sudah memberikan restunya pada Kean. Jadi ia hanya bisa mendengus pasrah melihat adiknya disentuh laki laki lain selain keluarganya


"Lo tau?? Lo melakukan kesalahan FATAL Jully"


"Lo sudah ber urusan dengan Azfary, lo udah menjelekkan keluarga Azfary, apalagi yang kau jelekkan itu adalah Cucu wanita satu satunya keturunan Azfary dan juga nyonya Azfary". Jully semakin menunduk takut, ia merasa lututnya lemas , dan sekujur tubuhnya basah oleh berkeringat. Sean kini amat sangat menakutkan dengan auranya . Dengan aura intimidasi yang begitu kental membuat semua ketakutan


Namun tangan mulus dan kecil memegang pergelangan tangannya , menyadarkan Sean bahwa adiknya masih didekatnya


Sean membalikkan badannya kemudian memeluk Ily . "Sayang, maafkan kakak"


"Hmm.. Ily gapapa kok, yuk antar Ily ke kelas" Sean kini hanya menuruti Ily yang membawanya untuk mengantar sang Princess kelincinya.


"Hmm... gue harap lo out dari sini"


"Se .. seano .. gu..e mohon , jangan keluarin gue da..dari sini" Jully mulai terisak memikirkan orang tuanya yang akan marah jika ia di DO . Respon dari Seano acuh dan hanya mengedikkan bahunya tanda betapa ia sangat Tak peduli akan semua yang akan terjadi pada Jully.


Seano mengeluarkan ponsel dari saku celana seragamnya , ia melakukan panggilan pada seseorang yang diyakini itu adalah tangan kanan Seano.


"Cari semua data tentang Jully Frianda, jika ada saham kita di perusahaannya cabut saja, dan buat perusaannya mengalami kerugian besar, laporkan pada sekolah untuk DO wanita itu"


"....


"Nanti akan aku beri tahu, sekarang laksanakan dulu perintahku"


"...."


Jully yang mendengarnya kini mulai berlutut sambil menangis dihadapan Seano , ia tak memperdulikan sekitarnya lagi, yang ia butuhkan adalah ampunan dari Sean Seano agar menarik kembali tuntutannya.


"Aku mohon .. Seano, jangan lakukan itu"


"....."


"Seano..  aku mohonn... sangat memohon padamu...hikss hikks"


Seano hanya mengacuhkan Jully dan pergi dari hadapan wanita itu yang terus menangis dan memohon padanya, bukan prihatin malah membuatnya jengah.


Tak ada yang boleh menjelekkan Azfary - batin Seano.


Flashback Off


Kini Ily , Kean dan Sean telah sampai dikelas IPA 1 . Banyak yang melihat mereka saat pertama kali tiba. Berbagai tatapan dari para teman teman kelas Ily berbeda beda , namun apalah daya seorang Willy , gadis polos yang tak tahu apa apa , dan mengabaikan semua itu bukan karena ia tak peduli, tapi karena ia yakin, Kakak dan Abangnya bisa menyelesaikan semuanya.


Hubungan Ily dan juga Kean kini telah berjalan 5 bulan, banyak yang mereka lalui, mulai dari sakit, senang, sedih karena nilai olahraga kecil, dan juga cemburu yang membuat pertengkaran kecil di antara mereka.


Ily?? Gadis itu hanya bisa menurut dengan apa yang diinginkan Kean, ia menyayangi Kean , karena Kean selalu ada untuknya sama seperti twins Azfary.


Pekan olahraga akan dilakukan setelah ulangan semester ganjil. Itu berarti akan dilakukan 2 minggu lagi. Mereka akan bertanding antar sekolah , dan banyak dari sekolah lain juga yang di undang untuk mengikuti beberapa perlombaan yang telah AIS siapkan.


Basket


Futsal


Cheerleader


Bela diri taekwondo


Kelima lomba tersebut akan mendapatkan hadiah yang Fantastis. Bukan sekedar mendapat ember dan lap pel untuk perlengkapan kelas ya guys, tapi mereka akan mendapatkan piala serta uang tunai dengan niminal yang tinggi.


Siapa yang tidak tergiur?? Bagi mereka yang memiliki bakat di sekolahnya , pasti akan mengikutinya.


Kean ?? Dia akan mengikuti basket bersama dengan Sean. Mereka partner yang hebat dalam basket dan menjaga Ily.


Seano?? Dia akan mengikuti beladiri . Ily?? Dia tak ikut apa apa. Bukan tak ingin. Tapi DILARANG


Setelah mendapat pengunguman bahwa setiap peserta yang akan mengikuti lomba akan mengadakan rapat sepulang sekolah , Kean dan Seano yang memang satu kelas segera berunding.


"Ily pulang sama siapa?? Kalo nunggu kasian ,"


"Iya juga sih.. em.. gue telpon supir aja deh"


"Eh eh.. jangan, udah , gue aja. Kan ada Sean dan lo tuh, jadi hasil rapatnya kasih tau gue" Seano nampak berfikir untuk usulan yang diberikan Kean.


"Yaudah, lo sama Ily, inget, jangan ngebut"


"Siap bos.. kalo gitu , gue keluar dulu" Kean pun akhirnya segera mendekat ke arah Ily untuk mengantarnya pulang


Dari arah pintu terdapat Sean yang akan memasuki kelas tempat berkumpulnya para peserta yaitu di kelas Seano kelasnya Ily juga. Namun ia bingung akan tingkah Kean yang malah keluar dari kelas.


Sean mendekat ke arah Seano yang sedang membaca teori di ponselnya.


"Bang, kenapa tuh anak?? "


"Oh.. mau anter Ily"


"Oh iya ya.. Ily kan ga ada yang antar"."hm.. makanya Kean yang izin , jadi hasil rapatnya kita kasih tau dia"


Diparkiran


"Loh kok sama keke?? Kak Sean Seano mana?"


"Mereka ada rapat sayang, jadi gak bisa antar"


"Memangnya rapat apa??"


"Rapat peserta perlombaan"


"Apaa??? Berarti seharusnya Keke juga rapat dong??"


"Gapapa, Keke mau anter dulu Lily." "Yuk" Kean mengajak Ily untuk naik ke atas motornya. Sebelum itu Kean membuka jaketnya dan dipakaikan di paha Ily agar pahanya tak terlihat kemana mana.


Setelah naik, Kean melajukan motornya membelah jalanan yang padat, banyaknya mobil dan motor yang berada di jalan raya tak membuat Kean kesulitan melajukan motornya.


"Keke, mau mampir dulu??"


"Engga sayang, keke mau ke sekolah lagi, ikut rapat" ily menepuk keningnya pelan


"Oh iya ya.. kok Ily sampe lupa"


"Yaudah, Keke pamit ya sayang... byyeee"


"Byeee Keke hati hati yaaa"


〰〰〰〰〰


Pekan olahraga antar sekolah akan dimulai .


Setiap para pemain telah berkumpul, Ily yang memang dijaga ketat oleh trio Posessive jadi ikut kemanapun mereka pergi . Banyak dari sekolah lain yang melirik bahkan melihat mereka secara terang terangan .


Ily yang apit oleh ketiga pria tampan , Sean dan Seano di samping kiri dan kanan Ily Sean yang merangkul pinggang Ily , Seano yang menggenggam tangan Ily dan Kean yang mendumel kesal karena ia berada dibelakang mereka. Wajah Ily yang imut serta para pangeran sekolah yang menjadi banyak incaran wanita tentu menjadi bahan pembicaran serta banyaknya orang orang yang memfoto mereka seperti paparazi.


"Sayang kamu nonton kita main dulu ya, nanti Ily ditemenin sama abang"


"Okey kak"


"Ily, kalo adaa yang macem macem langsung teriak aja ya "


"Siap Keke"