
Perlombaan antar sekolah belum selesai, namun ternyata karena kesalahan kepengurusan OSIS yang baru, mereka telat mengkonfirmasi pada kepala sekolah bahwa ada Olympiade MIPA se Asia , dan lomba akan diadakan di Singapura.
Para guru banyak merekomendasikan anak anak yang berprestasi di bidangnya. Dan hasil voting yang ditentukan oleh para guru , siswa yang mengikuti olympiade kali ini , Willy dan juga Sandy .
Mereka akan berangkat besok untuk melakukan karantina terlebih dahulu disana selama tiga hari.
Ily dan juga Sandy telah mendapatkan kabar tersebut. Ily menghela nafas, ia akan pergi ke Singapura bersama kedua orangtuanya. Orang tua Ily akan menginap di hotel yang dekat dengan tempat diadakannya karantina. Bagi twins brother , mereka memaksa untuk ikut , namun dilarang oleh kedua orang tua mereka. Maka dari itu, Sean dan Seano akan menanggung rindu pada sang adik.
Kean?? Dia terus memohon pada kepala sekolah agar di perbolehkan menggantikan Sandy, atau setidaknya diperbolehkan untuk menonton. Namun tetap dilarang.
Akhirnya Kean menghubungi Ily , entah kenapa Kean sangat ingin bertemu dengan Ily.
Keke ❤
Lily, sore jam 15.30 Keke jemput yaa... kita ke cafe
Lily 👑😘
Ayo Keke... sebelum Ily pergi, kita ketemu dulu 😁😁 Lily tunggu yaaa
Akhirnya waktu menunjukkan pukul 15.30 , kean telah menjemput Ily , dan mereka sekarang berada di motor sport Kean.
Sesampainya, Kean memarkirkan motor dan Ily turun dibantu dengan sebelah tangan Kean yang menjadi tumpuan untuk pegangan Ily.
"Lily, nanti kita gak bakalan ketemu 1 minggu, Keke pasti kangen"
"Iya Keke, Lily juga pasti bakalan kangen, apalagi disana kan gak boleh pegang ponsel"
"Oh ya, tapi Keke bisa nonton acaranya loh, meskipun buat Final aja, tapi Ily akan berusaha agar masuk Final dan masuk TV , biar Keke bisa liat Ily"
"Iyaaa, janji yaaa" Kean memberikan jari kelingkingnya ke hadapan Ily, setelahnya Ily membalas dengan menautkan jari kelingkingnya juga.
"Ayo kita masuk Keke, mungkin ini jalan jalan kita Untuk terakhir kalinya??" Entah kenapa Ily mengucapkan sesuatu seperti itu sedari tadi. Kean yang merasa ganjal hanya mengiyakan ajakan kekasih imutnya ini.
Mereka telah sampai di Moza Cafe. Banyak macam yang tersedia disini. Mereka berdua masuk dengan langkah riang, Ily tak melepaskan sedetikpun tautan tangannya dengan Kean.
Mereka duduk disamping jendela yang menunjukkan taman pada cafe tersebut.
Salah satu pelayan menghampiri mereka berdua untuk menuliskan pesanan .
"Selamat sore, saya Indri , mau pesan apa kak??" Sang pelayan menatap Kean dan juga Ily tersenyum .
"Lily mau pesan apa???"
"Eumm... Ily mau pesan chesse cake sama jus stroberi aja Keke"
Sang pelayan menuliskan pesanannya. "Saya capucinno cake sama yoghurt stroberi"
"Ada tambahan lainnya kak??"
"Gak ada"
"Baik, ditunggu ya kak"
Ily merogoh tas kecil nya kemudian mengeluarkan satu permen lolipop. Kean melihat kekasihnya begitu manis langsung mengeluarkan ponselnya kemudian.
"Lily"
Cekrek
"Lagi dongggg " Ily sangat menyukai jika ada yang memfoto nya. Dengan segera Kean memposisikan camera ponselnya.
Cekrek
"Uuhhh.. manis bangettt sih , pacar siapa iniiii???"
"Pacarnya Keke" teriak Ily girang sambil merentangkan tangannya ke atas, hingga menjadi pusat perhatian namun ia tetap acuh .
Kean melihat kekasihnya terus menerus dan tak ingin terpisah. Namun mau bagaimana lagi?? Ily akan berangkat malam ini agar besok saat sampai bisa beristirahat terlebih dahulu .
"Nanti Lily baik baik ya disana, jaga kesehatan, jangan banyak begadang, makannya harus teratur lohhh"
"Iya Keke... dan pastinya Ily akan merindukan Keke"
"Itu wajib Lily, jangan pernah sampai terlupa, pokoknya , setiap Ily tidur harus mimpiin Keke"
"siaappp komandan" Ily memberikan hormatnya pada Kean.
Akhirnya pesanan mereka datang, dan mereka pun segera menyantapnya sambil berbincang , tertawa bahkan menjahili satu sama lain.
Mereka pulang setelah menghabiskan makanannya.
Diperjalanan , Kean melihat kakek kakek yang menjual bunga . Dengan segera Kean melajukan motornya ke arah si kakek.
"Kek, bunga mawar putih satu" ucap Kean pada sang kakek
"Iya cu"
"Buat siapa keke?"
"Ga ah, Ily maunya mawar hitam aja"
"Lohh kenapa?? Biasanya suka mawar putih"
"Enggak ah.. mau ganti aja... jadi mawar hitam"
"Yaudah, kek, mawar hitamnya satu ya"
Sang kakek memberikan mawar hitam pada Kean . Setelah membayarnya Kean memberikan bunga itu pada Ily.
"Terima kasih keke"
"Sama sama sayang" cup Kean mengecup puncak kepala Ily.
Setelahnya mereka pulang.
Malam pun tiba, dimana semua berkumpul untuk mengantarkan Ily dan juga orangtua nya ke bandara Soekarno Hatta . Sean , Seano dan juga Kean amat sangat berat jika berjauhan dengan Ily, mereka ingin sekali pergi bersama. Namun mau bagaimana lagi?? Lomba memang diadakan secara tertutup dan baru dipublikasikan saat acara Final dengan metode cerdas cermat.
Ily memakai sweeater putih kebesarannya dengan celana jeans hitam, ia memakai topi hitam pemberian dari Sean. Menurut Sean , topi itu adalah topi keberuntungannya. Maka dari itu Sean memberikannya pada sang adik.
Tak lama setelah itu, Sandy pun datang dengan style yang hampir sama dengan Ily cuma dengan warna terbalik. Sandy pun memakai kacamata minusnya membuat ia terlihat seperti jenius. But, dia Memang jenius.
"Haii.. Willy,"
"Halo Ivan," panggilan dari Ily .
Sandi pun menyapa kedua orang tua Ily begitupun pada Sean Seano dan juga Kean. Sean mendekat ke arah Sandy.
"Gue harap , selama disana lo bisa jagain adek gue"
"Gue akan jaga dia"
"Thanks" whatt??? Seorang Sean?? Berterima kasih pada orang lain?? Keajaiban dunia.
Ily mendekat ke arah Sean kemudian memeluknya erat, Entah kenapa semua orang tak menginginkan Ily pergi untuk kali ini. Ily menangis tersedu karena ia paling tak bisa jika berjauhan dengan kedua kakaknya... apalagi kali ini bertambah dengan Kean.
Ily memeluk mereka satu persatu kemudian menangis lagi... Saat berita pesawat tujuan Singapura siap landas... akhirnya Ily melambaikan tangannya pada mereka bertiga.
Ily memeluk pinggang sang mommy erat karena tak kuat menahan tangisannya. Ily yang manja.. .
"Kamu tidak berasama orang tua mu nak??"
Sandy mendapat pertanyaan itu dari ayah Ily. Dengan cepat Sandy menjawabnya
"Tidak om, mereka sedang ke luar negeri"
"Ohh . Anggap saja kami orang tuamu" sang daddy tersenyum dan mengusap kepala Sandy.
"Terima kasih om"."jangan om, saat ini dan selanjutnya panggil Daddy"
"Ya daddy.. terimakasih"
"Ya sama sama nak"
Mereka pun memasuki kabin pesawat yang telah disiapkan oleh sekolah.
〰〰〰〰〰
Bagaimana kabar Sean , Seano dan juga Kean??
Mereka semua pulang ke rumah masing masing. Sean dan Seano yang baru ditinggal belum satu jam pun sudah rindu pada adiknya. Apalagi nanti... satu minggu.
Twins brother memasuki kamar adik termanisnya. Mereka kemudian merebahkan badannya pada kasur queen size Ily.
"Bang, gak tau kenapa , perasaan kakak ga enak"
"Hm.. sama, apalagi pas tadi abang pelukan sama Ily , dia ngucapin kata kata seolah dia bakal pergi dan ga akan balik lagi"
"Hm.. sama"
Flashback on
Seano memeluk Ily erat
"Abang, jaga diri baik baik loh, selalu sayangi Ily, doakan Ily ya... Ily mau pergi, abang harus tetap semangat okeyyy. I love you my prince Eagle" Seano yang terlarut kesedihan hanya menganggukkan kepalanya saja.
berpindah memeluk Sean
"Kakak, jangan terlalu sering pukul pukulan Ily gak suka, nanti kakak banyak luka nya. Ily mau pergi. Jadi kakak harus bisa jaga diri kakak baik baik yaaa... i love youuuu my prince Wolf"
Kean melihat betapa sedihnya Sean dan Seano saat berpelukan dengan Ily, membuat dirinya sendiri menahan genangan air pada matanya agar tak meluruh turun membasahi pipinya. Ily mendekat kemudian memeluk erat Kean
"Keke, Ily pergi yaa... jangan lupa senyum ya.. selalu mimpiin Ily dan juga doakan Ily yaa"."pasti, keke akan doakan Ily agar menang olympiadenya " ily tersenyum pada Kean . Entah mengapa , Kean memberikan jawaban itu seperti suatu suara yang hampa, jawabannya seolah tidak tepat untuk menjawab pertanyaan dari kekasihnya itu.
Flashback off
Mereka berdoa pada Tuhan agar semua baik baik saja... dan juga bisa mengembalikan adik serta kedua orang tuanya dengan selamat.