CUTE SISTER

CUTE SISTER
Sean



Sean menyeret laki-laki tadi ke arah gudang, dan setelah pintu gudang terbuka , ia langsung membanting tubuh laki- laki itu ke lantai.


Brrrugghh...


"Hah.. hah... kau memang sialan Sean"


"Hahahaha... lo pikir, gue gak bakal kenalin lo hah???" Sean tertawa kembali, dan kali ini lebih menggelegar serta mengeluarkan aura yang begitu mencekam.


"Lo dulu udah gue bebasin , sekarang lo mau main main lagi sama gue hah??"


"Cuuihhh.. laki-laki itu meludah sembarang meremehkan Sean.. gue bahkan siap buat bunuh lo Sean"


"Haha.. well well.. Yona.. Yona.. bahkan kacung lo aja ninggalin lo semua . Lo masih mau adu jotos sama gue?? Hah??"


"Hahah... lo sudah masuk dalam... perangkap gue" desisan di akhir kalimat Yona membuat siapa saja merinding, tapi untuk Sean? Itu tak ada apa apanya.


Sekedar Flashback. Kalo kalian yang udah baca CUTE SISTER season pertama, pasti tahu siapa Yona. Buat yang belum tahu atau lupa... Yona itu Rivalnya Sean, mereka selalu tawuran dan pemenangnya selalu Sean, begitupun dalam masalah lomba . Yona sempat akan menjadikan Ily sebagai target untuk membuat Sean bertekuk lutut padanya.. namun ia urungkan karena pesona dan kebaikan Ily membuat Yona lupa akan rencananya sendiri.


Kini dia kembali. Entah untuk apa. Balas dendam?? Atau mengambil hati Ily??


Prok prok prok, Datanglah 5 orang pria yang memiliki tubuh tinggi dan badan berotot. Sean takut?? TIDAK SAMA SEKALI. Camkan itu!


"Sekali pengecut, tetap pengecut ya lo"


Yona hanya mengedikkan bahunya tak peduli.


"Hajar"


Mereka mengerubungi Sean dalam bentuk lingkaran.


"Maju" perintah Sean.


Salah satu dari mereka maju ke arah Sean sambil melayangkan pukulannya ..


Bughh , pukulan itu ditangkis begitu saja dan dibalas dengan dua pukulan pada perut lawan.


Bugh bughh


Satu orang lagi melangkah maju dan siap menendang Sean. Namun dengan gerakan cepat , kaki lawannya ia tangkap.


"Sorry..."


Buugghhh


Kkrrekkkk


Sean mematahkan tulang lutut pada lawannya.


"Hah.. cuma segini kemampuannya??"


Akhirnya mereka mengeroyok Sean..


Bugh


Bughh bbugghh.


Bbraakkk


Salah satu dari mereka terlempar ke arah tumpukan kursi


Bugh.. buggh


Bugghh


Krreeekkk


Patahan pada pergelangan tangan lawan.


"Aaarrgghh... " suara jeritan saling bersahutan akibat merasakn sakit kala tangan mereka dengan mudahnya dipatahkan oleh Sean.


"Kurang ajar lo Sean..."


"Kacung baru lo?? Segini doang?? Bahkan gue ga ada luka sedikit pun"


"Hahaha... liat aja nanti..."


Yona mendekat ke arah Sean seraya melayangkan pukulannya.


Bughh..


bugghh


Hup


Bbraaakk... Sean menghimpit Yona pada lemari tak terpakai.


Bugh , Yona menendang perut Sean agar terbebas.


Bughh


"Eengggghhh... " Sean terbanting oleh Yona.


"Hah.. ternyata lo makin lemah ya Sean"


"Cuihh.. ini belum ada apa apa nya buat gue"


Mereka saling adu jotos kembali.


Di kediaman Ily


"Abang, kok kakak belum pulang ya?? Ily khawatir, perasaan Ily gak enak"


"Gatau, mungkin masih ada kelas sayangg, positive thinking aja okey?? "


"Hmm iya bang, tapi..."


"udahhh.. kamu tenang aja yaa.. sini duduk" Ily pun duduk dipangkuan Seano dengan menghadap ke arahnya


"Bang, kalo abang nanti punya pacar , jangan lupa sama Ily ya"


"Pasti... abang gak akan pernah lupa sama adik abang yang manja ini"


"Heheh.. bener ya bang??"


"Iyaa sayang, kiss nya mana??"


Cup


Cup


Cup


Ily mengecup sudut bibir Seano tiga kali. Dibalas dengan kecupan di dahi Ily sangat lama.


"Abang sayang adek"


"Adek juga sayang abang"  akhirnya Ily memeluk Seano dengan posisi seperti sebelumnya.


"Sleep well sweetie"


"Hm..." Seano mengelus pelan rambut panjang Ily yang di urai.


Kembali ke Sean


"Ternyata lo masih kuat juga ya..."


"Pasti.. dan lo akan kalah juga hari ini"


"Itu gak akan pernah terjadi" ucap Yona sambil mengeluarkan belati dalam sakunya.


"Woaaahhh... ternyata pengecut satu ini membawa senjata ... hahahahaha.. saking yakin bakal kalahnya lo , lo bawa senjata" prok prok prok


"Pantas aja lo gak pernah menang lawan gue" ucap Sean merendahkan Yona dengan seringai di bibirnya.


"Itu gak penting, yang penting sekarang, lo harus mati di tangan gue"


"Mati? Lo atau gue?" Hahahaah... Sean tertawa sangat keras dan membuat Yona semakin bertekad untuk mebunuh Sean.


Ia mendekat perlahan ke arah Sean sambil mengelilinginya...


Perlahan...


Perlahan...


Semakin dekat...


Hingga kini ia berada di belakang Sean .


"Lo harus mati Sean"


Pisau itu diarahkan pada punggung Sean dan


Bukkk


Jlebbbb


〰〰〰〰〰〰


Seann???? Are you okay???


Teman temannn.. aku kasih double up lohhhh... mana VOTE nya??? Kasih komentar kalian juga yaaaa😉😉😉