CUTE SISTER

CUTE SISTER
Adik???



"Keke"


Deg!!!


Kean menatap ke arah samping dimana suara itu datang .


"Lily?? Kamu ngapain disini??"


"keke... Ily kangennnn...." rengek Ily langsung memeluk Kean .


"Waahh.. lo kenal ke?? "


"Iya.. kenal"


"wah... siapa lo?? Kenalin donggg"


"Em.. dia.... " Kean melihat ke arah Ily kemudian menatap Daisy


"Adik gue"


Deg!!


------------------


"Adik??" Cicit Ily pelan, berbeda dengan respon para teman Kean yang langsung heboh dengan ucapan Kean.


"Woaahhh... gila, kenapa lo gak bilang kalo punya adik??"


"Hm.. " Kean melirik ke arah Ily yang tersenyum canggung, kemudian seseorang tiba dan memeluk Ily dari belakang.


Grep


"Sayang... kok ninggalin kakak sih??"


"Hehe.. maaf ya Kak, soalnya Ily gak sabar sih"


"Huft... okey kalo gitu" Sean melepas pelukannya pada Ily , kemudian matanya menatap ke arah Kean yang kini bertengger lagi pada pinggang gadis di sebelahnya.


Sean menaikkan sebelah alisnya , kemudian tersenyum miring. Para teman Kean melihat itu hanya bergidik ngeri.


"eh.. lo adeknya Kean juga??" Tanya Miko pada Sean.


"Adik?? Dia??" Tunjuk Sean pada Kean yang sudah bergerak gelisah karena merasa terintimidasi.


"Iya..atau jangan jangan, lo pacarnya cewek ini??" Dion langsung bertanya pada intinya


"Bukan"


"Hufftt... untung aja" desah mereka berdua.


"Jadi, dia bilang Ily adik dia??" Kedua teman Kean mengangguk, Sean melirik ke arah Daisy yang sedari tadi menatap Sean intens . Bagaimana tidak?? Penampilan Sean yang bad boy memiliki daya tarik sendiri bagi semua wanita yang menatapnya.


"Kenapa??" Tanya Sean pada Daisy


"Ah.. engga, kenapa kalian gak kenalan?" Tanya Daisy karena ia penasaran dengan nama Sean.


"Penting?" Sean bertanya dengan sangat DATAR.


"Em.. engh.. engga juga sih"


"Hai.. namaku Willy " Ily langsung memperkenalkan dirinya tanpa menghiraukan kakaknya yang kini memberikan tatapan mengerikannya.


"Sayangggggg" Ily menoleh dan langsung memberikan cengiran kelinci serta mata bulan sabitnya, itu membuat Miko dan juga Dino jatuh hati.


"Gapapa dong kak, kan kenalan aja"


"Iya tuh. . hai Willy , nama gue Miko"


"Hai kak miko"


"Nama gue Dino"


"Hallo kak Dino" "kamu masih SMA ??"


"Engga kok, Ily kuliah juga, tapi di korea bareng kakak" tunjuk Ily pada Sean


"Ohh.. kuliah?? Kok panggil kita kakak??"


"Ily kan waktu SMA ikut kelas akselerasi"


"Ohh... begitu, pinter dong"


"Hehehe.. biasa aja kak Miko"


"Jurusan apa Wil?"


"Kedokteran kak"


"Waaaaww... amazing, pinter banget dong ya"


Miko dan Dino makin memuji Ily, sedangkan Daisy ?? Ia tak melepas tatapannya dari Sean sama sekali . Sebenarnya ia sedikit iri karena kepintaran Ily, namun segera di enyahkan karena ia sudah mendapatkan Kean karena kecantikannya, walau ia akui bahwa Ily adalah wanita yang cantik dan manis juga ,namun kurang seksi.


Kean??


Dia tetap tak bergeming melihat interaksi Ily dan para sahabatnya.


Hufftt... mereka bahkan lupa jika sedari tadi Ily dan Sean masih berdiri .


It's so time


Seringai tajam Sean makin mengembang


Seseorang mendekat ke arah mereka . Gaya bad boy dan mata tajamnya membuat siapa saja bergidik ngeri, namun jika ia tersenyum, manisnya gak tertahan bikin cewek mimisan.


"Queen" teriakan Itu memanggil Ily  dari kejauhan yang ternyata itu adalah.


"Tae???" Ily terkejut bukan main, tanpa sadar Ryeon Tae telah ada di hadapan Ily dan segera memeluknya.


"Jahat banget sih kamu, kenapa gak bilang mau ke London, Aku cari kamu di kampus loh, waktu tanya sama Seano aku dapat jawaban yang buat aku shock, makanya aku langsung aja terbang kesini"


"Ia maaf ya Tae, Ily buru buru soalnya"


"Ia gapapa Queen" Rye menepuk puncak kepala Ily pelan sambil tersenyum manis, saat menatap sekitar?? Pandangannya berubah lagi.


"Tae... merasa terpanggil Rye menolehkan kepalanya sambil memberikan senyumnya.


Tae ganti warna rambut lagi??"


"Iya nih , bosen sama warna yang sebelumnya"


"Hufft..  awas jadi rusak rambutnya, kan sayang"


"Sayang aku???"


"Ia.. sayang Tae"


Kean melihat kedekatan Ily dengan lelaki lain membuat ia terbakar cemburu. Ia langsung melepas tangannya pada pinggang Daisy .


"Ily, kita bicara berdua"


"Okey"


"Eitss . . Gak bisa" tahan Ryeon Tae, sedangkan Sean memperhatikan semuanya dengan tatapan sinis .


"Siapa lo??"


"Gue?? "


"Iya, lo siapanya Ily?"


"Gue teman hidup dia dimasa depan"


"Cih... teman hidup... mimpi lo" sinis Kean tak terima karena pacarnya diklaim oleh laki-laki lain.


Ryeon Tae?? Dia hanya mengedikkan bahunya acuh.


"Kita beli ice cream yuk queen"


"Mauuuuuu.... eh.. tapi Keke gimana??"


"Udah lah... dianya juga lagi sibuk sama itu" tunjuk Tae pada Daisy .


"Hm.. okey deh, yuk Tae, Kak" " kak miko , kak Dino, Keke sama Kak... " Ily tak tau namanya.


"Ily pamit ya, byeeee..."


Tanpa menunggu jawaban, Sean langsung merangkul pinggang adiknya dan Tae menggenggam tangannya erat.


Sean marah... amat SANGAT MARAH.


Tae?? Dia Marah... namun ia juga senang karena kini ia mendapatkan peluang besar untuk berada di dekat Ily.


Ily??


Jangan tanya lagi hatinya bagaimana setelah ini.


Menyakitkan - batin Ily


〰〰〰〰〰


Aku menyediakan palu, cerulit, dan segala macam barang lainnya untuk nimpuk Kean....


Huaahhh... Kean nyebelin banget kan,?? Iya gak  sihhhhh???


Hufftttt aku up lagi kali ini... minta VOTE COMMENT nya biar tambah semangatttttt 😁😁😁😁