CUTE SISTER

CUTE SISTER
Pertemuan



"Kakak... Abang....."


"Isshh dimana sih..??? Ily cape kakak abangg..." rengek Willy


Hihihi... Sean dan Seano terkikik geli melihat rengekan Ily. Mereka sedang bermain petak umpet.


Daaarrrr


Aaahhkkk


"Iissshhh kakak, kok kagetin Ily sih???"


"Uuhhh.. lucu banget sih adik kakak ini" ucap Sean sambil mencubit pipi Ily, Seano mengecup pipi Ily karena gemas.


"Adek abang kenapa sih?? Kok cemberut gitu" ucap Seano penasaran.


"Kakak sama abang ngumpetnya susah banget di temuin, ily kan cape nyari nya"


"Yaudah kalo gitu sekarang Ily yang ngumpet biar Abang yang jaga"


"Okey" ucap Ily dan Sean berbarengan.


"1...2...3...." berhitung sampai 20


Sean dan Ily pun segera bersembunyi dan memutuskan untuk bersama.


"Ssstttttt"


Ily hanya mengangguk tanda mengerti jika ia tak boleh berisik.


"Ily????"


"Seann????" Teriak Seano yang sesekali melirikkan kepalanya ke arah sekitar.


"Illyyyyy"


"Seeeaannnn???"


"Dimana ya??? Huft.. rumahnya kebesaran sih... jadi susah carinya"


Berbeda dengan ditempat persembunyian.


"Kak" bisik Ily pada Sean


"Sssttt jangan berisik dek"


"Ihh itu"


"Apa???"


"Ituu.. ada itttuuuuu" ucap Ily gemas karena Sean tak kunjung melihat sesuatu yang ditunjuk oleh Ily


Sesuatu itu bergerak mendekat dan,


Aaaahhhhh


Aaahhkkkk


Jerit dari Sean dan juga Ily menggema keseluruh penjuru rumah, kemudian mereka berlari menjauh dari tempat persembunyiannya.


Aaahhhkk


Aaahhhhh


"Lari Ily... lari"


"Kakak, tungguin Ily"


"Naaahhhh.... ketemu juga kalian" pekik Seano pada Ily dan Sean membuat mereka berdua terkejut.


"Aaahhhkkk... abang bikin kaget aja sihh"


"Hehe... kalian kenapa sih?? Kok lari lari"


"Itu bang, ituuu..." ucap Sean sambil terengah engah.


"Itu apa..?"


"Itu ada ..."


Aaahhhkkkk


Pekik mereka bertiga kemudian berlari kembali.


"Itu kalian nemu dimana??"


"Di .. di tempat kita sem.. sembunyi bang ..hah... hah.."


Lelah , itulah kata yang kini mereka rasakan.


"Ck, dasar kecoa terbang!!!! Harusnya gak ada di rumah ini"


"Ihhh... abang , Ily takutttt " rengekan Ily pada Seano mencari perlindungan.


"Yaudah sini abang peluk"


Mereka akhirnya berpelukan


"Bang?? jangan ngelus ngelus kepala aku dong"


"Hah?"


"Abang ngelus kepala aku kan??"ucap Sean pada Seano namun Seano menggeleng.


Saat disentuh


Aaahhhkkkkkk, mereka bertiga kembali berlari menghindari kecoa terbang itu .


"Abanggg... Ily takut, hikss hikkss" Ily mulai menangis karena ketakutan.


"Ayo sini" seano menggenggam tangan Ily meninggalkan Sean yang sedang bergidik sambil berlari. Mereka pun akhirnya masuk ke kamar Seano.


"Udah.. jangan nangis, kecoanya gak akan ikut kesini"


Ily hanya mengangguk... kemudian pintu kamar terbuka dan muncullah Sean dengan muka merah karena ketakutan dan lelah.


"Abang, kakak cape "


"Yaudah, kakak juga tidur sini"


Akhirnya mereka bertiga tertidur dengan Ily yang berada di tengah - tengah mereka .


💕💕💕💕💕


Akhirnya, Setelah 12 tahun terlewati, kini Ily sedang mempersiapkan barang- barang untuk pergi ke sekolah barunya besok.


"Ahhh... gak sabar banget" batinnya begitu senang.


"Emm.. abang sama kakak lagi apa ya??" Ily keluar kamarnya, kemudian dengan perlahan ia membuka pintu kamar abangnya.


"Ohh...Ternyata mereka berdua sedang bermain PS"


"Huhhhh BT"


"Walaupun ia ada disini pasti gak akan tau kan?? "


"Hihihi... numpang tidur ahhh"


Dengan perlahan Willy melangkah memasuki kamar sang abang dengan kaki yang di jinjitkan agar tak menimbulkan suara, hingga sampai dikasur ia langsung merebahkan tubuhnya dan menutup tubuhnya dengan selimut.


"Eeummm wangi abang enak banget" batin Ily sembari mencari posisi ternyamannya.


Ditempat yang sama , Seano dan Sean akhirnya menyelesaikan permainan mereka. Hingga saat mereka akan keluar , Seano melirik ke atas tempat tidurnya dan ternyata benar.


Adik bungsunya yang manis sedang tertidur.Seano dan Sean mendekati dengan perlahan, kemudian mereka mengecup kening Willy secara bergantian .


Di kediaman lain


"Keaaaannnn... bantuin mama"


"Apa mah??"


"Ini bantuin buka tutup botol" sang mama hanya menyengir .


"Ck, mama gimana sih?? Masa buka tutup botol aja gak bisa"


"Hihi.. biar kamu ada kerjaan, eh besok kamu mulai MOS ya??"


"Loh?? Kok ga ada MOS?? Gak seru dong"


"Itu perintah dari atasan juga ma"


"Ohh begitu, yaudahlah, asal kamu jangan kecapean yaa"


"Siap mamaku sayang"


Keanpun akhirnya kembali ke dalam kamarnya.


"Semoga esok akan jadi hal baru yang menyenangkan"


Kean adalah orang yang sangat dingin. Sangat, sangat , sangat dingin entah darimana sifat itu muncul , padahal kedua orang tuanya termasuk golongan orang yang ramah dan banyak bicara.


Kean adalah Wakil ketua OSIS disekolahnya. Kean juga tak kalah populernya dengan si kembar Azfary.


Sinar mentari pagi telah terbit menampakkan cahayanya.


"Ma, Kean berangkat dulu ya, Kean terlambat , lupa bakalan ada breafing dulu"


"Eh.eh... tunggu.. ini di bekal makannya"


"Okey, bye ma "


"Bye,... hati hati di jalannya sayang" teriak sang mama karena Kean sudah jauh dari pandangannya.


Di Mansion Azfary


"Selamat pagi semuanyaaaa"


"Pagi sayangg" Ily mencium sang mommy.


"Pagi sayang" Ily pun berpindah kemudian mencium daddy nya.


"Pagi sister" terakhir, Ily mencium kedua pipi abang kembarnya bergantian dan di balas dengan kecupan di kedua pipi Ily bersamaan.


"Siap untuk jadi murid SMA??"


"Siap daddyyyy" pekik Ily girang


"Okey kalian sarapan dulu, setelah itu kita berangkat"


"Siap dad" ucap sang anak begitu serempak membuat kedua orang tua mereka terkekeh geli.


"Aku selesai"


"Aku juga"


"Ily selesai"


"Kalo begitu Ily mau berangkat sama siapa? Abang , kakak, atau daddy?"


"Udah ayo dek, sama abang aja" Sahut Seano dengan semangatnya.


"Eh.eh.. ga bisa gitu, udah Ily sama kakak aja" Ketus Sean saat Seano akan mendahuluinya.


"Gue"


"Gue"


Tanpa mereka sadari , Ily tengah pergi dengan sang daddy yang sebelumnya telah berpamitan pada istri tercintanya


Suara mobil meninggalkan pekarangan rumah terdengar dan menjauh, dan setelah mereka sadar.


"Lo sihh.. jadikan Ily sama daddy"


"Lo juga salah ya bang "


"Ck.. berisik, eh. Buset gue telat, lupa mau breafing" pekikan Seano menghentikan perdebatan mereka


"Ayo"


Akhirnya mereka berdua pergi ke sekolahnya Seano dengan mobil sportnya , sedangkan Sean dengan motor sport nya. Kalo ditanya kenapa sean pakai motor?? Dia pasti akan jawab Karena kalo pake motor sifat bad boy nya terlihat lebih mencolok.


AIS


(Azfary International School)


"Sudah sampai... hati hati sayang... kalau ada apa apa langsung hubungi kakak atau abang ya " ucap William seraya mengelus kepala Ily .


"Iya daddy, Ily pergi dulu, daddy juga hati hati ya" pamit Ily seraya mencium pipi sang daddy.


"Wahh.. ternyata besar juga sekolahnya, semoga Ily dapat teman banyak"


Selama Ily berjalan selama itu pula banyak yang memperhatikan gerak geriknya.


Siapa itu??? Imut sekali


Cantikkkkk


Dia mau gak ya jadi pacar gue


Manis banget sihhhh


Dia artis bukan sih?? Rambutnya bagus banget


Iya, kulitnya juga, kayaknya mulus banget tuh


Seperti itulah pujian yang terlontar dari perempuan maupun laki laki.


Tak lama kemudian muncul lah mobil sport keluaran terbaru . Setelah memarkirkan mobilnya keluarlah sang pemilik mobil tersebut...


Keaaannn


Aahhh cowok gue


Itu kakak kelas kita??


Ganteng banget ...


Mau jadi pacarnya donggggg


Aah ga salah pilih sekolah gue . .


Begitulah pujian yang terlontar untuk Kean, setelah nya ia melihat jam tangannya , dengan mata membola ia berlari hingga tak sadar akan apa yang terjadi selanjutnya.


Bbrruukkkkk


Tabrakan itu tak terelakkan lagi. Kean dan Ily sama sama terjatuh.


"Aahh... mommy, ini sakit sekali" Batin Ily


"Eh, sorry, gue gak sengaja" ucap Kean pada seseorang yang kini terduduk di hadapannya namun tetap dingin.


Ily mendongakkan kepalanya


"Cantik, manis ... siapa dia?? "


"Adik kelas kah?"


Hayalan Kean terbuyar saat ada seseorang yang mendorongnya menjauh dari tempat ia berpijak.


"Sialan, lo apain dia hah?"


"Eh, gue gak sengaja"


"Alah.. alasan lo" Sean emosi saat orang yang disayangnya terduduk dengan darah di telapak tangannya walau sedikit, Sean dan Seano selalu tetap menjaga agar tak ada yang membuat adiknya kesakitan .


Saat sean akan memukul Kean , gerakannya terhenti , Ily menarik narik ujung baju Sean yang keluar , seperti anak kecil yang ingin meminta permen Ily berbicara pada Sean.


"Kakak, ayo , nanti Ily telat"


"Tapi tangan kamu ??" Ily hanya menggeleng tak tau harus apa.


"Kita ke UKS dulu ya, nanti kakak izin ke ketua OSIS nya" Ily mengangguk lucu di hadapan Sean dan juga Kean.


Interaksi Sean dan siswi yang sekarang di bawanya ke UKS menjadi perhatian anak - anak sekolah dan juga Kean.


"Sean si cool bad boy ?? Bicara manis??


Atau perasaan gue aja nih??" Batin Kean bertanya - tanya .


Tak hanya Kean , murid yang kini satu angkatan dengan Sean maupun kakak kelas , begitu terkejut melihat Sean seperti itu.