
Setelah sampai diruang kepala sekolah . Ily dan Sandy mengetuk pintu terlebih dahulu, setelahnya mereka masuk dan membuat sang kepala sekolah terkejut dan hampir terjungkal dari duduknya.
"Astagfirullah, ya nabi... salam alaika... ehh salah.. aduhhh ayat kursi ayat kursi .. ck lupa bacaannya" cerocos sang kepala sekolah dengan suara kecil.
"Pak kenapa??"
"Astagfirullah... ya Allah .. ya Rabb.. dia ngomong ke saya ya Allah , saya harus apa ya Allah, saya takut kesurupan, disini gak ada orang, takut di telanjangin "
"Ih.. bapak kenapa sih??"
"Heh... setan tuh ya... kalian seenaknya aja masuk ruangan orang yang lebih tua."
"Ihhh . Bapak kenapa sih?? Kita kesini mau ngasihin ini"
Sandi membuka kotaknya di hadapan kepala sekolah, dengan mata membulat, Sang kepala sekolah melihat dengan jelas, piala emas dan juga juara 1 terpampang disana.
"Ini... jadi bagaimana kalian bisa selamat??"
"Nanti akan saya ceritakan pak"
"Okey kalo gitu, terimakasih karena kalian telah membanggakan sekolah dengan prestasi yang kalian miliki, bukan hanya sekolah yang bangga , tapi Indonesia pun bangga"
"Iya pa... terima kasih"
"Kami pamit masuk kelas pa"
"Oh iya, silahkan,"
Bel berbunyi , waktunya upacara bendera.
Semua siswa mulai memenuhi lapangan untuk melaksanakan upacara .
Pengibaran bendera telah selesai.. saatnya memberikan guru memberikan pidatonya.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatu... Selamat pagi semuanya.. saya sebagai kepala sekolah Azfary International School merasa bangga, terkejut , dan juga bahagia... karena apa?? Karena ternyata siswa siswi yang kemarin mewakili Indonesia untuk olympiade MIPA , mereka memenangkan juara 1 , semua siswa dan guru memberi tepuk tangannya, Namun sebelumnya , kita dikejutkan dengan jatuhnya pesawat yang mereka tumpangi , Syukur Alhamdulillah ternyata Korban tersebut yang mencuri koper dari mereka berdua. Mari kita panggil siswa siswi yang bernama Sandy Ivander dan juga Willy Queen A segera maju kedepan dan menaiki podium. Willy dan juga Sandy maju kedepan dengan wajah ceria nya. Sandy pun berjalan dengan senyum serta kacamata yang ia pakai.
"Iya pak sama sama"
Penyerahan piala besar dari Sandy kepada kepala sekolah telah di terima. Sandy dan juga Ily sepakat kalau piala tersebut akan di simpan di sekolah .
〰〰〰〰〰
Upacara selesai, waktunya istirahat sebelum memulai pelajaran .
"Jadi , gimana caranya lo bisa gak ikut naik pesawat itu San??" Tanya Sean yang kini memang bergabung dengan Kean, Ily dan Seano.
"Jadi , waktu gue lagi tarik Ily ....
Flashback on
Dibandara,
Saat gue tarik Ily untuk masuk boarding pass... ia seperti merasakan hal yang beda dari tangan gadis yang disentuhnya. Saat ia sudah akan memasuki pesawat, ia dikejutkan dengan laki-laki yang tiba-tiba datang dan langsung mukulnya.
Sandy yang tak siap , jatuh tersungkur kebelakang. Mereka membawa password dan juga koper milik Sandy dan Ily, untungnya, Piala nya dipegang oleh Ily. Ia pun baru sadar jika wanita yang ia tarik bukanlah Ily, melainkan wanita lain yang memakai baju serupa dengan Ily.
Akhirnya Sandy keluar lagi untuk mencari keberadaan Ily, ternyata disana Ily sudah menunggu dengan Chan .
"Sandyyyy" Ily segera memeluk Sandy, Sandy yang mendapat pelukan, refleks membalasnya.
Setelah itu Ily memberitahu apa yang Chan lihat , karena Sandy pun baru mengetahui bahwa Chan mempunyai indra ke enam.
Maka dari itu, kami mengambil penerbangan esok harinya.
Flashback off
"Syukur, adek sama lo baik baik aja..." Sean memeluk erat adiknya karena ia amat takut kehilangan .