
Flashback on
Saat aku berjalan di koridor, aku mendengar percakapan dua orang yang menurutku tak asing di telinga.
Aku melihat dua orang itu kini telah berhadapan dengan jarak yang sangat dekat.
"Dan... apakah... aku " Kean semakin mendekatkan lagi jarak antara mereka. Aku semakin menajamkan penglihatanku saat...
"Harus melenyapkan nya juga??" Seringai itu kembali di perlihatkan oleh Kean serta pisau lipat yang kini berada di genggamannya.
"Jja..janga ..n.. Kean.. Ily mohon.. jangan... " Ily perlahan memundurkan langkahnya .
Kean??? ILYYY????....
"Ucapkan selamat tinggal pada anak kalian Lily sayang" Kean mulai mengayunkan tangannya ke arah perut Ily .
Jleebbbbb
Mata Ily membulat tak percaya saat pisau itu benar benar Kean tusukkan
.. tapi....
"Kk..Kea..nnn"
"Kau memang selalu menjadi pengecut, Kean Elyas Sragif"
"Ll..loo...??? " Kean melihat sesuatu yang menusuk perut nya. Sesaat , mata mereka kembali bertemu.
"Haruskah gue bunuh lo sekarang juga??" Ucap seseorang itu dengan nada yang sangat Dingin.
"Eengghh.. Li..ly.. ja..ja..ga nab..il" ukhhuk... ukhukk.. darah mulai keluar dari mulut Kean.
Ily tak tahan dengan apa yang di lihatnya kini. Dengan segera Ily memeluk seseorang yang selalu menjadi tamengnya.
"Kakak... stop...." Ucap Ily dengan nada Lemahnya , ia tak ingin Kean mati. Bagaimana pun juga, Nabila masih membutuhkan sosok papa nya.
Sean tak menggubris ucapan Ily. Hal itu membuat Ily semakin erat memeluk sang kakak untuk mencari kekuatan .
"Kaakk.. Il..ly..mau..." pelukan itu melonggar dan sebelum jatuhnya Ily, namun dengan sigap Sean menahannya dan langsung mengangkat Ily menuju ruangan dokter untuk di periksa.
Sean menatap ke satu arah dan memberikan anggukannya .
Setelah pergi meninggalkan Kean, beberapa orang datang menghampiri Kean yang masih sadarkan diri dan menatap sendu wanita yang di cintainya.
"Maafkan aku Lily, aku membuatmu sakit kembali" ucapan yang hanya bisa ia ungkapkan dalam hatinya.
Kemudian , dengan kasarnya Kean di angkat ke brangkar rumah sakit untuk diperiksa dan di beri penanganan.
〰〰〰〰〰
Ruangan Tae kini kedatangan para karyawannya. Wajah Tae yang tertidur tak luput dari perhatian ke enam karyawannya dan membuat karyawan wanita semakin ingin memiliki bos nya ini.
"Silahkan di minum, maaf hanya bisa menyediakan ini "
"Tidak apa apa nyonya, terima kasih" ucap salah satu karyawan wanita yang mencari perhatian pada mama Tae.
Siapa tau kalo gue deket sama emaknya, anaknya pun akan kecantol.
Mereka mengobrol ringan sambil sesekali menatap Tae yang masih tertidur.
Ceklek
Pintu ruangan terbuka, menampilkan salah satu bos yang selalu berada di kantor mereka, dengan segera mereka bangkit dari duduknya dan membungkuk memberi salam.
"Selamat sore bos"
"Hm"
"Bagaimana ma?" Ucap Sean pada mama Tae .
"Masih sama Sean"
"Mana Ily?"
"Dia... "
Ceklek, bunyi suara pintu yang terbuka kembali.
"Selamat sore" ucap Ily kembali dengan wajah riang dan lemah lembutnya .
Semua karyawan menatap takjub akan apa yang mereka lihat kini, apalagi Ily menggunakan dress putih dan juga flat shoes peach menambah kesan manis padanya .
Ily memasuki ruangan dengan senyum yang masih terpatri pada bibirnya, kemudian ia mendekat ke arah sang mama untuk memberikan cipika cipiki nya.
"Kok baru kesini??"
"Iya , tadi masih ada pasien ma, maaf ya "
"It's okey sayang, kamu sudah makan??"
"Sudah donggg... " setelah itu Ily mendekat ke arah sang kakak kemudian mengecup pipinya .
Cup
"You're welcome honey" cup cup cup
Dua kecupan pada mata dan satu kecup pada bibir manis Ily.
"Anjirrrr... manis banget sih bos Sean, tapi itu cewek siapanya???"
"Menang banyak tuh cewek"
"Gilaaa... ceweknya si pak bos bening bangetttt cantik lagi...."
"Bidadari ..."
"Siapa sih tu cewek?? Kok bisa imut gitu sihh...pengen nyubit"
Itulah kata- kata yang di lontarkan para karyawan yang melihat interaksi mereka , yang pastinya hanya mereka ucapkan dalam hatinya.
Setelah melepas pelukannya Ily mendekat ke arah ranjang Tae, "halo sayang, Ily udah disini, kapan bangunnya Tae??"
Ily pun mengelus setiap garis wajah Tae , tanpa di duga.
Jarinya bergerak
Ya!!!!
"Maaa.... Tae... ma, jarinya bergerak!!!!" Pekik Ily merasa senang , dengan segera Ily memencet tombol yang berada pada bagian kepala ranjang Tae.
Dokter pun datang dan langsung mempersilahkan kita semua keluar. Para karyawan itu masih tetap disana , mereka pun ingin mengetahui apa yang terjadi pada bosnya.
Tak lama kemudian pintu terbuka dari dalam , Ily langsung bertanya pada sang dokter.
"Dok, bagaimana dengan Tae? Apakah baik baik saja??"
"Pasien sudah sadar, dan ia mencari seseorang yang bernama Queen"
"Saya dok, saya Willy Queen"
"Baiklah, silahkan masuk, mohon maaf untuk sementara pasien hanya bisa menerima satu orang "
"Baik kalau begitu, terima kasih dok" ucap mama Tae yang bahagia karena sang anak telah sadar.
"Kalau begitu , kami permisi bos , nyonya"
"Ah.. baiklah, maaf ya kalian jadi tidak bisa melihat keadaan anak saya"
"Tidak apa apa nyonya, yang penting bos Ryeon sekarang sudah sadar"
Mama Tae hanya mengangguk membenarkan , akhirnya mereka pun pamit.
Didalam sana , Tae masih dalam posisi tidur, dengan perban di atas kepalanya , namun selang oksigen yang telah dilepas .
"Hai... Queenn..." ucap Tae sangat lemah saat melihat sang istri menghampirinya.
"Tae... Tae udah sadar...hiks hikss.. Tae kembali...hik..hikss...." Ily memeluk tubuh Tae dengan perlahan, ia begitu sangat merindukan suaminya.
"Ya.. aku kembali, karena aku telah berjanji padamu dan juga anak kita" Tae kini menatap perut Ily yang sedikit membuncit .
Dengan perlahan , tangan Tae di arahkan pada perut Ily.
"Halo anak anak ayah... apa kabar disana? "
"Kami baik baik saja ayah" ucap Ily seraya menirukan suara anak kecil.
"Good... selalu baik disana hingga waktunya tiba , ayah akan selalu menyambut kalian, i love you" Tae mengarahkan dua jari tangannya pada bibir miliknya.
Cup... Setelahnya, kecupan itu Tae eluskan pada perut Ily, dimana anak anaknya kini sedang berada di dalam sana.
Ily melihat itu begitu terharu, ia menangis bahagia melihat betapa sayang dan cintanya Tae pada bayi mereka.
"Don't cry..." Ily merasakan usapan pada pipi nya.
"I always beside you..." cupp... Tae pun mengecup kening Ily dengan penuh rasa syukur, cinta, dan sayangnya .
〰〰〰〰〰
Huahhh.. terharu aku ... akhirnya Tae sadar juga..
Kalian senang gak ...???
Maaf bila ada kesalahan kata atau Typo yang bertebaran dimana mana
Vote dan komentar kalian akan selalu aku tampung, teman teman ... karena itu adalah motivasi buatku
Buat yang belum follow silahkan klik FOLLOW
SitiHandriani
Happy Reading 😘😘