CUTE SISTER

CUTE SISTER
Princess Rabbit



Ily memutuskan kontak mata terlebih dahulu karena Sean memegang pipi Ily dengan lembut dan di arahkan padanya.


Cup


Sean mengecup hidung Ily dan dengan gemas nya menarik hidung Ily sampai memerah.


"Ihhh kakak, sakitttt" rengek Ily bukannya menyesal , Sean malah menambah cubitan cubitannya pada kedua pipi Ily.


"Abanggggg" Ily meminta pertolongan dan dengan sigap Seano mengangkat Ily kepangkuannya dan memeluk Ily dari belakang, masih dengan aktivitas nya yaitu membaca materi namun sesekali tangannya mengelus rambut panjang Ily.


Ily menjulurkan lidahnya pada Sean tanda ia menang , namun tanpa di duga, Sean menarik ujung rambut Ily perlahan namun Ily mengikuti tarikannya.


Cup..


"Kena lagi kaaannnnn" goda Sean pada Ily.


"Abang, itu kakaknya nyebelin"


Seano berhenti membaca dari ponselnya kemudian menatap Sean dengan pandangan sulit di artikan dan.


Hahahha...


Aahhhaahh


"Abanggg.. haha ka aahhaha kak... ampunnnn" Ily di gelitiki oleh Sean dan Seano, mereka tanpa sadar ikut tertawa karena menjahili adiknya ini.


"Cu.. cu. Haha.cukup"


Sean dan Seano menghentikan kegiatan mereka , melihat keadaan Ily sangat mengenaskan, rambut acak acakan , air mata menetes, nafas yang ngos ngosan tidak teratur.


Sean mengambil milkshake stoberi milik Ily dan di berikan pada sang pemiliknya. Sedangkan Seano merapihkan rambut panjang Ily dan menghapus air mata yang keluar dari mata indahnya.


Para siswa yang melihat kejadian langka itu pun langsung mengambadikannya lewat video serta menjadikan bahan gosip ter panas di AIS.


Kean??..


Panas!!!! Sepanas bara api


"Sebenarnya apa sih hubungan mereka??? Gue jadi penasaran" ucap Kean pelan namun masih terdengar oleh sahabatnya


"Mana gue tau"


"Tapi gimana pun caranya, gue mesti miliki Willy"


Setelah masuk untuk belajar kembali , akhirnya bel pertanda pulang telah berbunyi.


Ily pamit pada semua teman temannya . Dengan segera Ily keluar menghampiri Kakak dan Abangnya yang telah menunggunya di luar kelas Ily.


"Princess Rabbit mau pulang sama siapa?"


"Kakak naik apa??"


"Motor"


"Abang??"


"Mobil"


"Okey kalo gitu, hati hati Princess"


"Hm.. bye bye Prince"


"Kak, Abang mau ke toko buku dulu, kalo mau mampir kemana mana, izin mom dad"


"Iya bang, kakak pergi sama adek ya"


"Hati hati, jangan ngebut bawa motornya"


"Siap"


Walaupun terkenal dingin dan kasar , Sean akan menghormati Abangnya walau hanya berbeda 10 menit.


Mom dad selalu menyuruh anaknya memanggil dengan panggilan keluarganya dengan sopan mau di rumah , diluar rumah, dimana pun itu.


Abang panggilan untuk Seano sebagai yang pertama.


Kakak panggilan untuk Sean sebagai kakak kedua.


Dan adik, untuk Willy sebagai si bungsu.


"Princes, jangan nakal, hati - hati pilih makanan nya ya" Seano memberikan petuah pada Ily.


"Siap prince"


Sebelum menaiki motornya, Sean memberikan Sweaternya pada Ily untuk di kenakan agar tak masuk angin.


Akhirnya mereka pergi meninggalkan sekolah. Sean mengajak Ily ke Green cafe.


Hal yang paling di sukai oleh Ily di cafe ini karena ada menu favoritenya .


Setelah sampai, Ily segera ke toilet segara membuka sweater kakaknya dan mengganti seragamnya dengan kaos lengan pendek. Dengan cepat ia mencari sang kakak.


Nah itu dia, Sean sedang memesan dan begitu pula Ily yang baru duduk langsung ikut memesan.


Ice cream stroberi dan milkshake bubble gum telah di pesan.


Saat selesai memesan , tak lama kemudian pesanan datang, Ily meminum milkshake nya terlebih dahulu , Sean memanggilnya dan Cekrek.


"Ihhh kakak..."


"Kenapa???"


"Sekali lagi dongg " Ily memberikan cengiran polosnya.


"Okeyy .. pose" Cekrek


"Lucu banget siiihhhhh" Sean mencubit hidung Ily gemas.


Ily mengedarkan pandangannya pada sekitar cafe , dan ada seseorang yang sepertinya Ily kenal.


Dia