
"Paggiiiiii....." teriak Ily saat sampai di meja makan dengan pakaian formalnya.
"Pagi sayanggg... wahh anak mommy cantik banget sihhh"
"Makasih mom, yang lain kemana mom?"
"Mama dan papa mertua kamu tadi subuh pamit pulang katanya mereka mau ke bandung untuk mengurus perusahaan disana, kalo Ryeon sepertinya masih tidur, bagaimana dengan abang dan kakak??"
"Mereka juga masih tidur mom, okey Ily harus bantu apa nih??"
"Eiittsss kamu gak boleh pegang pisau"
"Lohh.. kenapa mom??? Ily juga udah bisa masak lohh... kan sewaktu Ily terkurung disini , Ily belajar masak sama Tae"
"Ryeon bisa masak??"
"Engga, Tae lihatin aja hehe... "
"Yaudah kamu bantu potong ini yaaaa"
"Siap mom" Ily pun mulai memotong sayuran yang diberikan oleh sang mommy padanya,
"Sudahhhhh " pekik Ily senang "apa lagi mom??"
"Ini tolong bersihkan sayurnya, mom mau buat salad"
"Okeyyy..." setelah mencuci Ily menyimpannya dengan rapi.
"Ratu , putrimu pamit untuk mem bangunkan para pangeran dulu"
"Silahkan anakku"
"Bagaimana dengan baginda Raja??"
"Ada apa ratu dan putriku?? Baginda raja disini"
"Tidak baginda raja, putri mu ini pamit untuk membangunkan para pangeran"
Hahahaha.... suara tawa mereka bertiga mengahangatkan pagi ini.
"Morning sayang" ucap sang daddy sambil mengecup kening mom yang sedang memasak.
"Morning dad"
"Morning princess"
"Morning too daddy, aku ke atas yaaa... mau bangunin yang lain"
"Iyaa, hati hati di tangganya sayang" ucapan sang Daddy yang melihat sang anak berlari menaiki tangga.
Ceklek
Ily membuka kamar Sean dan Seano, ternyata mereka tidur bersama di kamar Seano.
Ily mendekat ke arah kedua abangnya
Cup cup cup cup cup
Cup cup cup cup cup
Mereka terusik dengan beberapa kecupan yang mereka dapat.
"Kak.... bang... bangunnnnn"
"Ya sweetie, sun lagi donggggg" ucap Sean sambil merentangkan tangannya pada Ily.
Ily membantu Sean agar terbangun dari tidurnya, namun apalah daya tenaga wanita, saat ia menarik Sean, malah ia yang tertarik ke arah Sean dan dengan cepat Sean memeluknya dan membaringkan Ily tidur ditengah tengah mereka.
"Kakak, Ily udah rapi lohhhh..." ucap Ily yang bertambah kesal saat Seano pun ikut memeluk Ily.
"Kakak... abangg.... bangun. Ily belum sarapan, laper tauuuu" rengekan Ily pada kedua kakaknya.
Dengan cepat mereka membuka mata, "Yuk, kita sarapan dulu, kamu jangan sampai telat makan, nanti sakit"
"Iya, ayo Sweetie..." Sean dan Seano siap menarik Ily untuk keluar kamar.
"Kak...."
Kedua orang itu berbalik
"Kalian belum mandi"
"Ah.. iya , lupa" ucap Seano dan langsung melepas pegangan tangannya dan berlari menuju kamar mandi.
"Biarin, tetap ganteng ini..."
"Ihhh.. biar wangi kak"
"Okey... kamu duluan sayang, kakak mau mandi dulu"
Cup
Sean mengecup bibir Ily sekilas setelahnya berlari ke arah kamar untuk memulai ritual mandinya.
Ily menggeleng pelan, kemudian ia melangkah menuju kamar Tae, kamar milik mereka.

"Tae bobo nya lucu... " ucap Ily yang melihat wajah Tae yang kini masih terlelap.
Korek korekk...
Ily dengan jahil memasukkan jari kelingkingnya pada hidung Tae membuat sang empunya terganggu.
"Eemmmhhh..."
"Taee... banguunn ... ayo kita sarapan, Tae kan harus antar Ily"
"Hmm.."
"Iihhh... Taeee... yaudah Ily berangkat sama kakak abang aja"
"Nooooo!!!!! Aku bangun sayang, Queen berangkat sama aku ya"
"Okeyy... mandi gih, suamiku" cup kecupan cepat diberikan Ily pada bibir Tae.

"Lagi dong sayang," ucap Tae sambil memeluk bantalnya.
"No... cepat ke kamar mandi" akhirnya dengan terpaksa Tae mengikuti perintah sang istri, padahal ia ingin bermanja manja dulu dengan istrinya.
〰〰〰〰〰〰
"Morning...!!!!!"
Ucap mereka bertiga saat telah hampir sampai ruang makan. Mereka saling bertatap muka, kemudian.
Braak
Bruugh
Brrugghhh
Bbbrruuggh
Cccrreeettt
"Aduuhhh.. kalian ini berisik banget sih"
"Ini nih mom, twins" aduh Tae , ia kalah, mereka tadi saling berebut agar bisa duduk di samping Ily.
Akhirnya Tae hanya bisa duduk saling berhapan dengan istrinya .
"Sabar ya sayang, Tae mau sarapan apa??"
"Roti dan selai stroberi please"
"Okeyyy"
Akhirnya Tae mendapatkan sarapannya, sedangkan Sean dan Seano kesal karena sekarang Ily lebih mendahulukan Tae daripada mereka.
Sarapan selesai, Tae telah siap dengan kemeja dan jas nya, Ily pun telah siap dengan pakaian formalnya.
"Yuk sayang" ajak Tae pada Ily.
"Ia.. ayo, mom dad , bang kak.. Ily pamit yaa.. doakan Ily "
"Pasti sayang, kami selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu"
"Makasih mom"
"Byeee..."
Akhirnya Ily dan juga Tae pergi menggunakan mobil sport milik Tae
RAJA International Hospital
"Sampai, mau aku antar kedalam , sayang??"
"Ga usah Tae, sampai sini aja"
"Yakin??"
"Iaaa.. kamu nanti jangan terlalu cape , dan jangan sampai lupa makan, okey".
"Ia Queen... kamu jadi bawel deh"
"Ihh.. bukan bawel... tapi mengingatkan Tae... kamu kan suka lupa"
"Iya sayang..." ucap Tae sambil mengelus surai indah milik istrinya kini.
"Bye Tae... Ily masuk ya"
"Iya sayang... ingat... hati , jiwa dan ragamu kini milikku"
"Iaa suamiku tersayang"
Akhirnya Ily keluar dari mobil dan mulai melangkah memasuki rumah sakit dengan senyum di bibirnya.
"Selamat datang, kehidupan baruku"
〰〰〰〰〰
Alohaaa... aku double up nih... hari ini ... si Queennya Tae kini sudah dibebaskan dari mansion besar milik keluarga mereka. Apakah akan terjadi sesuatu saat Ily bertugas di rumah sakit suatu saat nanti?? 😁😁😁
Tunggu kelanjutan ceritanya... VOTE COMMENT aku tunggu yaa guysss
Tbc.