CUTE SISTER

CUTE SISTER
Rival



Pertandingan Basket akan dimulai sebentar lagi . Sean , Kean dan yang lainnya telah bersiap dengan baju kebanggaan mereka.


Team Sean akan bermain pada urutan ke 3. Banyaknya sekolah yang mengikuti lomba basket, sekitar 15 sekolah . Maka dari itu , mereka akan melakukan babak penyelisihan.


Team basket yang memenangkan lomba babak penyelisihan pertama adalah Antariksa.


Kini sedang berlangsungnya babak penyelisihan kedua. Karena masih terhitung lama , Kean dan Sean mendekati Ily dan juga Seano yang telah siap dengan baju taekwondo nya namun ditutupi jaket. Begitupun Sean dan Kean, mereka keluar menggunakan jaketnya , namun itu semua tak mematahkan semangat para penonton yang melihat mereka keluar dan mendekat ke arah penonton, makin keras teriakan mereka melihat idolanya menggunakan baju basket dan terlihat Cool dan semakin tampan.


"Sayang... bosen ya??"


"Engga kok, oh iya, abang lomba nya jam berapa??"  Ily mengecek jam tangannya yang terlihat sangat imut. Bukan jam nya. Tapi orangnya.


"Mungkin sebentar lagi"


"Emm.. yaudah , kalo gitu kita lihat lomba abang dulu aja, ini basketnya masih lama kan kak?"


"Iya sayang, yaudah bang, ayo kita ke gedung olahraga" Seano mengangguk setuju, karena ia yakin lombanya telah dimulai.


Setelah berjalan melewati koridor dengan Sean dan Seano di arah depan dan Kean bersama Ily di belakang, kesempatan Kean merangkul Ily sangat besar. Akhirnya mereka berjalan beriringan.


Dan pas sekali. Saat masuk gedung olahraga nama  Seano langsung dipanggil untuk memasuki tempat pertandingan.


Tengg...


Pertandingan dimulai, ily sangat khawatir, dengan tangan yang ditautkan dan wajah gelisah melihat abangnya berlomba saling melayangkan tendangannya.


Ia takut abangnya terkena tendangan dari lawan dan membuat sang abang sakit. Ily tidak mau.


Namun setelah dilihat , Seano yang lebih banyak melayangkan tendangannya pada musuh.


*Bugghhh


Bugghh


Ttteeeetttt*


Pertandingan berakhir


"Pemenangnyaaa adalaaahhhh


Seano Ride Azfary"


Tepuk tangan menggelegar dari segala sisi bangku penonton, ia melihat ke arah sodara sodaranya dan juga Kean dengan wajah bangga Ily memberikan dua jempolnya pada Seano


"Abang hebaaaatttttt" teriakan Ily membuat semua terdiam dan melirik ke arah asal suara tersebut.  Gadis manis itu masih menampilkan cengiran khas kelinci dan mata bulan sabitnya.


Gilllaaaaa imut banget


Sumpah tuh cewet cantik


Wwaahhh... pengen dong jadi temennya.


Harus gue pacarin tuh cewe yang kayak gitu, memperbaiki keturunan.


Kean mendengar semuanya, tidak ada yang boleh memiliki Ily . Ily hanya miliknya.


Setelah Seano menghampiri mereka , akhirnya mereka meninggalkan lapangan indoor dan segera menuju lapangan basket Outdoor.


Sekali lagi.. keberuntungan mereka , saat mereka datang , mereka langsung di panggil untuk memasuki lapangan.


Sean mendekat ke arah Ily kemudian mengecup kening Ily seperti meminta kekuatan . Kean ingin melakukan hal tersebut juga, namu dengan terpaksa di urungkan karena Sean telah menarik baju bagian belakangnya.


"Hhuufftt" Kean BT, namun saat Ily meneriakkan sesuatu, membuat semangatnya bangkit lagi


"Keke... semangat yaaaa" "kakak... semangat jugaaa yaaa , Go go go" Ily menjadi perhatian lagi. Namun Ily selalu acuh dan tak menghiraukannya.


Sean dan ketua kapten basket angkasa saling berhadapan.


Mereka adalah Rival abadi, dalam basket, maupun tawuran.


"Boleh juga tuh cewek"


"Jangan berani beraninya lo sentuh dia"


"Hahah. . Manis, cantik, imut lagi, kalo gue menang , tuh cewek buat gue"


"Gak akan pernah"


"Well, see it"


Pprriittttt


Bola dilemparkan ke atas oleh sang wasit. Akhirnya mereka saling berebut bola basket, Sean yang sangat tampan dengan headband nya juga Kean yang tampan dengan keringat yang membasahi wajahnya.


Dug


Dug


Dug


Suara bola basket yang saling bersentuhan dengan lantai lapangan membuat permainan makin panas.


Score kali ini sedikit jauh. Dan AIS memimpin


Ttrrruuunngg


Bola basket yang masuk dalam ring begitu pula berakhirnya pertandingan dan dimenangkan oleh AIS


145 AIS


110 ANGKASA


Kapten basket Angkasa memancing amarah Sean dan Kean.


"Lo menang, tapi gue akan tetap dapetin tuh cewek " seringai itu muncul dan membuat Kedua dari Trio posessive marah.


"Kakak... Keke... kalian The best" teriakan nyaring itu terdengar oleh Sean dan Kean, seketika itu juga amarah mereka langsung surut... tergantikan oleh senyuman yang membuat para siswi yang menonton meleleh.


Masih dalam perlombaan antar sekolah. Kini mereka sedang beristirahat ,  banyak siswa dari sekolah lain yang datang ke kantin AIS. Banyaknya siswa membuat Ily, twins , dan juga Kean tak mendapatkan tempat duduk.


"Abang, sepertinya kursinya penuh"


"Iya, tunggu sebentar abang cari dulu ya, siapa tahu ada yang kosong" mereka mengedarkan pandanganya ke seluruh penjuru kantin.


"Nahh.. itu tuhhh" tunjuk Sean pada yang lainnya. Dan dengan segera mereka duduk di meja yang masih kosong itu,


"Sayang kamu mau pesan apa??" Tanya Kean pada Ily


"Ily ingin jus stroberi aja keke"


"Ily gak beli makanan?" Tanya Seano pada Ily


"Emm.. enggak abang, Ily lagi gak mau makan"


"Kalo sandwich  mau??" Ily berfikir sejenak membayangkan sandwich yang akan dimakannya kali ini.


"Okey deh, Ily sama sandwich aja" Kean dengan segera pergi dari tempatnya dan tak menghiraukan panggilan dari Sean dan Seano karena mereka belum memesan, dengan mendumel tak jelas akhirnya Sean bangkit dari duduknya segera pergi ke arah penjual makanan yang diinginkan olehnya dan sang abang, saat setelah ia memesan dan akhirnya mendapat pesanannya Sean berbalik namun


Bertemu lagi


Mereka bertemu lagi, Sean dan Ketua basket dari sekolah angksa yang katanya sudah menjadi RIVAL dari mereka kelas 10.


"Hufftt.. minggir lo"


"Ck, ternyata lo cemen juga ya,"


"Maksud lo?"


"Ya... masa cewe se imut dan cantik itu lo lepas sama sodara lo dan temennya, liat" Yona menunjuk pada dua orang yang sedang bermesraan di meja kantin tempat Sean duduk. Disana terlihat bahwa Ily sedang dielus kepalanya oleh Seano, satu tangannya lagi dengan erat menggenggam tangan Ily.


Tak lama , muncul Kean yang langsung mengecup pucuk kepala Ily kemudian mengelusnya.


Sean hanya menyeringai, kalo udah bodoh, sekalinya ngasih fitnah gak bermutu.


"Hah... cantik dan imut sih, tapi kok setelah gue lihat lagi, kok kayak jalang ya .. mau disentuh sana sini,"


"He..." ucapan Sean terpotong oleh lanjutan ucapan Yona


"Berarti dia juga mudah takluk di bawah kaki gue dong kalo gue kasih duit"


Brraaakkkk


Suara nampan yang telah ia terima dari sang pedagang berisi makanan pesanan Sean dan Seano kini telah hancur dan berceceran kemana mana, karena Sean membantingnya. Dan itu membuat semua mata tertuju pada mereka.


Seano, Kean dan juga Ily menoleh ke asal suara tersebut.


Itu Sean


Lagi apa dia disitu, wahh.. ada yang gak beres nih kayaknya.


Mereka bertiga mendekat ke arah Sean  .


"Kakak, kakak gapapa? Ada yang sakit?? Ada yang pusing??" Sean hanya menggelengkan kepalanya, ia masih meredam emosinya karena ucapan sang Rival pada adik tersayangnya.


"Kakak gapapa kok" ucap Sean setelah berhasil meredakan amarahnya , Ily melihat lelaki yang ada dihadapannya, tak lama setelah itu Ily memberikan senyum manisnya.


"Halo kak, aku Willy, nama kakak siapa??"


Sean mengutuk bibirnya agar tak mengumpat kelakuan Ily yang malah mengajak rivalnya berkenalan.


"Hai, gue Yona dari SMA Angkasa"


"Ohh.. kak Yona, kakak beli apa tuh??" "Ohh ini, gue beli nasi goreng seafood, lo mau?"


"Engga deh  Ily udah beli sandwich, ayo kak, kita makan," Ily menarik pergelangan tangan Sean dengan lembut , kemudian ia berbicara pada Yona yang membuat ia mematung


"Kak Yona , sekarang kita berteman, bye bye kakak"


Cantik


Manis


"Bye" Yona pun melambaikan tangannya pada Ily yang kini telah kembali duduk ke mejanya.


"Sayang kok rambutnya di gerai lagi??"


"Ily pusing kakak, iketannya terlalu kuat,"


"Hem.. yaudah, ayo kita makan" mereka akhirnya memakan makanan yang telah mereka pesan, tidak dengan Sean dan Seano karena makanan mereka sudah tak berbentuk, akhirnya mereka hanya meminum minumannya saja.


〰〰〰〰〰


"Teman?? Hahaha... lebih bagus lagi kalo Willy jadi milik gue"


"Ya.. Harus"


"Willy, kau targetku selanjutnya"


Yona meninggalkan kantin AIS dengan tangan yang dimasukkan kedalam jaket basket nya. Yona tampan, tapi tak setampan twins dan juga Kean.