
Kean mendapat tatapan meremehkan dari Ryeon . Dia hanya terdiam menatapnya dengan tatapan dingin miliknya ke arah Ryeon.
Ia akan membalasnya, tunggu saja.
"Papa... papa hilo Ila?" Ucapan itu membuat atapan Kean melembut, kemudian ia menatap putrinya dengan sayang.
"Iya sayang, papa Hero nya Bila, dan Hero... tidak akan pernah membuat orang yang di sayangnya menangis"
"Ote papa" cup , Nabila pun mengecup pipi Kean yang dibalas dengan kecupan pada hidung mungil Nabila.
"Kita pulang ya??"
"Iya papa, ayo"
Akhirnya Kean dan Nabila pun pergi meninggalkan rumah sakit.
〰〰〰〰〰
"Queen.. apa sebelumnya kamu pernah bertemu dengannya??"
"Ya , pernah"
"What?? Kenapa ... kenapa kam...."
"Sssstttt... maaf Ily memotongnya Tae, tapi Ily ingin jelaskan agar tak ada salah paham , bolehkah?"
"Okey... aku dengarkan"
"Kemarin Ily bertemu dengan Kean, tapi karena kemarin adalah hari kejutan Ily, dan semua bahagia, Ily tak ingin buat semuanya runyam karena cerita Ily, maaf Tae"
"Gapapa sayang, tapi dia gak sakitin kamu kan?? Atau sesuatu yang lain?"
"Tidak Tae, karena waktu itu Ily ada jadwal operasi , maka dari itu Ily langsung pergi meninggalkan mereka berdua"
"Hmm okey... maaf sayang , aku sempat negatif thinking padamu"
"Gapapa Tae , Ily maklumi itu"
"Udah sampai, yuk turun"
Akhirnya Ily dan Tae memasuki restoran Jepang . Dengan cepat mereka memesan makanannya.
Tae kini berpindah duduknya menjadi di sebelah Ily. Ia menyimpan kembali telapak tangannya pada perut Ily.
"Aku tak sabar ingin berkomunikasi dengan mereka."
"Sabar Tae... tunggu saat empat atau lima bulan nanti, bayi nya pasti akan bergerak "
"Ya aku tau... Queen kan selalu bicara seperti itu dan Aku akan menunggu nya.." Tae terus mengusapnya tanpa lelah.
Hingga tak lama kemudian , pesanan mereka datang.
"Wahhh enaknyaaa, ini makanan kesukaan Ily" tunjuknya pada satu menu makanan yang bernama shashimi.
"Habiskan sayang...."
"Siap Tae"
Tak berapa lama, Tae telah selesai dengan makannya. Sekarang , yang ia lakukan hanyalah menatap sang istri yang makan lebih banyak dari biasanya .
"gemes banget sihhhh..."
"Ihh.. Tae, Ily kan lagi makan" dumel Ily yang makannya di ganggu oleh tangan jahil Tae.
"Heheh.. maaf sayangg"
Akhirnya Ily menyelesaikan makannya.
Selesai
"Kenyang sayang??"
"Hihi... masih mau lagi sih" ucap Ily dengan cengiran khas kelincinya.
"Kamu mau makan apa lagi sayang?? Aku pesankan"
"Mau es krim aja deh.. boleh yaaa"
"Okeyy.. rasanya apa sayang??"
"emm.. vanilla aja Tae"
"Okeyy.. tunggu ya sayang, aku mau sekalian bayar makanannya"
"iya Tae"
setelah memesan dan juga mendapatkan Ice cream untuk istri tercinta, Tae langsung menghampiri Ily.
"Mau makan disini atau di mobil.?"
"Dimobil aja deh"
"Yuk... kita ke mobil"
Akhirnya mereka meninggalkan restoran dan pergi menuju Rumah sakit untuk mengantarkan Ily bekerja.
Tae?? Dia sudah sebulan ini selalu bolos karena morning sicknnes yang di alaminya, toh ada Sean yang selalu siaga menangani kantor.
Namun sepertinya besok ia akan kembali bekerja dengan lebih giat lagi .
"Bye sayang, pulangnya aku jemput ya"
"Iya Tae .. Ily tunggu"
"iya sayangku"
〰〰〰〰〰
Keesokan harinya
Tae baru saja bangun dari tidurnya, dan ia tak melihat keberadaan istrinya. Tae bangkit untuk mencari sang istri.
Walk in closet
Tempat terakhir, kamar Sakha
dan ternyata benar
Disana istrinya telah siap dengan baju kerja yang sedang menggantikan Sakha baju.
"Cantik" Tae mengucapkan itu dengan pelan hingga hanya terdengar olehnya.
Akhirnya Tae bergegas ke kamar mandi untuk bersiap . Setelah selesai Tae langsung memakai baju yang telah di siapkan oleh Ily.
Saat akan keluar dari kamarnya, Tae mendapat sebuah panggilan .
Trriiinnggg
"Hallo Tae"
"Yo.. ada apa??"
"Berkas buat meeting hari ini ketinggalan di ruang kerja gue, lo ambil ya, map warna mewah di laci pertama, kalo bisa pakai motor biar cepet, 15 menit lagi mulai"
"Okey otw"
Akhirnya dengan tergesa Tae turun menuju ruang kerja Sean. Setelah mendapatkan apa yang ia cari , Tae langsung menghampiri sang istri .
"Queen.. maaf , kali ini aku gak bisa antar"
"Kenapa?"
Tae pun mengangkat map yang ada di tangannya.
"Sean melupakan bahan meeting nya , aku pergi pakai motor, biar cepet"
"Yaudah, bareng aja, Ily juga udah selesai, biar Ily sama supir"
"Okey sayang"
"Tunggu Tae" Ily berlari menuju kamarnya dan mendapat teriakan dari keluarga .
"Jangan lari sayanggggg"
"Okeeeee...." teriak Ily
Tak lama kemudian Ily keluar dengan jaket jeans dan juga sarung tangan khusus motor milik Tae.
"Tae, pakai ini" Ily memakaikannya pada Tae. Tae yang melihat betapa perhatian istrinya langsung mengecup bibir Ily.
"I love you"
"I love you too Tae. "
Akhirnya mereka berangkat bersama walau dengan alat transportasi berbeda.
Tae dengan motornya dan Ily dengan mobil .
Mereka melaju bersama
Ily melihat begitu lihainya Tae menggunakan motornya.
Hingga saat di persimpangan jalan, Tae tetap berada pada kecepatan di atas rata rata dan mulai tak terkendali.
Dari arah sebelah kanan datanglah mobil dengan kecepatan yang maksimal . Semuanya terjadi begitu saja tanpa bisa dicegah dan,
Bbbrraaakkkkkkk.....
Bbbuugghh
Bugghhhhh
Kejadian itu tepat dihadapan Ily
"Taaaeeeee"
"Taaaeeeeee....." Ily segera keluar dari mobil dan berlari ke arah Tae yang kini telah terkapar di aspal dengan banyaknya luka dan motor yang telah rusak akibat tabrakan yang sangat keras.
Mobil itu pergi meninggalkan Tae tanpa bertanggung jawab.
"Aaaakkhhh... Taaaeeeee... hikss hiksss.. Taee... bangun.. jangan tinggalin Ily Taaeeeeee"
Tae menatap sendu wajah Istrinya
"Hhahhh... hhaaa...iiii ,ddoont crryy... i'm ffiinnnee...haaahhh... haaaahhh" Tae mencoba menenangkan Ily
"No.. no... please... help me.... " teriak Ily meminta seseorang menghubungi ambulance.
"Taeee... tetap sadar Taaaeee ... Ily mohonnnn... hiksss hikkss.. Tae pasti akan baik baik aja... hikss hikkss... " Ily melepaskan sarung tangan milik Tae kemudian menggenggamnya erat
"Quee...n ddont crryyy ple..ase.. eenghhhhh... " Tuhan...aku sangat sulit bernafas -batin Tae
"A..kku...aakan berr..tahan.. un..tukkmu dann ann..nak kita " senyuman terukir dari bibir manis Tae , Luka bagian kepala yang masih tertutup oleh helm fullface nya membuat Ily semakin ketakutan akan apa yang terjadi pada suaminya...
"Aaakhhh... enggaaa... Ily gamau... pokonya Tae harus baik baik aja... Taaaeeeee" teriak Ily penuh dengan isakan dan jeritan Pilu.
"I..lov..e youu Queen" senyum itu pudar... mata indah miliknya menutup sempurna.
"Tidak tidak tidak... Taaaeeee jangannnn , jangan tutup mata kamu Taeeeeee.. bangunnn bangun... Taeeee" Ily semakin terisak melihat sang suami tak sadarkan diri, tepat saat itu ambulance datang dan langsung melakukan pertolongan pertama pada Tae. Ily menemani Tae , ia terus menggenggam tangan sang suami terkasihnya.
Tak jauh dari tempat itu, seseorang tersenyum layaknya mendapatkan harta karun .
"You Die... Ryeon Tae"
Senyum itu lagi, senyum menakutkan yang selalu menjadi mimpi buruk bagi yang melihatnya
〰〰〰〰〰
Apakah kalian ikut bersedih?? Tolong jawab aku...
VOTE dan COMMENT nya aku tunggu... 😘😘