
Beberapa bulan setelah kejadian di taman belakang gedung pernikahan. Ily dan juga Kean sudah tak pernah bertemu atau bertegur sapa lewat ponsel lagi , Kean menjalani kehidupannya dengan sikap dingin nya yang kembali lagi.
Daisy?? Kini usia kandungannya sudah 6 bulan. Daisy pun selalu berdiam diri dirumah. Ia tak ingin keluar karena tak ingin semua orang tau bahwa dirinya tengah hamil.
Di Korea
"Dek, udah selesai??"
"Udah nih, yuk bang"
"Iya ayo... kita ke kelas kakak dulu ya , abang ada perlu sama teman kelasnya"
"Iya ayo kak , kalo gitu kitaaaa let's goooo " akhirnya Seano dan Ily pergi menuju Fakultas bisnis. Banyak yang menyangka jika mereka adalah pasangan yang serasi sesama pintar, sesama fakultas kedokteran, most wanted in university . Tapi kenyataannya??? Hanya Tae yang tau status mereka .
Kalo misalkan ada Kean di antara Ily lagi , apa yang akan mereka lakukan?? Pemikiran itu sempat terfikir oleh Sean Seano dan juga Tae. Namun itu langsung dienyahkan dari fikiran mereka. Karena mereka yakin suatu saat Kean akan datang , Maka mereka telah siap dengan segala rencana yang telah mereka siapkan.
"So beautiful"
"It's so cute"
"Be mine Willy??"
Seano yang mendengarkan ocehan mereka mencoba untuk tidak peduli, namun kata-kata terakhir yang di ucapkan oleh salah satu mahasiswa tersebut membuatnya naik pitam.
Seano menghentikan langkahnya, kemudian ia berbalik dan mendekat ke mahasiswa yang dilewatinya tadi.
"Mine?? " cih... Seano berdecih , ia tak suka jika adiknya berhubungan dengan lelaki lain lagi. Cukup Kean yang membuat adik nya menangis.
Seano mendekat dengan langkah santai namun tatapan mata yang tajam.
"Abang.. udah , ayo kita ke kakak aja" Ily menarik pelan ujung jaket yang digunakan oleh Seano.
"Mine?? Huh??" Kini Seano mengucapkan itu dihadapan laki - laki tersebut.
"Ya!! What a problem with you?? I will take it from you "
"Hahahah... hahha.. "Seano tertawa sambil tertunduk , namun saat ia mendongakkan kepalanya menghadap ke laki-laki itu matanya berubah menjadi sangat tajam seperti Singa yang siap melahap mangsanya. Dengan segera tangan Seano mencengkram leher orang itu.
"Abangg . Abang stop... please.. help" jerit Ily meminta pertolongan, namun tak ada yang berani.
"Abaangggg... stop "
Seano tetap mencekik laki-laki di hadapannya, seolah tuli, ia mengabaikan ucapan dari Ily.
"Abangggg... stop it!!!"
Seano tak bergeming sedikitpun, ia malah semakin mencengkramnya.
Ttuuttttt... ttuuttttt
"Hall...
"Kakak.. please kesini kak, abang.. abang .."
"Abang kenapa???"
"Pokonya kesini ... cepaattt.. lorong dekat perpustakaan fakultas bisnis"
Ttuuuuttt
Dengan segera Sean berlari menuju perpustakaan.
Sean Pov
"What the ..."
"Hey hey... what are you doing bang??,"
"....."
"Stop it ... abang!!!!"
"....."
Bugghhh, Sean memukul pipi Seano hingga cengkraman pada laki-laki tadi terlepas .
Seano menggelengkan kepalanya karena merasa pusing akibat pukulan Sean. Ingatkan ? Kalo Sean itu Rajanya tawuran saat di Indonesia.
"What are you doing hah???"
"....." Seano tak menjawab, melainkan berdiri dan akan memukul laki-laki yang kini sedang berusaha mengambil nafas .
"Heyyyy... abangg!!!! Look at me... what's wrong???"
"Dia.. "
"Iaaa... dia kenapa??"
"Dia mau rebut Ily dari kita... dia tadi nembak Ily secara tidak langsung"
Sean memegang kedua pundak Seano dan menundukkan kepalanya, amarah Sean masih bisa terkendali.
"Serahin sama Kakak bang, dia target Kakak"
"Okey, Abang harap dia akan lumpuh"
"Akan kakak lakukan,sekarang abang liat Ily " Sean menunjuk ke arah Ily yang kini terdiam dengan mata berkaca kaca. Seano mendekat dan menangkup kedua pipi Ily.
"Sorry, i'm sorry..."
"....." Ily tak menjawab melainkan malah meneteskan air matanya.
"Heyy . Abang minta maaf sayang... abang hanya takut kamu sakit lagi"
"...." Ily hanya menggelengkan kepalanya.
"sayang ...maafin abang... abang memang salah... abang minta maaf okey??" Ily tak menjawab melainkan langsung memeluk Seano erat.
"I'm Okey, I'm Fine"
"Hmm.. abang harap kamu akan selalu baik baik saja sayang... " Ily menganggukkan kepalanya.
"Ayo kita pulang"
"Tapi urusan abang?"
"Dia ada urusan, katanya kita ga usah nunggu, besok dia yang datang ke kelas kita"
"Ohh.. okey. Yuk" ajak Ily yang kini telah kembali menjadi riang .
Ily dan Seano mendekat ke arah Sean yang kini sedang menatap laki-laki yang tadi seano cekik berada di hadapannya.
"Kakak... Ily sama abang duluan ya"
"Okey, hati hati sweetie"
"Sip kakak... byeeee"
"Heyyy kamu lupa sesuatu sayang"
"Apa??" Tanya Ily polos.
Sean mendekat dan cup cup cup cup
Kening
Dua pipi
Dan sudut bibir yang mendapat kecupan di akhir.
"Lupa kan??"
"Eh iya..heheh kalo gitu, ily pulang yaa.."
"iaa.. hati hati,"
"Titip salam buat Tae ya bang"
"Iaaa...bye"
Setelah Ily dan Seano tak terlihat, Sean langsung berbalik menatap laki laki di hadapan nya.
"Wanna play with me??" Seringai di wajah Sean mulai terlihat.
"No.. no.. please..."
"Eemmm... let's have fun together..."
Sean langsung menyeret kerah kemeja bagian belakang laki- laki tersebut yang kini masih dalam posisi terduduk.
"No.. please... "
"Tidak ada kata maaf jika mengganggu putri kelinci ku"
〰〰〰〰〰
Wow... Sean Seano bringaasssss.... apalagi kalau suatu hari nanti ketemu Kean??? Waduhhh... mau jadi apa tuh muka gantengnya si kean??😁😁😁
VOTE
COMMENT
SHAREEEEE
Di tunggu loh yaaaa!!!
Happy Reading 😘😘