
Setelah ujian tulis dan praktek , akhirnya para siswa naik kelas dan juga kedatangannya siswa baru, Seano yang akan melepas jabatannya sebagai ketua OSIS begitu pula Kean sebagai Wakilnya.
Saatnya pembagian kelas baru bagi para siswa yang telah menjadi kakak kelas sekarang. Ternyata di XII IPA 1 Ily satu kelas dengan Sandy , Seano, dan Kean.
Waahhh apakah akan terjadi peperangan antar mereka?? - author
Kean satu kelas bersama sahabatnya yang bernama Fill, sedangkan kedua sahabatnya yang lain , mereka di kelas XII IPA 2.
Sahabat 2S?
Dia pindah dari sekolah untuk melanjutkan study nya di Amerika bersama sang kakak.
Sean?? Dia menjadi siswa XII IPS 1
Jangan ragukan lagi dengan angka 1. Itu adalah kelas unggulan , dan banyak yang menginginkannya. Namun itu terlalu sulit untuk siswa yang kurang pintar.
〰〰〰〰〰
"Yeayy... kita sekelas ...." pekikan Ily begitu senang
"Iya dong... harus" Seano mendekat ke arah Ily yang sedang berada di depan kelas langsung mendapat pelukan dari Seano
"Abang mau keluar dulu ya, mau jadi pembimbing MOS dulu"
"Iyaa abang, jangan terlalu capek ya"
"Iya sayangg... bye" cup Seano mengecup puncak kepala Ily.
Akhirnya Ily melihat tas Seano , Ily mendekat ke arah meja belajar kelasnya , ia akan duduk bersama abangnya.
Sesaat , saat Ily masuk selalu menjadi perhatian semua anak kelas XII IPA 1.
"Dek, bukannya kamu baru kelas 10 ya tahun kemarin??"
"Iya kak, aku aksel ... sama... sama" Ily melihat sekeliling kelasnya... dan yappp
"itu tuh... sama Ivan"tunjuk Ily pada Sandy yang sedang mendengarkan lagu menggunakan headphone. Para siswi di kelaspun baru menyadari akan sosok tampan yang bertambah di kelas mereka.
Mereka menjerit tertahan karena Sandy membuka matanya dan memberikan senyum manisnya pada semua orang yang berada di kelas.
Aahhh ganteng banget nih anak
Sayang nya gue gak suka berondong, tapi buat ini pengecualian
Ganteng banget siihhh
Kean juga gantengnya ga luntur luntur walau mukanya dingin.
Seano juga tampan menawan
Semua pembicaraan itu berhenti saat bel berbunyi
Namun ada satu mata yang selalu menatap Ily, mulai dari Ily masuk kelas, mengobrol dengan Seano, duduk dibangku, dan kini ia melihat Ily sedang membaca buku pelajaran, padahal untuk 3 hari kedepan pelajaran masih di bebaskan.
Mungkin karena ia aksel jadi rajin?? - Kean
Loh??kok Kean ga ikut jadi panitia MOS?? Dia kan wakil?
Kean di bebas tugaskan karena sebelumnya memenangkan juara lomba matematika se Indonesia.
Seharusnya ia dirumah untuk bersantai karena mendapat libur 3 hari sebagai bonus hadiah dari sekolah, tapi entah kenapa dia tetap kekeh ingin pergi, ternyata ini pacu keinginannya.
Willy
Dia satu kelas sama gue... yeesssss!!!!
〰〰〰〰〰
Teeetttttt
Bel tanda istirahat berbunyi, sejenak ia berfikir untuk mengajak Ily ke kantin bersama , namun ia kalah cepat dengan seseorang yang kini berada di depan pintu kelasnya.
"Kakakkk...." Ily berlari menghampiri Sean.
"Haloo... gimana kelasnya?? Asik?"
"Eum. Ya gitu deh, karena belum ada pelajaran jadi belum tau kemampuan semua murid di kelas"
"Yaudah... yang penting Baby tetap harus belajar biar gak kalah sama yang lainnya"
"Iya kakak, yuk ke kantin"
"Let's Go..!!!"
Akhirnya Ily dan Sean meninggalkan kelas juga meninggalkan seseorang yang kini mengepalkan tangannya.
Ily dan Sean kini telah sampai di kantin, mereka menjadi pusat perhatian warga kantin. Banyak dari adik kelas baru yang menyangka bahwa mereka pasangan serasi, kakak kelas dan adik kelasnya
Karena dengan wajah imut Ily, banyak yang menyangka jika Ily masih kelas 10.
Itu salah!!!
Ily akselerasi dan sekarang kelas tiga.
Banyak dari mereka yang mengagumi kedua orang yang kini sedang berbincang dengan tawa yang melingkupinya
"Ily, mau makan apa?? Biar kakak pesanin"
"Ily mau milkshake stroberi sama pancake cokelat kak"
"Okey, kakak pesankan dulu ya"
Setelah Sean pergi , ada beberapa siswa kelas 10 yang mengerubungi meja Ily.
"Hallo... nama lo siapa?? lo di kelas mana??"
"Iya, lo kelas mana?? Kayaknya gue gak liat lo deh tadi waktu upacara"
"Lo bolos mos ya??" Ily menggelengkan kepalanya
"Hmm.. tapi gapapa sih, daripada cewek se imut ini di jemur di lapangan"
"Iya juga sih , eh ya.. nama lo siapa?"
"Hallo , namaku Willy Queen A"
"Nama gue Zafar"
"Gue Lian"
"Gue Mike"
"Gu..
"Masih lama?" Suara dingin mencekam dari arah belakang mereka begitu menusuk, mereka membalikkan kepalanya perlahan dan
Jeng jeng
Sean berdiri di belakang mereka sambil membawa nampan berisikan makanan pesanan Ily dan dirinya
"Eh... kak Seano, maaf kak , gak bermaksud ganggu"
"Iya kak... maaf banget, kita cuma mau kenalan aja, sama mau tanya kenama gak ikut mos"
"Ada apa nih??" Ucap seseorang yang kini telah merangkul pinggang Ily posessive
Seano ada dua
Shit.. masalah ini mah
Mati gue
"Aah...he..he ga ada apa apa kok kak, kita mau kenalan aja"
"Sama ?"
"Hm.. " mereka saling lirik dan saling sikut , "siapa??".
"Ah. Eenngh . Itu kak sama Willy"
"Lo ganggu dia anjing" dingin Sean yang hanya terdengar kecil amat rendah seakan menahan amarah hanya terdengar oleh para anak laki laki kelas sepuluh yang ada di depan sean, hingga apa yang diucapkan Sean tak terdengar oleh Ily dan Seano
"Pulang sekolah, kalian berlima , tunggu gue di lapangan belakang "
"Gak dateng , gue cari ke kelas lo"
Seano dan Ily hanya mengabaikan mereka,
"Sayang kamu udah pesan??"
"Ah , udah kok, abang udah pesan?"
"Udah , nanti di antar"
"Okey kalo gitu," Ily mendekat ke arah Sean
"Kakak, ayo makan, Ily udah lapar" ucapnya ditambah cengiran has gigi kelincinya
"Iya sayang , ayo " seraya berjalan mendekati salah satu dari kelima orang yang diam mematung di tempatnya kini
"Ingat!! Pulang sekolah di lapangan belakang sekolah, ga datang? Gue cari"
〰〰〰〰〰
Bel pulang pun berbunyi , Sean menghampiri kelas Ily.
"Sayang.. maaf kakak gak bisa pulang sama Ily, Ily sama abang aja gapapa??"
"Siap, abangnya udah tau belum? "
"Belum sih.."
"Yaudah gapapa , nanti Ily bilang abang."
"Abangnya dimana??"
"Tadi sebelum bel di panggil ke ruang kepala sekolah"
"Ohh gitu. Yaudah Ily chat abang aja, Kakak pergi ya, bye sayang" cup Sean meninggalkan Ily setelah mengecup kening sang adik
"Byee... hati hati kak"
Tak membutuhkan waktu lama, Seano muncul untuk mengambil tasnya.
"Abang, udah pulang??"
"Belum, abang harus rapat dulu sama kepala sekolah buat pergantian ketua OSIS. Kakak mana?? Kan sekarang jadwalnya sama kakak."
"Katanya kakak gak bisa antar Ily, eum... yaudah deh Ily telpon daddy aja"
"Yaudah.. kalo belum ada yang jemput juga, telpon abang ya " Seano pun kini meninggalkan Ily, dengan segera Ily jalan menuju gerbang.
Di lapangan belakang
"Udah kumpul ternyata"
"Ck, berani beraninya lo ganggu peri gue"
"Sos so so sorry kak, kita gak tau"
"Alahhhh alesan lo, lo liat kan dari pertama dia masuk kantin dia sama siapa??""kalian semua bikin gue muak"
Yaelah... depan Willy aja lembut, lah sama kita bringas gini
Sangar banget kayaknya
Ck, banyak bacot, kalo mau hajar hajar aja
Gue takut
Lari jangan?? lari jangan?? lari jangan??
Brukkk , tendangan pada perut
Bugghh, pukulan pada perut
Bugghhh,
Bugghh
Sean memulai pukulannya dengan cepat dan bringas,
Bugghhh
Semuanya memegang perut masing masing. Mereka meringis kecil karena merasa sakit.
"Itu belum seberapa, kalo kalian berani ganggu Willy lagi, kalian akan tau akibatnya"
Mereka diam karena kini Sean meninggalkan mereka.
〰〰〰〰〰
Sebelumnya di depan gerbang
Tuttttt tuutttt
"Hm... kok gak di angkat terus ya??" Yaudah deh, Ily naik taksi aja .
Tiinnn ttiinnn
Mobil sport keluaran terbaru berhenti tepat di hadapan Ily, kemudian sang pengemudi menurunkan kaca mobilnya.
"Hai Ily, ayo kita pulang bareng"
"Eumm.. gimana ya??"
"Udah ayo... lagian belum ada yang jemput kan??" Ily berfikir sejenak.
Iya juga yah?? Daripada Ily pulang telat, kan kasian Mom di rumah sendiri.
"Yaudah deh ayo "
Yeeess!!!!