CUTE SISTER

CUTE SISTER
Terabaikan



Ily sedari tadi terus melihat ke arah ponselnya, terlihat bahwa pesan yang dikirimnya telah sampai pada Kean , namun tak dibalas, bahkan hanya sekedar di read saja pun , tidak.


Terakhir Ily berkomunikasi saat seminggu yang lalu , saat Ily berusaha menelpon Kean waktu malam di tempat Kean.


"Keke.. lagi apa?? Lily kangen sama Keke "


"lagi ada kelas nih, nanti ku hubungi lagi"


ttuutttt


Panggilan dimatikan sepihak dari Kean.


"Kelas?? Memangnya Keke ambil kelas malam??"


1 bulan berlalu , Kean tak pernah menghubunginya lagi. Ily resah, entah apa yang dirasakannya ini, ia ingin sekali tau keadaan kekasihnya .


Hingga 3 bulan lamanya, Ily telah menyerah dengan keadaan dimana ia harus bertahan sendiri disini, walaupun kedua kakak serta Tae yang selalu menemaninya , Ily tetap ingin tau apa yang terjadi dengan kekasihnya. 


Akhirnya dengan memberanikan diri, Ily meminta izin pada Sean dan juga Seano untuk pergi ke London selama 1 minggu. Namun langsung ditolak mentah mentah oleh kedua kakaknya itu.


"No..."


"Tidak"


"Ayolah...kakak, Abang.. Ily cuma mau liat keadaan Kean aja, Ily takut Kean kenapa kenapa disana sampai gak kabari Ily"


"....."


"....."


"Abang... kakak...please"


"Hufftt... tapi Ily pergi dengan salah satu di antara kita"


Ily membuka mulutnya ingin menolak , namun ia urungkan saat Seano berbicara tegas dengan sorot mata tajamnya.


"Iya.. atau tidak sama sekali?"


"Okey.. "


Sean dan Seano saling menatap seolah menentukan siapa yang akan pergi bersama adiknya . Akhirnya keputusan telah di buat dengan Sean yang akan ikut bersama Ily.


〰〰〰〰〰


Gue bebas!!!


Itulah yang selalu tertanam dalam benak Kean. Ia selalu menghabiskan waktunya bersama dengan Miko dan Dion begitu juga dengan Daisy yang selalu menempel pada Kean kemanapun ia pergi.


Kean tak risih, pergaulan bebasnya saat ini membuat Kean lupa dengan segalanya tentang Ily.


Kini Kean telah tertidur diranjang yang sama dengan daisy  , dan berada disampingnya. Baju yang telah bercecer dimana mana , membuat Kean malas melakukan kegiatan apapun.


Ia melihat kearah perutnya dimana seorang wanita kini sedang memeluknya erat.


Kean tersenyum , namun ia merasakan kekosongan dalam hatinya.


〰〰〰〰〰


Tiba saatnya kini Sean dan juga Ily akan melakukan penerbangan menuju London, tempat Kean berkuliah. Sebelum berangkat, Ily dan Sean di beri petuah untuk tetap menjaga keselamatan dan juga menjaga kesehatan. Seano takut jika adiknya akan menangis disana.


Tapi, Semoga semua itu tak terjadi.


Ily dan Sean kini tengah berada di atas awan, tinggi nan menjulang . Perasaan takut apa yang ia rasa saat ini.


Entah!! , Ily mencoba untuk tak peduli, namun semakin mencoba melupakan semakin ia merasa kekosongan, maka dari itu, Ily menyusul Kean untuk memastikan keadaan dan juga hubungan mereka.



Ily gak tau , kalau rasanya terabaikan akan sesakit ini


Keke , sebenarnya apa yang terjadi?


Keke hilang tanpa jejak


Ily kesepian


Mereka berdua telah duduk berjam jam untuk sampai tujuan. Hingga akhirnya tiba.


"Huuffttt... semangat Ily, Keke pasti baik-baik saja" Gumam Ily menyemangati dirinya sendiri. Namun entah kenapa ia merasa air matanya tiba tiba turun, namun dengan segera ia menyekanya agar tak ketahuan oleh Sean.


Terlambat, Sean mengetahui itu, dan ia takkan tinggal diam karena siapapun yang membuat Ily seperti ini akan ia habisi. Sean mendekat dengan dua koper di tangannya , ia berjalan santai seolah tak mengetahui apa yang terjadi pada adiknya tadi.


Kean..apapun alasan lo, lo harus mati di tangan gue!!! - batin Sean geram


Mereka keluar dari bandara dan segera mencari hotel untuk ditinggali oleh mereka sementara waktu.


Kenapa pilih kamar yang satu tempat tidurnya?? Karena Ily yang memintanya. Ily yang memang pada dasarnya tak ingin berjauhan dengan sang kakak, membuat Sean tak bisa menolaknya karena ia pun senang dengan hal itu.


Ily sampai di hotel pada malam hari , jadi ia berencana akan mendatangi Kean besok pagi sebelum Kean berangkat ke Kampus.


Ily dan Sean kini sedang mengobrolkan sesuatu yang serius.


"Adek, kakak gak tau apa yang dilakukan Kean sampe dia lupa hubungi kamu, tapi , apapun alasan Kean, kakak harap, kamu jangan pernah sedih okey, kamu gak sendiri sayang, ada Kakak, abang, di tambah Ryeon yang selalu ada di samping kamu"


"Iya kakak, Ily gak akan sedih" Sean bangkit dari kasurnya , namun Ily segera mencegahnya hingga akhirnya Sean terduduk kembali di atas kasur dengan posisi membelakangi Ily



"Hikkss.. hikkss... Ily takut Kak, Ily takut...hikss"


"...."


"Sstt..ssstttt... heyy... tenang sweetie ada kakak disini... " Sean berbalik ke arah Ily kemudian menangkup wajah Ily dengan kedua tangan besarnya


"Ingat??? Kita saudara , kita tak akan pernah terpisah , kakak sama abang akan selalu ada di samping Ily, kalau Kean pergi?? Kamu harus tegar sayang"


Sean mengusap kepala Ily perlahan kemudian memeluknya erat ... tangisan Ily semakin pecah karena kata kata Sean


"Kalo Kean ninggalin adek, Kakak yang akan menjamin kalau orang seperti Kean akan menyesal karena melepas Matahari Azfary" dan orang itu akan habis di tangan gue Sean melanjutkan kata katanya dalam hati.


Akhirnya mereka pun tertidur saling berpelukan mencari kenyamanan masing-masing.


〰〰〰〰〰


Dipagi hari, Ily telah siap dengan overall dress berwarna biru dan kemeja putih panjang sebagai dalamnya. Sedangkan Sean, ia memakai Celana jeans yang terdapat robekan di lututnya serta sweater biru pemberian Ily


Mereka langsung menuju ke rumah Kean menggunakan motornya yang sengaja dikirim dari Korea .


Ily dan Sean telah sampai di depan rumah Kean, berkali kali Ily memencet bel , namun tak ada yang membukanya. Akhirnya mereka berdua memutuskan mendatangi kampus Kean.


Setibanya disana, Ily langsung turun dari motor Sean dan melirik ke beberapa penjuru Kampus yang kini ia pijak.


"Maaf, mau tanya, kalau fakultas bisnis dimana ya??"


"ohh.. lo mau ke siapa?? Gue juga anak bisnis"


"oh iya?? Ily mau ketemu Kean"


"kean?? Kean... ohhh... Kean Elyas??"


"iya itu"


"tadi gue liat mereka lagi di kantin sama temen temen nya"


"kalo kantin dimana??"


"lo lurus aja, tinggal belok kiri"


"okey.. makasih ya...."


"Neya " ucapnya saat melihat Ily menatapnya dengan penuh tanya.


"ah.. terima kasih Neya, Ily kesana dulu ya"


"iya... bye"


"byee..." Namun sebelum melangkah lagi Ily baru tersadar jika kakaknya tak mengikuti Ily, namun kali ini Ily tetap melanjutkan langkahnya menuju kantin.


Ily memperhatikan orang-orang yang tengah terduduk di antara meja serta makanan yang tersaji diatasnya, hingga mata itu menatap empat orang yang sedang bercengkrama, dan Kean?? Dia duduk di samping seorang wanita dengan lengan yang merangkul pinggang wanita itu.


Siapa itu??


Ily melangkah menuju mereka, banyak bisik bisik yang mengagumi Ily namun Ily tetap fokus pada tujuannya.


Sementara di tempat duduk mereka Miko dan Dion menatap Ily takjub, berbeda dengan Kean dan Daisy yang membelakangi pintu masuk kantin.


"Wow.. dia cantik.. manis.."


"imut...eh eh...dia kesini" pekik Miko begitu hebih saat melihat Ily semakin mendekat.


"eh iya.. gue udah ganteng belom?"


"gantengan juga gue"


Tak sadar Ily sudah berada di dekat mereka.


"Keke"


Deg!!!


Kean menatap ke arah samping dimana suara itu datang .


"Lily?? Kamu ngapain disini??"


"keke... Ily kangennnn...." rengek Ily langsung memeluk Kean.


Hati Kean menghangat , jantung nya berdebar, namun satu tangannya di genggam oleh wanita yang berada duduk di sampingnya , Daisy.


"Waahh.. lo kenal ke?? " tanya Miko , akhirnya Kean dan Ily melepas pelukannya.


"Iya.. kenal"


"wah... siapa lo?? Kenalin donggg"


"Em.. dia.... " Kean melihat ke arah Ily kemudian menatap Daisy.


"Adik gue"


Deg


〰〰〰〰〰


Kesel gak tuhhh????? Aku sih kesel bangettttt 😠😠


Kasih komentar kalian buat KEAN


😁😁


Tbc