CUTE SISTER

CUTE SISTER
Kenyataan



Gue harus bisa dapetin Ily, gimana pun caranya . Ily harus jadi milik gue.


Kean dalam diamnya berfikir bagaimana cara untuk bisa mempunyai waktu berdua dengan Ily. Ia membutuhkan itu agar semua rencananya untuk mendapatkan Ily berjalan lancar. Karena Ily yang selalu bersama Sean Seano ditambah dengan Darian kini, membuat rencananya tak bisa berjalan sama sekali.


Dipelajaran terakhir, mereka di beri tugas untuk membuat kelompok namun hanya beranggotakan 2 orang saja . Kelompok tersebut di tugaskan untuk membuat lukisan wajah sang partner.


Dalam hati Kean berdoa agar ia bisa satu kelompok dengan Ily.


Pemilihan kelompok berdasarkan nomber yang diterima oleh siswa dari sang guru . Satu nomer terdapat 2 . Murid di dalam kelas hanya ada 20 , 10 laki laki dan 10 perempuan, mengingat IPA 1 adalah kelas unggulan , maka hanya siswa terpilih yang masuk kelas ini .


Undian telah di terima oleh para siswa, gurupun mengabsen no undian yang mereka dapat.


No 1


Dua orang siswa mengacungkan tanganya


Rian dan Rahmi.


No 2


Gilang dan Dita


No 3


Seano dan Rea


No 4


Fill dan zeevana


Kean terus berdoa, ia melihat no nya kembali, semoga nomber nya sama dengan Ily.


No 5


Wiliam dan Chika


No 6


Kean mengacungkan tangannya dan saat melihat ke arah Ily.


Yyeeeessssssss!!!!!


Kean dan Willy


Dan seterusnya


Ily yang melihat ke arah Kean langsung tersenyum dan melambaikan tangannya , seolah ia juga senang bisa satu kelompok dengan Kean.


Hati Kean bergemuruh melihat paras cantik dan imut milik Ily... aaahhh.. gue harus bisa bilang yang sejujurnya sama dia.


Bel pulang telah berbunyi, Kean dengan cepat menghampiri meja Ily , ia tak menghiraukan Seano yang masih duduk di sebelah Ily.


"Ily, kita mau kerja kelompok kapan?? Atau mau hari ini??"


"Eumm ... kapan ya kak?? Aku tanya abang dulu ya"


Ily menolehkan badannya pada Seano yang berada di sampingnya.


"Abang, Ily mau kerja kelompok, kalo hari ini boleh??"


"Kenapa gak lain kali aja??"


"Biar cepat selesai bang"


"Hm.. yaudah, nanti abang bilang ke kakak sekalian. Tapi adek jangan pulang malam ya"


"Siap bosss!!" Ily memberikan hormat pada Seano dan dengan cepat Seano langsung mencium bibir mungil Ily.


Melihat itu , Kean menatap nyalang pada Seano. Berani beraninya dia cium milik gue


"Ayo Ily" Kean menarik tangan Ily dengan lembut


"Iya kak ayo" untung gue bawa mobil hari ini . Jadi Ily gak akan kepanasan.


"Iya kak, Ily juga gak punya hehe" senyum di wajah Ily membuat Kean mati rasa , serasa ingin terbang.


"Okey.. kita berangkatttt!!!"


Ily dan Kean pun kini telah meninggalkan sekolah. Diperjalanan Ily dan Kean saling bercerita, dan Kean , cowok yang terkenal dingin itu selalu melontarkan candaannya pada Ily dan membuat Ily tertawa terbahak- bahak.


Setelah selesai membeli perlengkapan melukis , ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Ily dan Kean hanya akan membuat sketsanya terlebih dahulu .


Mereka akan melakukan kerja kelompok di taman dekat rumah Kean. Disana banyak sekali tanaman yang membuat udara menjadi sejuk .


Ily akan melukis wajah kean terlebih dahulu, Kean telah dengan posisinya, ia memberikan senyum menawan pada Ily. Dan tak lama kemudian ia mengeluarkan pertanyaan yang menurutnya sangat penting.


"Ily, kakak boleh tanya?"


"Boleh kok, mau tanya apa kak?"


"Kalo Sean sama Seano itu siapa kamu??"


"Ohhh itu.. loh emang kakak gatau?" Kean hanya menggelengkan kepalanya.


"Mereka kakak Ily"


Wajah Kean makin berbinar, ternyata dugaannya selama ini bahwa Ily berpacaran dengan mereka berdua itu salah...


Jadi Ily adik mereka???


Jadi Ily keluarga mereka??


Aaarrgghhh  gue pengen teriak


"Emang kakak gak tau??"


"Eh..e..engga, kakak kira kalian pacaran" hehehe


"Ya enggak lah, mereka kakak Ily kok kakak kandung" Kean menganggukkan kepalanya , ia amat sangat senang akan kenyataan yang berpihak padanya.


"Eum.. Ily udah selesai nih buat sketsa nya kak. Sekarang giliran kakak".


Kean bertukar posisi dengan Ily, kanvas yang ada dihadapannya telah ia siapkan, dengan lihai ia melihat wajah Ily, mengukir indah setiap goresan yang ia ciptakan pada kanvasnya.


Selesai


Mereka membereskan perlengkapan mereka dan segera menuju ke mobil.


"Ily, kakak boleh minta no ponsel Ily?"


"Boleh kok, mana ponsel kakak?" "Nih..." Kean menyodorkan ponselnya pada Ily setelah itu Ily segera menyimpan kontaknya dan memiscall no nya sendiri.


"Kakak udah nih, aku save namanya Willy"


"Okey, makasih yaaa" Kean mengelus puncak kepala Ily


Kapan lagi coba gue bisa gini?? Ini yang gue pengen dari dulu


"Sampai"


"Makasih ya kak, oh ia, lanjut lukisnya gimana kalau besok?? Biar cepat selesai kak, besok kan kita libur"


"Boleh, besok kakak jemput Ily ya" Ily mengangguk dan melambaikan tangannya pada Kean sebelum memasuki rumahnya.


Kean yang berada di dalam mobil


Yessss


Yeesssss


Yeesss.. Jdukk


aakhhh.. saking senangnya ia malah melompat di atas kursi mobilnya, alhasil kepalanya terkantuk pada atap mobil.


Hahahah dasar Kean