CUTE SISTER

CUTE SISTER
Menunggu



Rumah sakit Raja kini digemparkan dengan tangisan pilu dari salah satu dokternya .


Dokter Willy , ya.. wanita itu kini tengah duduk terisak di depan pintu ruang operasi. Para keluarganya berdatangan untuk melihat keadaan Ily dan juga Ryeon.


"Sayaangg.. sayanggggg" sang mommy berlari ke arah Ily saat melihat sang anak begitu nampak kacau .


"Mommm.. Tae mom... hiks hiks... kenapa bisa?? Taaeeee...hikss hikss" tangisan memilukan terdengar kembali di pendengaran mereka.


Keluarga yang selalu di jaganya.


Keluarga yang selalu ingin di berikan kebahagian oleh mereka.


Kini, salah satu sumber ke bahagiaan miliknya sedang berada didalam sana. Antara hidup dan mati.


"Kami sangat meminta dan memohon kepadamu Tuhan... jaga Ryeon dan kembalikan dia pada kami"


Pintu terbuka dengan kasar bersamaan dengan dua orang perawat yang keluar dari ruangan itu.


Mereka berlari tanpa menghiraukan teriakan dari keluarga Ily.


Tak berapa lama , mereka kembali sambil membawa beberapa kantung darah di tangan mereka.


"Taaaeee... Taeee... mom... apa yang terjadi??" Jerit Ily begitu histeris akan situasi yang paling tak di inginkannya ini. Bukan dirinya saja, bahkan semua anggota keluarga tak menginginkan hal ini terjadi.


"Tenang sayang, berdo'a nak... " ucap sang mommy seraya memeluk Ily mencoba memberi kekuatan.


Jam berputar terasa sangat lambat, 4 jam yang begitu menegangkan hingga lampu diatas pintu ruangan itu berubah menjadi hijau. Pintu ruang operasi terbuka dan keluarlah dokter dan beberapa perawat lainnya.


"Dok bagaimana suami saya dok???" Tanya Ily saat melihat sang dokter keluar.


"Dokter Willy??"


"Bagaimana dokterrrrr???" Jerit Ily ingin segera tau keadaan suaminya.


"Operasi berjalan dengan lancar, namun saya sangat menyesal mengungkapkan ini, mohon maaf dokter Willy, suami anda mengalami koma."


"Apa??? Koma??? Gak mungkin.. gak mungkin kan dokk??? Ini gak mungkin... mommmm... tolong Ily mommm.. bangunkan Ilyyyy... ini semua mimpi kan??"


Ily  berlari ke arah Sean dan juga Seano . Ily menggerakkan salah satu tangan mereka dengan kedua tangannya.


"Kakk.. bangunkan Ily kak... ini mimpi kan??"


"Abanggg.. tolong bangunkan Ily, tampar, siram Ily abang bangunkan Illyyyyyyy" jerit Ily begitu histeris saat mendengar kondisi suaminya.


"Aaakkhhhh... Taaaeeee.... jangan seperti ini... bagaimana dengan Ily??? Bagaimana dengan anak kita????" Jeritan pilu itu terus keluar dari mulut manis Ily.


Sean dan Seano langsung memeluk adik mereka dengan begitu erat , seolah memberikan kekuatan untuknya.


"Gue tau... ini ulah lo Kean" - batin Sean seraya mengepalkan sebelah tangannya.


"Aku tak akan tinggal diam saat liat kesayangan ku seperti ini" - Seano


Akhirnya pintu terbuka kembali, terlihatlah Tae dengan beberapa alat medis yang telah terpasang di bagian tubuhnya juga perban di kepala , kaki dan tangannya , Cervical Collar pun terpasang pada leher Tae.


"Taeeee...." Tangan Ily bergetar, ia tak tega melihat suaminya seperti ini.


Akhirnya mereka mengikuti sang perawat yang membawa Tae ke ruangan VVIP yang telah di pesankan oleh keluarga Ily.


"Mohon maaf , untuk sementara waktu, biarkan pasien istirahat terlebih dahulu, setelah mendapat pemeriksaan kembali dari dokter , keluarga baru bisa mengunjungi pasien"


"Baik suster, terima kasih" ucap sang Mommy . Ily memeluk daddy nya dengan sangat erat , ia butuh penopang hidupnya.


Ia butuh Tae.


Ia butuh seseorang yang selalu berada di hatinya.


Ia tak ingin kehilangan.


Semenjak Tae dinyatakan koma oleh dokter, sudah dua bulan ini keluarga Tae dan juga Ily selalu bergantian untuk menjaganya. Namun Ily?? Ia selalu menyempatkan waktunya untuk melihat Tae saat tak ada pasien atau pun istirahat dan itu sering di lakukan olehnya.


Kini banyak yang mengetahui bahwa salah satu dokter cantik mereka telah memiliki suami dan sang dokter sedang mengandung buah hati mereka.


Selama dua bulan ini pula, Ily merasakan morning sickness yang sebelumnya Tae rasakan.


*Flashback on


Ily telah selesai memeriksa pasiennya, dari arah berlawanan, Devan datang seraya tersenyum manis pada Ily.


Bukan menyambutnya kembali dengan senyuman, Ily malah langsung melarikan diri karena merasa mual saat melihat tampang Devan.


Akhirnya, dengan terpaksa Ily menjauhi Devan dan mengganti jadwal operasi agar tak bersamaan dengan Devan.


Flashback off*


Seano pun telah bekerja di rumah sakit Raja selama 2 minggu belakangan ini. Namun tak ada yang mengetahui statusnya karena bisa di katakan jika Seano menutup dirinya pada orang lain. Ia tetap seano yang dingin dengan wajah tampannya.


Seano berjalan dengan santai namun sangat terkesan manly, apalagi dengan jas dokter yang tengah ia pakai membuat kesan tersendiri di pandangan para wanita. Ada juga beberapa perawat yang sengaja mencari perhatiannya, namun ingatkah bahwa Seano seorang cold boy?


Ia melihat Ily dari arah berlawanan, walau dua minggu ini ia bekerja di rumah sakit yang sama dengan adiknya , Seano jarang di pertemukan dengan sang adik, dan ia sangat merindukannya.


Seano berjalan sedikit cepat saat adiknya masih asik berbincang dengan salah satu perawat cantik yang ia yakini bahwa itu adalah asisten perawat Ily.


"Sayangggg" panggil Seano pada Ily dengan suara yang sedikit keras.


"Abanggg" Ily berlari menghampiri Seano dan segera memeluknya.


Grreepppp


"Ily kangen sama abanggg" rengek Ily pada Seano, dan itu membuat Seano gemas.


Adik manjanya masih tetap sama. "Abang juga kangen sayanggg..." cup cup


"Omg , dokter Willy tuh bukannya udah punya laki ya? tapi ini masih aja ganjen, ishhh ilfeel deh"


"Iya, ternyata kita salah nilai dia ya.."


"Jagain tuh pacar lo , nanti di goda sama tuh dokter"


"Hahah.. suaminya koma, jadi nyari yang baru, ganjen!"


"Yaa seperti itu lahhh..."


Ily mendengar itu , kemudian ia pun menatap datar para perawat yang sedari tadi membicarakannya secara terang-terangan.


Ily mendekat , namun ada yang berbeda , manik mata itu berubah menjadi keemasan. Dengan pandangan lurusnya Ily kini telah berhadapan dengan para perawat tadi.


"Ekhhm.. maaf mengganggu waktu mengobrol kalian."


"Ehh .. emm.. dok.." ucapnya sedikit tergugup.


"Iya, saya kenapa?? Kalian gugup?"


"gak lah..  ngapain mesti gugup coba" ucap perawat yang sedari tadi menjelekkan Ily.


"Ohh gitu, memang kamu tau siapa saya?"  Ucapan Ily begitu datar , tak seperti biasanya yang selalu disertai dengan senyum ramah dari bibirnya.


"Dokter Willy Queen A , spesialis bedah Saraf , sudah menikah dengan pasien tampan bernama Ryeon Tae yang kini koma dan mengandung anaknya, tapi istrinya malah selingkuh, cihh... bermuka dua" kalimat terakhir di ucapkan dengan pelan namun masih terdengar oleh Ily.


Ily menatap name tag perawat yang mengatainya tadi.


Dara, Entah kenapa setiap wanita yang bermasalah dengan Ily selalu di awali huruf D, Daisy dan kini Dara.


"Baik Dara... bukankah anda satu tim dengan saya?"


"Ya"


"Emm.. apa ada masalah yang menyebabkan kamu menjelek jelekkan saya?"


"Iyaaa.. dulu setelah operasi , dokter cari perhatian kan ?"


"Setelah operasi?? Kapan??"


"Saat dokter di tangkap dokter Devan"


"Oohhhh... jealous nih ceritanya?"


Kini beberapa orang berkumpul menyaksikan mereka, ada sebagian dari perawat dan juga dokter menonton perdebatan mereka.


"Itu kecelakaan, dan dia..." ucap Ily yang kini menunjuk Seano yang sedang mentap dingin ke arah perawat di hadapan Ily.


"Dia adalah kakakku"


Semua terpaku akan pengakuan Ily. Bahkan ada yang tak percaya akan hal ini.


Seorang cold boy, memiliki adik yang sangat ramah??


"Ww..whhaat??"


"Hmm ... Jadi... saya sarankan, sebelum anda menuduh dan menjelekkan saya, lebih baik cari informasi yang tepat, Ily mendekat diri ke arah Dara dan membisikkan sesuatu..  agar tak malu" setelahnya , Ily menggandeng tangan Seano yang terus menatapnya dengan senyum tipis, sesekali mengecup pelipis Ily.


Dara??? Jangan tanyakan lagi betapa malunya dia saat ini . Mereka bertiga  Ily, Seano dan juga Arumi melangkah menuju ruangan Ily.


"Dokter Willy, mau minum apa?? Biar saya buatkan"


"Boleh??" Arumi mengangguk.


"Mau hot chocolate aja deh"


"Baik dok, kalo dokter Seano??" Ucap Arumi dengan sedikit gugup , Seano mendongak dan menatap mata arumi lekat.


Jantung... jantung... berdetaklah dengan normal.


Love at first sight??


"Saya Capucino saja"


"Bba..baikk dok, saya permisi"


Arumi keluar dari ruangan Ily dengan sedikit berlari , ia langsung menyenderkan punggungnya pada pintu itu dan menyentuh dadanya.


"Arumiii... kenapa??? Kenapa bisa jantungku ini berdetak cepat seperti tadi???"


Ceklek, Arumi yang masih bersender lansung terjatuh ke arah belakang karena pintu terbuka dari dalam.


Bbrrugghhh, Tidak sakit?- batin Arumi masih memejamkan matanya. Dan saat matanya terbuka, ia terbelalak kaget melihat Seano dengan sangat jelas karena posisinya yang kini bersender pada dada Seano yang tadi menahannya.


"Ekhmm."


"Eeh..ehe. eh.. dok..dokter..Seano"


"Kenapa?"


"Hah?? Eh. Apa?? Kenapa apa?" Ucap Arumi mode bloon karena gugup .


"Lucu" ucap Seano seraya mengelus puncak kepala Arumi, yang diperlakukan seperti itu??


Ia diam dengan wajah shock nya.


"Jangan lupa, gulanya sedikit ya ... " Seano akhirnya masuk kembali ke dalam ruangan Ily setelah mencubit pipi kiri Arumi dan memberikan senyuman mautnya.


"Mimpi kah??"


"ini mimpi ??"


"Pasti mimpi, tapi..."


"Aaahhhhkkkkk..." jerit Arumi dengan gembira namun dengan santainya ia mengubah kembali ekspresinya dan pergi meninggalkan tempat itu.


Sedangkan di balik pintu, Seano  masih bisa mendengar saat Arumi berbicara sendiri hingga akhirnya berteriak senang.


"Kamu akan jadi milikku Arumi"


〰〰〰〰〰


Babang Seano jatuh cinta guyss... jangan sampai di antara kalian ada yang potek yaaaa


Happy Reading 😘😘