
Keesokan harinya, Ily meliburkan diri untuk menjaga Tae, full time. Ia sangat senang akan bangunnya Tae dari koma, akhirnya Ily bisa melihat senyuman milik suaminya lagi.
Begitu pun sebaliknya, Tae selalu menatap gerak gerik sang istri yang baru saja datang dan membereskan beberapa peralatan untuknya dan Tae hingga besok.
Kaki dan tangan Tae telah terbebas dari gips , hanya perlu terapi berjalan untuk kembali memulihkan kakinya.
"Sayang, sini" panggil Tae yang sedang menyenderkan punggungnya pada kepala ranjang.
"Sebentar Tae, tanggung"
"Tinggal dulu Queen, sini deh" akhirnya Ily mengalah dan mendekat ke arah Tae.
"Kenapa suamiku sayang???"
"Duduk" Tae menepuk sebelah ranjangnya .
"Masa disini?"
"Gapapa dong.. muat kok, kasurnya gede gini"
"Okeyyy iya iya... " akhirnya Ily pun ikut duduk bersebelahan sama dengan posisi Tae.
Tae menatap mata Ily dengan sangat intens.
"Jangan terlalu lelah, ingat Queen , kamu sedang membawa anak kita aku gamau kalau kamu sampai kecapean dan berakibat pada anak kita."
"Iya Tae , tenang saja, lagian kan Ily libur hari ini" binar mata Tae menyiratkan kebahagiaannya.
"Oh ya??? Kamu tidur bareng aku ya..." rengek Tae pada Ily .
"Nanti Tae ke ganggu"
"Engga dong Queen... ya ya ya ya?? Please.. kita udah 3 bulan gak pernah tidur satu ranjang lagi karena aku koma" ucap Tae dengan wajah sendunya berharap Ily mengabulkan permintaannya.
"Yaudah ... iya...nanti kita tidur bareng"
"yessss!!!!"
"Senang banget gituuuu..."
"Iya dong.. emangnya kamu gak senang??"
"Senang dongggg... Ily gamau Tae kayak gini lagi, Ily kesepian, Ily takut Tae... Ily gak mau liat orang yang Ily sayang sakit"
"Iaa.. maafin aku ya sayang... ini kan kecelakaan... "
"Iya Tae... Ily pengen peluk yaaa" manja Ily pada Tae.
"Sini... peluk..."
Akhirnya mereka pun berpelukan untuk mengurangi rasa rindu mereka.
〰〰〰〰〰
Sean melangkahkan kakinya dengan sangat tegas, wajahnya yang selalu datar mempunyai karisma tersendiri bagi siapapun yang melihatnya .
"Apa jadwalku hari ini?"
"Kita akan melaksanakan meeting di Guenis Corp bos, perusahaan furniture yang menawarkan sahamnya pada perusahaan sebesar 30% "
"Lumayan "
"Ya bos"
"Jam??"
"Jam 10 bos"
"Siapkan bahannya"
"Sudah siap bos, tinggal di periksa kembali"
"Ok"
Mereka akhirnya memasuki lift khusus petinggi .
Banyak kasak kusuk yang membicarakan Sean yang telah mempunyai kekasih. Padalnya , mereka menduga bahwa Ily adalah pacar Sean.
Siapa lagi bigos alias biang gosipnya kalo bukan salah satu karyawan yang kemarin melihat kemesraan Ily dan Sean.
"Bos Sean udah punya pacar... gilaaa ... mantep banget tuh ceweknya dapet pacar macam si bos"
"Iya ... tapi gue denger denger sih ya, ceweknya juga cantik banget, manis lagi, gue jadi pengen liat "
"kapan ya si bos bawa pacarnya kesini?? Kan lumayan cuci mata"
"Hahaha.. cuci mata lo pakai so klin"
"Gilaa... biasa di sikat pake pasta gigi mata gue mah broooo"
"Orang gila"
Jam menunjukkan pukul 09.30 WIB , Sean kini sedang menuju ke Guenis Corp untuk melakukan meetingnya. Sesampainya di Guenis Corp , Sean mendapatkan tatapan memuja dari para karyawan wanita disana, bagaimana tidak??
Setelan jas yang terlihat mahal, keluar dari mobil sport hitam metalic yang membuatnya tambah mempesona. Wajahnya yang tampan menjadi nilai plus plus untuknya .
"Gilaaa... ganteng parah"
"Siapa tuh???"
"Eh eh.. dia kesini..." ucap salah satu resepsionis yang sedari tadi memperhatikan Sean.
"Selamat pagi pak, ada yang bisa saya bantu?"
"Selamat pagi, iya , kami dari Q'STae" ucap Mario
"baik pak, saya cek dulu, " sang resepsionis bernama Fitri langsung mengecek komputernya.
"Rapat akan dilaksanakan pukul 10 dan di adakan di ruang rapat di lantai 25, mari saya antar pak."
"Ya, mari"
Akhirnya Fitri , Mario dan juga Sean berjalan bersama menuju lift yang tersedia untuk petinggi.
"Silahkan pak" saat Lift yang mereka naiki telah sampai pada tempatnya. Fitri melangkah lebih awal untuk menunjukkan jalannya.
Setelah sampai, "ini pak ruangannya"
"Terima kasih "
"Sama sama pak, kalau begitu saya permisi"
"Ya silahkan"
Mario lah yang sedari tadi menjawab pertanyaan dari Fitri, Sean tak ada niatan untuk menjawab pertanyaan yang menurutnya tak penting. Sean dan juga sang sekretaris Mario masuk kedalam ruangan. Masih kosong?
"Silahkan duduk bos"
Saat Sean akan mendudukkan bokongnya , suara pintu terbuka membuat keduanya menolehkan pandangan pada sumber suara.
Ceklek
"Maaf saya terlambat"
Suara yang begitu tegas namun sangat merdu terdengar di telinga.
Sean kembali menegakkan badannya, setelah seseorang itu ada di hadapannya ia langsung mengangkat tangannya untuk berjabat tangan.
"Sean Rude Azfary"
"Selamat pagi Mr.Sean, saya Gea Louisa Nizzam, silahkan duduk"
Akhirnya mereka memulai rapat mereka. Sean tak fokus akan materinya, ia berfokus pada Gea yang kini telah menyampaikan materinya.
"Cantik.."
〰〰〰〰〰
Siang telah tiba, di tempat lain....
Tok tok tok
"Masuk"
"Selamat siang dokter Willy"
"Selamat siang dokter Devan, cek?" Tanya Ily pada Devan
"Iya dokter, selamat siang Tuan Ryeon , mari kita periksa dulu"
"Hm.." ucap Tae dengan ketusnya.
"Taaeee..." peringat Ily pada suaminya
"Kenapa sih yang???"
"Jawabnya masa gitu?"
"Iya Queen.. maaf" ucap Tae yang kini merentangkan tangannya meminta pelukan.
Ily mendekat dan dengan segera Tae memeluk pinggang sang istri seraya mengelus perutnya.
"Silahkan periksa dok" ucap Ily yang baru sadar saat Devan menatapnya terus.
"Ah.. a.. iya maaf dok"
Devan mulai memeriksa Tae. Tae tak merasakan apa apa saat disuntik maupun saat kaki nya di sentuh. Ia hanya terfokus pada Ily yang sedari tadi di tatap oleh dokter yang kini sedang memeriksanya.
"Selesai, mulai besok kita bisa melakukan terapi"
"Baik dokter Devan, terima kasih" Ily tersenyum.
"Queen.. jangan terlalu manis"
Devan dan Ily mendengar gumaman itu, mereka berdua hanya terkekeh karena ke posessive-an Tae.
Tae menatap Ily yang kini sedang tersenyum menatapnya
"Kamu adalah bahagiaku Queen" - batin Tae
〰〰〰〰〰
Haduhhhh akhirnya aku bisa up, maaf yaaa teman teman kalo kalian menunggu part ini. 😁😁😁
Semoga suka yaaaa