CUTE SISTER

CUTE SISTER
Kemarahan



"Kak, abang mana??"


"Abang tadi ketemu dokter dulu terus pulang buat ganti baju, katanya gerah"


"Ohh gitu, Ily jadi kan pulang malam ini??"


"Iya Adek udah boleh pulang kok nanti malam"


"Asiiikkkk"."kok seneng banget sih??" Ily menganggukkan kepalanya berkali kali membuat Sean gemas. Memangnya siapa sih orang yang betah pengen di terbaring di rumah sakit terus.


"Kita punya kejutan loh buat Ily"


"Oh ya?? Kejutan apa???"


"Ada dehhh... nanti abang yang bawa kesini"


"Asiiiikkkkk"


Setelah banyak berbincang dengan Sean, Ily akhirnya tertidur dalam pelukan Sean.


ceklek


Seseorang masuk ke ruang rawat Ily dengan mengendap endap, ia takut dua orang yang kini berada di atas brangkar rumah sakit terbangun .


Orang itu mendekat , melihat wajah Ily dengan sangat intens,


Tiba tiba ia menyuntikkan sesuatu pada infusan Ily. Setelah apa yang ia lakukan berhasil, ia segera pergi dari ruangan tersebut.


Seano yang baru datang melihat seorang wanita yang baru saja keluar dari ruang rawat adiknya.


Dengan cepat Seano berlari ke kamar sang adik.


Disana ia melihat Sean yang panik melihat Ily kejang kejang entah kenapa. Karena panik , Sean hanya memanggil nama Ily sambil menahan tubuh Ily yang kejang kejang.


Seano yang juga sama khawatirnya, segera memencet tombol darurat di atas kepala brangkar Ily. Tak lama setelah itu, dokter dan juga perawat laki laki datang untuk memetiksa Ily.


Dokter memeriksa Ily, kemudian ia menyuntikkan cairan untuk menghentikan kejang kejang pada Ily.


"Apa sebelumnya Ily memakan sesuatu?"


"Tidak dok, sedari tadi Ily tidur sama saya , tapi 20 menit kemudian Ily kejang kejang""sebeanarnya ada apa dok?"


"Dok, saya lihat ada wanita masuk kesini, saya harap dokter bisa memeriksa gejala yang membuat Ily kejang kejang sepeeti ini"


"Saya akan memeriksa darah pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut, maaf untuk malam ini pasien tidak jadi di pulangkan"


"Baik dok , terima kasih" ucap Seano


Dokter dan perawat itu pergi meninggalkan ruang rawat Ily.


"Bang, beneran abang lihat cewek masuk sini??" Seano mengangguk , akhirnya menceritakan awal dari melihat cewek itu keluar dari ruangan Ily dengan cara yang mencurigakan.


"Sialan!!! Bener bener cari masalah sama Azfary"


Sean makin mengobarkan apinya.


Pertama Kean.


Dan sekarang cewek yang entah siapa berniat mencelakakan adiknya.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


"Cepat cari tahu siapa yang masuk ke ruangan ini" Perintah Sean pada orang kepercayaannya. Sean dan Seano menatap Ily yang kini masih tertidur pulas.


Kalo ketemu, gue akan bakar orang itu - Sean


Ck.. macam macam sama keluarga Azfary, cari mati tuh orang -Seano


"Sayang, kamu harus bangun, jangan sampai kamu ninggalin kakak, kakak ga akan biarin itu"


"Sweetie , semoga cepat sadar, kita akan main ke game master bersama kalau kamu sadar"


ily tetap memejamkan matanya. Tak ada pergerakan dari tubuhnya. Terdengar suara ribut dari luar . Entah apa itu . Dan itu makin membuat Sean marah, Seano masih bisa mengendalikan amarahnya , maka dari itu Seano tetap didalam dan menjaga Ily .


Sean membuka pintu ruang rawat Ily. Ternyata itu adalah anak buah Sean yang ditugaskan untuk mencari pelaku penyuntikan pada adiknya.


"Berisik!!!" Suara itu begitu dingin dan menyeramkan, Aura bad boy Sean kini masih setengah namun tetap membuat mereka takut.


"Maaf tuan, wanita ini memberontak , jadi kami menyeretnya."


"Kenapa tidak membuatnya diam terlebih dahulu"


"Ma.. maaf tuan, saya salah"


"Bawa dia masuk dan ikat pada kursi"


"Lepas.... lepas... gue mohon"


"Gak"


"Gue mohon , gue bakal jelasin semuanya" Sean tetap pada pendiriannya , mengikat wanita itu .


Dikamar Ily, terdapat pria yang sama , membuat sang wanita terkejut, kemudian menormalkan lagi wajahnya.


Mereka kembar


Tapi mereka siapa??


"Siapa yang menyuruhmu??"


"Maafkan aku, tapi sebelun aku menjawab , apakah boleh aku tahu siapa kalian buat wanita itu?"


"Ck, malah balik nanya, gue nanya lo"


"Iya maka dari itu, jawabannya ada di lo, jadi tolong jawab, siapa kalian buat cewe yang disana sekarang ."


Seano menghampiri saudara dan juga wanita itu, "dia adik kami, princes kami, keluarga kami, Willy Queen Azfary"


"Dia punya saudara, sama kayak gue"


Deg


Jadi??


Gue


Salah


Sasaran


"Aaahhhkkk gue bisa gila, gue harus lakuin apa?" batin wanita tersebut "eum... gue.. minta maaf atas kejadian ini"


"Semudah itu?" Ucap Seano


"Gak bisa" ucap Sean langsung membuat sanh wanita semakin menunduk.


"Jadi.. jelaskan"


"Hmm.. okey."


Flashback on


Trriing trriingg


"Hallo"


"Rissa, ada tugas buat lo"


"Gue udah berhenti"


"Lo lupa bahwa kakak lo sekarang ada dimana??" Ucap seseorang itu pada Rissa dengan nada mengancam


Kakak Rissa bekerja sebagai pengawal orang itu, dan itu adalah posisi yang buruk untuk sang kakak.


"Huufftt kali ini gue harus apa?"


"Gue cuma mau lo menyuntikkan sesuatu ke salah satu pasien di rumah sakit"."Anjiinnngggg... lo gila, gue gak mau. Gue gak mau bunuh orang"."itu sih terserah lo aja Rissa"


Rissaaa berfikir


"Okey, demi kakak, tapi cairan apa itu?"


"Rahasia" tuttttttt sang lawan bicara memutuskan panggilannya sepihak.


Flashback off


"Aku akan menunjukkan orangnya asalkan kalian bisa bantu aku dan kakakku"."aku mohon"


"Gu..." ucapan sean terhenti saat ada tangan mungil yang memegang jari jari tangannya. Saat berbalik...


"Ilyy ... " Sean dan Seano langsung memeluk erat Ily


"Ily gapapa kok, kalian tenang aja, dan Ily mau minta satu permintaan boleh?"


"Apapun itu sayang, akan kakak kabulkan,"."abang??"tanya Ily pada Seano


"Abang juga akan kabulkan" ucap seani sambil menempelkan telapak tangan Ily pada pipinya.


"Bebaskan diaΒ  dan selamatkan mereka"."apa???""whaatttt??? Tapi dek"


"Katanya mau kabulin, lagian dia kan memang tidak sengaja kak,"


"Tapi obat itu udah masuk ke tubuh kamu"."sorry, obat itu gue masukin cuma sedikit"


"Iya, gapapa kok, nama kakak siapa??" Tanya Ily dengan ceria


"Rissa, Rissa Ayudira" "wahhh... namanya cantik, kakak, lepasin dong ikatan talinya, Ily kan mau peluk kak Rissa"


"Dia baik, dan maaf membuatmu kesakitan karena kesalahanku"


Flashback on


"Bodohh..Β  tololl... bukan cewek itu yang gue maksud , tapi di kamar yang sebelahnya *******"


"Ya mana gue tau, lo gak ngasih kejelasan di nomor kamarnya."


"gue gak mau tau, lo bawa lagi suntikan dari gue dan masukan ke cairan infus cewek yang gue maksud"


"Gak, gue gak mau"."ohh... nyawa kakak lo taruhannya" dengan terpaksa Rissa kembali ke rumah orang itu dan mengambil suntikannya , namun saat di rumah sakit ia bertemu dengan banyak orang berbaju hitam dan langsung menyertnya.


Flsahback off


"Maafkan aku"