Cruel Mafia Vs Cool Mafia

Cruel Mafia Vs Cool Mafia
Chapter 63 | Terbongkar



“Kamu... kenapa?” tanya Eiden tidak mengerti. Pikirnya, Darren akan memandangnya sebagai pembunuh. Bukannya pemikiran anak-anak memang seperti itu?


“Kenapa apanya, Dad?”


“Kok kamu biasa aja, sih?” Cavan tidak sabar ingin mendengar penjelasan.


Darren mengendikkan bahu dengan tangan terlipat di depan dada. “Darren, kan, udah tau dari awal. Ngapain kaget lagi?”


“APA?!”


Pihak mana yang tidak syok?! Ayo, coba sini angkat tangan dan kaki.


Entah itu Eiden, Cavan, Abigail, para pelayan, atau bahkan Garry yang datang untuk menjemput tuan mudanya lalu tidak sengaja mendengar, mereka semua ternganga lebar. Kaget bukan main! Pernyataan Darren barusan... benar-benar tidak bisa dipercaya(?)


“Daddy kenapa?” Darren memandang Eiden dengan raut terpolos yang dipunya. “Darren ada salah omong, kah? Darren, kan, cuma jujur.”


Eiden berdeham kecil, berusaha mengendalikan diri. “Jadi, kamu udah tau kalo Daddy mafia?” tanyanya memastikan.


“Iya,” jawab Darren enteng. Ia melirik mommy-nya sekilas. Wanita itu tengah menahan tawa hingga sudut bibirnya berkedut. Darren menggelengkan kepalanya samar. Oke, Darren paham. Mommy lagi jailin daddy.


“Sejak kapan?” Eiden dan seluruh keluarganya tahu jelas kegeniusan Darren sejak dini. Anak itu bisa bersikap dewasa, kekanakan, atau bahkan melebihi di luar batas normal tanpa diduga. Jika Darren mengatakan ia sudah tahu, pastilah kenyataannya memang seperti itu.


“Udah lama, kok. Sebelum Daddy sama Mommy menikah.”


Lagi-lagi, Eiden dibuat terperangah. “Tapi, dari mana kamu tau? Profil soal identitas mafia Daddy bener-bener udah Daddy disembunyiin.”


Dengan lugunya, Darren menunjuk Kyra yang tengah sibuk memindahkan cumi goreng ke dalam piring saji di dapur. “Mommy yang kasih tau.”


Sontak seluruh pasang mata terarah pada Kyra yang terlihat santai-santai saja. Wanita itu bahkan bersenandung ria ketika menghias masakannya dengan dedaunan dan tomat yang telah dibentuk sedemikian rupa.


Ketika kepala Kyra mendongak, ia baru menyadari kalau semua orang tengah menatapnya. “Kenapa?”


“Tadi Daddy nanya, dari mana Darren tau soal identitas Daddy. Terus Darren jawab dari Mommy. Emang bener, kan? Waktu itu Mommy sendiri yang suruh Darren waspada sama Daddy karena Daddy mafia,” papar Darren sejelas-jelasnya.


“Ah...” Kyra manggut-manggut. “Iya, Sayang. Kamu nggak salah.”


Darren mengangguk puas. Ia meminum susunya dengan senang. Karena drama pagi ini, sepertinya anak itu tidak mengingat lagi teror semalam. Kyra tidak keberatan kalau identitasnya ikut terbongkar jika memang itu akan membuat putranya senang dan melupakan traumanya.


“Kamu tau, Kyra?” Eiden memasang raut serius. “Dari mana kamu tau? Siapa kamu sebenarnya?”


Kalian ingat bahwa Eiden pernah bertekad ingin mencari tahu profil istrinya dahulu? Ya, Eiden telah melakukannya diam-diam. Dan, hasilnya, semua bersih. Hanya tercantum prestasi Kyra dalam dunia desainer, pendidikannya, dan bagaimana wanita itu berhasil memenangkan banyak lomba bertema fashion. Tidak ada satu pun informasi yang berhubungan tentang dari mana Kyra belajar beladiri kecuali... Aqilla—istri Rayhan—adalah guru istrinya.


Kyra tersenyum kecil. Ia baru saja ingin menjawab, namun putranya lebih dulu berseru antusias.


“Karena Mommy juga mafia, Daddy!” seru Darren semangat. Ini momen yang ditunggu-tunggu bocah itu. Ia ingin tahu reaksi Eiden ketika fakta tentang Kyra bocor.


Bruukk!


Para pelayan yang mendengar sangat terkejut. Salah satu dari mereka sampai menjatuhkan sapu yang digenggam. Yang paling kaget sepertinya Garry. Lelaki itu mematung dengan mulut menganga. Darren bahkan ingin tertawa melihat ekspresi sahabat daddy-nya itu. Ini pertama kalinya ia melihat raut wajah Garry selain datar.


“K–kamu m–mafia, Nak?” tanya Cavan tergagap.


Karena semuanya sudah terbongkar, Kyra tidak lagi menyembunyikan jati dirinya. Setelah menaruh piring berisikan cumi goreng, wanita itu memandang seluruh keluarganya dengan tatapan berbeda. Seketika aura kuat mengintimidasi semua orang. Suara kesiap terdengar dari berbagai arah.


Ini kali pertama bagi Eiden yang melihat sorot mata istrinya yang seperti itu. Sangat berbeda. Penuh dengan aura membunuh yang kuat. Begini saja, ia langsung percaya kalau seluruh perkataan putranya benar.


Istrinya seorang mafia.


Kyra melirik putranya datar. Darren yang mengerti langsung pergi dari sana tanpa banyak kata. Mommy-nya sudah memberi kode kalau kejadian selanjutnya tidak baik untuk diperlihatkan pada anak kecil. Yah, Darren masih sadar diri, lah, kalau dirinya tetaplah bocah usia 6 tahun.


“Saya senang bisa bertemu dengan ketua mafia Blood Moon—yang katanya mendapat julukan Cool Mafia,” tutur Kyra sengaja menggunakan bahasa formal. “Bahkan, orang yang katanya hebat itu sekarang menjadi orang terpenting di hidup saya.”


Seketika Eiden memasang sikap kuda-kuda. Instingnya mengatakan istrinya akan berbuat sesuatu yang... tidak berbahaya? Cavan dan Abigail pun berdiri dari duduknya. Garry mendekat dan berdiri di sisi sang tuan. Sementara para pelayan bersiaga, namun memilih menjauh.


Bagaimanapun, wanita ini adalah nyonya muda mereka.


“Ah, sejujurnya saya tidak menyangka jika alur kehidupan saya akan seperti ini.” Kyra melangkah mendekati suaminya. “Menikah dengan pria yang memiliki profesi sama dengan saya. Bukankah itu.. em, menarik?”


“Kyra...” tegur Eiden.


“Kenapa, Suamiku? Aku salah, kah?” Kyra tertawa pelan. Ketika jaraknya dengan Eiden semakin menipis, tiba-tiba Garry berdiri menghalangi. “Kamu kenapa, sih? Aku, kan, ingin mendekati suamiku. Kenapa kamu menghalangi?” Kyra bertanya dengan raut polos.


Kini Garry pun menyadari kalau kemampuan Kyra dalam mengendalikan ekspresi jauh di atasnya dan juga majikannya. Perubahan wajah Kyra benar-benar tidak bisa ditebak dan sangat cepat. Itu jelas bisa digunakan untuk mengecoh orang.


Kyra tertawa. “Kalian tenang aja, aku bukan musuh.” Ia menarik kembali auranya dan kembali tersenyum manis. “Siapa pun aku, aku tetap istrimu, Eiden. Nggak mungkin, kan, aku lukai suamiku sendiri?”


Eiden menghela napas. Ia menepuk bahu Garry supaya menyingkir. Kini, sepasang suami-istri itu saling berhadapan. “Kamu siapa, hm?” tanyanya lembut.


Kyra tersenyum lebar. Ini yang dimau. Suaminya yang lembut—hanya padanya. Ia bergerak memeluk Eiden senang. “Aku Kyra, kan? Istrimu.”


Eiden mencium puncak kepala Kyra gemas. “Iya, aku tau. Maksudku, kamu sebagai mafia, siapa? Aku penasaran, sehebat apa istriku.”


Kyra berlagak layaknya putri kerajaan, menyilangkan kaki sembari membungkukkan sedikit badannya—memberi salam perkenalan. “Aku Nona K, ketua mafia Black Rose, pencipta pabrik senjata sekaligus perakit senjata inovasi.”


Sekali lagi, ruangan itu kembali dibuat syok karena fakta yang baru mereka ketahui.


...💫💫💫...


“Aku mau ikut.” Kyra kekeh. Ia mengalungkan tangannya pada lengan Eiden, berharap keinginannya dipenuhi.


Karena semuanya sudah terbongkar, Eiden pun tidak lagi berbohong jika ia hendak ke markas. Namun, tiba-tiba Kyra ingin ikut. Lelaki itu berusaha menjelaskan, namun sang wanita tidak mau mengalah.


“Sudahlah, ajak aja. Toh, istri kamu udah terbiasa sama suasana markas.”


Wow, suara siapa itu?


^^^To be continue...^^^