Cruel Mafia Vs Cool Mafia

Cruel Mafia Vs Cool Mafia
Chapter 13 | Di Mana Suami Anda?



“Acara fashion?” Darren mengulang kata yang menarik perhatiannya. Bola mata hijau anak itu berpendar kala sang mami mengangguk, membenarkan. “Itu acara apaan, Mi?” tanyanya penasaran.


Tiba di rumah, Kyra langsung memintanya berganti pakaian dan mengajaknya makan siang. Lalu berbincang di ruang tamu.


“Em.. mungkin kayak fashion show? Mami juga kurang tau, Sayang. Yang pasti, di sana banyak perempuan yang mirip model-model gitu,” kata Kyra menjelaskan. Bukannya tidak tahu mengenai acara glamor semacam ini. Hanya saja, Kyra terlalu malas untuk menerangkan.


Acara semacam ini pasti dihadiri banyak penjilat—orang yang berusaha merayu atau mendekati pihak lain yang dicap lebih berkuasa demi menaikkan tingkatan status diri sendiri. Akan ada banyak wanita hadir yang saling membanggakan diri mengenai apa yang dimiliki—jika dalam acara itu, tentu fashion yang dipamerkan.


“Apa ada banyak makanan enak di sana, Mi?” Binar di mata Darren berkilauan, menunjukkan pengharapan besar. Menggemaskan sekali.


Kyra tergelak. Di sela tawanya, kepalanya mengangguk. “Pasti banyak, Sayang.”


Darren yang saat ini duduk di sofa mendadak berdiri di atasnya. Ia melompat-lompat sembari bertepuk tangan riang. “Ayo, Mi, kita ke sana! Darren mau makan enak yang banyak!”


Kyra mengulum bibir, menahan tawa yang kembali ingin menyembur. “Cuma karena makanan, Sayang? Mami, kan, bisa buatin.”


Darren menggeleng beberapa kali. “Nanti Mami kecapekan kalo buat banyak. Kalo di sana, kan, Darren bisa makan banyak. Gratis pula.”


Aduh, polos sekali, sih, pemikiran Darren ini. Padahal, Kyra malas sekali ke sana. Namun, mengingat dirinya tidak pernah mengajak Darren ke pesta, makanya Kyra bertanya pada Darren. Di luar dugaan, bocah itu antusias sekali untuk hadir.


Mungkin.. ini saatnya Kyra menampilkan diri sebagai pemilik Kirren’s Boutique. Hitung-hitung menambah relasi.


“Oke, kita berangkat ke sana,” putus Kyra.


Darren bersorak. “Acaranya kapan, Mi?” tanya tak sabar.


Kyra tersenyum lebar. “Malam ini,” jawabnya enteng.


Raut wajah Darren berubah cengo. “Hah?”


...💫💫💫...


Mungkin ini definisi uang bisa melakukan segalanya. Kyra meminta Ameera menyiapkan tuxedo mini untuk putranya dan gaun terbaru keluaran butik hanya dalam beberapa jam. Bahkan, Ameera dipaksa mencari MUA terbaik dalam waktu singkat. Kyra tidak mau merusak citranya dengan memakai pakaian biasa.


Hei, kita ralat sedikit. Gaun yang Kyra pakai tidak semencolok itu, kok.



Em.. iya, kan?


“Mami, Darren udah ganteng belum?”


Kyra memberi kode untuk para MUA yang bertugas meriasnya menyingkir sebentar. Wanita itu berbalik. Senyum di wajahnya mengembang. “Wow..” Ia berdecak kagum.


Darren dengan balutan kemeja putih dan jas hitam begitu menawan di mata Kyra. Alhasil, wanita itu mengacungkan kedua jempolnya, pertanda bahwa penampilan Darren bukan main tampannya.


Bocah itu tersenyum lebar. “Mami belum selesai?”


“Belum, Sayang. Kamu keluar dulu, ya, tunggu Mami di luar sama Uncle Reven.” Darren tidak membantah. Ia berjalan keluar sembari bersenandung ria, bahagia karena berhasil memukau sang mami.


Kyra kembali menghadap cermin rias. “Hm, lanjutkan.”


Tiga MUA yang Kyra panggil khusus untuk mendandaninya melanjutkan pekerjaan masing-masing. Ada yang menata rambut, memoles make up di wajah, terakhir memperbaiki gaun jika ada yang tidak cocok juga menyiapkan aksesoris lainnya.


Sepuluh menit kemudian, ketiga MUA selesai. Mereka benar-benar kagum dengan paras Kyra yang cantik luar biasa—sebenarnya, wanita itu sudah cantik sebelum dipoles. Maka dari itu, Kyra menginginkan polesan natural saja. Yang paling menarik perhatian itu bola mata hijaunya. Menawan sekali.


“Anda cantik sekali, Nyonya,” puji MUA yang bertugas menata rambutnya tadi.


Kyra melenggang keluar kamar. Di ruang tamu, Darren dan Reven yang menunggunya. Suara sepatu heels yang menggema menarik atensi kedua lelaki berbeda usia itu. Mereka seketika bangun dan terpesona.


“Wah, Mami cantik sekali,” takjub Darren yang diangguki Reven.


Kyra tersenyum manis. “Iya dong. Kan, Darren udah ganteng, masa iya Mami jelek? Mami harus cantik biar bisa gandeng Darren nanti.”


Darren terkikik. Ia menarik-narik tangan Reven supaya segera mengantar mereka ke tempat acara. Reven yang masih terpesona sampai berdeham kecil untuk meredakan gugupnya. Jantungnya berdebar keras melihat nonanya berkali-kali lipat cantik malam ini.


“Kau sudah mengatur bodyguard untukku, kan, Reven?” tanya Kyra ketika mereka berada dalam mobil mewah.


Reven yang bertugas menyetir mengangguk. “Sudah, Nona. Anda tidak perlu khawatir karena bodyguard yang saya pilih berasal dari anggota terlatih milik kita,” paparnya.


Kyra mengangguk saja, tidak tahu harus menanggapi seperti apa.


...💫💫💫...


“Mengejutkan! Diberitahukan jika pemilik asli Kirren’s Boutique akan hadir di acara ini, malam ini!” seru para reporter yang meliput acara fashion.


“Seperti apakah rupa pemilik butik terkenal ini?”


“Apa memang secantik yang dirumorkan selama ini? Malam ini, kita akan mengetahuinya!”


Para reporter berlomba-lomba memberitakan pemilik Kirren’s Boutique yang selama ini menyembunyikan diri. Ribuan kamera yang melakukan siaran langsung seolah hanya ingin fokus dengan Kyra saja, tidak dengan pengunjung lain. Namun, sebenarnya para tamu pun tidak kalah penasaran.


Secantik apa, sih, pemilik Kirren’s Boutique?


Sebuah mobil hitam mewah berhenti tepat di ujung karpet merah. Atensi seluruh insan langsung tertarik. Mereka menanti-nanti siapa yang akan turun dari sana.


Dari pintu supir, lelaki berjas turun dan berlari mengitari mobil. Ia membukakan pintu tengah dan mengulurkan tangan.


Seorang wanita dengan dress elegan turun dengan anggun. Para laki-laki kesiap, napas mereka tercekat di tenggorokan. Wanita itu benar-benar seperti dewi yang diturunkan dari kendaraan. Tidak lama, disusul anak laki-laki usia 6 tahun yang tidak kalah tampan. Kacamata hitam bertengger di hidung anak itu.


Salah satu reporter yang berhasil menetralkan diri maju untuk bertanya. “Boleh saya tahu, Anda perwakilan dari mana, Nyonya?” tanyanya sopan.


Kyra mengukir senyum tipis. “Kirren’s Boutique,” jawabnya.


Ribuan flash langsung menyorot wanita itu usai Kyra menyebut nama butiknya. Kameraman juga kadang membidik Darren yang berdiri di samping Kyra.


“Jadi, Anda pemilik asli butik tersebut, Nyonya?” tanya reporter lain yang menyodorkan microphone pada Kyra.


“Iya,” jawab Kyra. Ia mulai menggandeng Darren dan hendak melangkah masuk. Lima bodyguard yang berjaga menghalangi para reporter supaya tidak mengganggu jalan nonanya.


“Apa kami boleh tahu, siapa anak yang Anda bawa, Nyonya?”


Langkah Kyra berhenti. Tatapannya beralih pada Darren yang tersenyum kecil. “Ini putraku.”


Ribuan flash kembali menyala.


“Anak Anda, Nyonya? Itu artinya Anda sudah menikah?”


“Lalu di mana suami Anda, Nyonya? Apa dia tidak ikut bersama Anda?”


Deg!


^^^To be continue...^^^