Blanc Carnations

Blanc Carnations
53. Menunggu



Agha bersiap untuk berangkat kerja dan mengantar Nathan sekolah. Nathan sedari tadi tidak bisa diam, dia jingkrak-jingkrak senang. Karena juga hari ini dia bersama keluarganya akan berenang bersama. Dia tidak sabar ingin cepat-cepat langsung berenang. Nathan selalu bilang ingin membawa atau membeli banyak makanan untuk dibawa kesana sambil menunggu ayahnya menyalakan mobil. Nana menanggapinya dengan mengangguk-angguk. Dia terus berbicara tanpa henti, Nana tidak bisa memotongnya. Nathan terlalu senang. Dan tak lama kemudian suara klakson mobil, menandakan bahwa Agha siap berangkat. Nathan berlari menuju garasi dan masuk kedalam mobil. Lalu Agha mengeluarkan mobilnya dan membuka kaca jendelanya berpamitan pada Nana dengan melambaikan tangannya sambil tersenyum. Begitupun juga dengan Nana. Setelah dia melihat mobil Agha pergi jauh, dia kembali ke rumah. Waktunya untuk membersihkan rumah terlebih dahulu, seperti biasa dan Rafa masih fokus menonton kartun di ruang tengah.


Baru saja Nana menjatuhkan badannya pada sofa, ponsel Nana bergetar. Nama Anan tertera pada layar ponselnya. Dia salah satu rekan kerja Nana juga namun beda divisi. Anan menghubungi Nana untuk berbincang mengenai proposal project yang mereka buat. Ada beberapa yang perlu direvisi katanya karena ada beberapa informasi juga yang diganti. Tapi Anan sudah merevisinya, untungnya juga tidak terlalu banyak yang direvisinya jadi Anan juga tidak terlalu keberatan untuk merevisinya. Dia hanya mengabari saja pada Nana, dan meminta tolong padanya juga untuk mengecek kembali hasil revisi Anan. Siapa tahu juga ada yang kritik dan saran dari Nana. Dia bersyukur kalau Anan sudah merevisinya, dan Nana melihat kalau tidak ada yang kurang baginya. Bahkan ini sudah lebih dari cukup juga, tak perlu lagi ada yang ditambahkan. Semoganya pengajuan mereka di terima. Tim mereka sudah merencanakannya dengan matang, walaupun tadi Anan bilang ada yang perlu direvisi. Tapi hal itu tidak mempengaruhi banyak pada rencana awal yang kami buat. Hanya mungkin mengganti beberapa saja, sisanya sudah tidak ada gangguan lagi. Ah iya, mereka berencana untuk presentasi pekan depan. Semoga saja tidak ada halangan sebelum hari itu tiba, dan juga semoga mendapatkan kabar baik di hari itu juga kalau bisa haha. Tetap berdoa saja. Tidak hanya itu yang mereka bicarakan, Anan bertanya dengan kondisi Nana sekarang. Dia jawab kalau keadaannya sekarang sudah lebih baik daripada sebelumnya. Nana bisa beraktivitas lagi seperti biasa, tapi tetap dia harus beristirahat lagi hari ini. Namun sebenarnya hari ini Nana dan keluarga akan berenang, tapi dia tidak beritahu Anan. Bagaimana yang ada Anan malah melaporkannya pada atasan kan bisa bahaya. Bisa-bisa dia akan terkena sanksi lagi sama seperti sebelumnya. Nana kapok dengan kejadian sebelumnya, bahkan dia tidak ingin mengingatnya lagi.


Disisi lain, Agha seperti biasa mengantarkan Nathan sampai depan gerbang. Sebelum Nathan pergi, dia berkata kalau dirinya akan menunggu Agha pulang. Dia sangat bersemangat sampai berkali-kali dia bilang seperti itu. Diperjalanan menuju sekolah pun Nathan terus mengulangi kalimat itu saking excitednya. Dia bahkan sampai bilang pada gurunya dia akan berenang bersama ayah bundanya juga Rafa. Guru tersenyum senang mendengarnya dan tertawa kecil ketika berpamitan pada Agha. “Tolong jaga Nathan, saya pasti akan menjemputnya. Terima kasih banyak,” ucap Agha pada guru Nathan. Dia mengangguk mengerti lalu pergi meninggalkan Agha.


Mobil Agha pergi meninggalkan tempat itu. Entah kenapa jantungnya terus berdegup tidak beraturan. Mungkin saja dia jadi tidak sabar juga seperti Nathan? Haha tidak biasanya. Padahal waktu dia bermain dengan Nana dan Nathan ke Bandung membuatnya tidak merasa seperti ini. Apa mungkin bisa saja karena hal lain? Entahlah, Agha sendiri tidak tahu. Semoga juga hari ini tidak ada waktu tambahan kerja secara mendadak dan sesuai dengan rencananya.


Waktu luang Nana untuk menunggu janjian dengan Agha sangat banyak. Dia berencana pergi ke minimarket terdekat untuk membeli beberapa cemilan untuk di perjalanan dan beberapa cemilan yang Nathan inginkan. Aslinya permintaan Nathan banyak sekali, tapi Nana membelikannya hanya sedikit, dia juga mencoba untuk mengurangi jajanan Nathan. Karena terkadang sekalinya Nathan ingin membeli cemilan, dia memilihnya dengan banyak. Apalagi sewaktu Nana tidak mengizinkan membeli banyak cemilan, tapi saat pembayaran tiba-tiba cemilan yang Nana tidak diizinkan sudah berada dikasih. Makannya cukup bahaya juga kalau membeli cemilan dengan Nana. Tapi kalau kami pergi bersama Agha, Nathan jarang sekali jajan banyak. Heran banget, Nana berasa kalau bagi Nathan mudah untuk ditipu. Tapi berbeda dengan Agha. Curang banget emang. Nathan bisa begitu karena dirinya sudah mengetahui sifat ayahnya, jadi takut untuk membeli sesuatu yang ayahnya larang padahal dia sangat menginginkannya. Dan dia akan membeli jika Agha memberi izin. Nana harus segalak apa biar Nathan nurut dengannya? Susah banget. Padahal Nana lihat Agha tak pernah memarahi Nathan, tapi dia bisa nurut padanya dibandingkan pada Nana. Namun saat Agha tahu bahwa Nathan memakan es krim, dia malah memarahi Nana bukan Nathan. Dia bilang kenapa Nana tidak menegurnya dan segala macem, rewel banget deh. Biasanya juga dia begitu kalau moodnya lagi ngga baik, tapi kalau lagi baik Agha membiarkannya seperti ke cafe saat itu. Nana belikan es krim bukan hanya untuk Nathan saja sih sebenarnya, dia juga ingin makan es krim sudah lama.


Nana membersihkan roti yang berserakan di lantai dan di atas meja makan. Namun sebelum itu, Nana memindahkan Rafa ke sofa ruang tengah sambil menyalakan televisinya. Berpindah channel menjadi kartun agar dapat mengalihkan perhatiannya. Setelah membereskannya, Nana menyiapkan makan siang untuk dirinya juga Rafa.


Mereka makan di ruang tengah dengan lahap. Nana bersyukur Rafa makannya semakin lahap. Dia sudah tidak perlu lagi produk hasil rekomendasi dokter, Nana akan menggunakannya kalau Rafa sudah tidak ingin makan lagi. Lumayan cukup untuk memancing Rafa jadi bersemangat makan. Semoga seterusnya akan tetap lahap dalam makannya.


Nana segera mencuci piring bekasnya dan Rafa makan, setelah itu Nana bersiap-siap dan mengemas beberapa barang yang diperlukan. Tidak lupa juga memasukan cemilan pada kantong terpisah agar mudah.


-o0o-