
Agha tertawa jahil sambil menggendong Nathan dan membawanya ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Nana menggeleng-geleng melihat sikapnya yang masih kekanak-kanakan.
Untungnya tangisan Rafa berhenti, jadi Nana bisa membereskan ranjang dengan santai. Cukup berantakan jika bekas Agha tertidur, apalagi ini bersama Nathan yang tidurnya tidak bisa diam. Anak sama ayah sama aja. Untungnya Nana tidak memiliki sifat yang seperti ini. Hanya Agha yang memiliki sifaat itu dan pas sekali diturunkan ke Nathan. Tapi kalau melihat mereka tidur bersama, entahlah terlihat sangat lucu.
Disisi lain, Agha memandikan Nathan. Dia terlihat senang bisa bersama ayahnya saat ini, setelah dia menangis ayah tidak pulang. Nathan sendiri jadi lupa dengan kejadiannya kemarin. Dia terlihat asik bisa bermain air dengan ayah, memukul-mukul air membuat ayah jadi terkena cipratannya. Agha seolah-olah merasa kesakitaan saat cipratannya mengenainya, membuat Nathan tertawa terbahak-bahak. Nathan semakin memukul-mukul air. Haha cukup sulit juga kalau anak sudah senang bermain air seperti ini.
Agha perlahan membasuh tubuh Nathan, membersihkannya. Lalu mengeramaskan rambut Nathan dengan rambut Nathan yang dibentuk-bentuk berbagai macam oleh Agha. Agha segera memperlihatkannya kecermin membuat Nathan tertawa. Dia kembali mengubah bentuk rambutnya Nathan seperti band rock yang berdiri-berdiri ke atas, Nathan tetap tertawa melihatnya.
“Halo yang di dalam? Cepet yuk mandinya, itu makanan kasian keburu dingin nanti jadi ngga enak,” ucap Nana dari luar. Agha dan Nathan yang mendengarnya dari dalam sama sama menutup mulut dengan jari telunjuknya.
“Iya sebentar lagi Nathan selesai mandi,” jawab Agha. Agha dan Nathan tertawa. Mereka mungkin mengira kalau tawanya terdengar keras sampai luar, makannya Nana bilang seperti itu. Tapi kenyataannya memang benar sih haha.
Agha segera menyelesaikannya. Toh lama kelamaan bermain air juga tidak baik, bisa adanya penyakit kalau kelamaan. Setelah itu Nathan keluar kamar mandi, dia berlari ke kamar sambil memakai handuknya. Sekarang giliran Agha yang membasuh diri.
Nana kini membantu Nathan untuk memakaikan bajunya. Kalau bersama bunda Nathan akan nurut, tidak banyak tingkah seperti dia pada ayahnya yang selalu saja bercanda. Tidak mengenal tempat dan waktu. Nana sendiri terkadang jadi pusing melihatnya. Merasa seperti mengurus tiga orang anak, bukan dua orang anak lagi.
Setelah semuanya beres, kami segera makan. Menyantap makanan yang telah di buat oleh Nana. Lagi-lagi Nathan makannya lama karena sambil bercanda dengan Agha. Nana tidak bisa bertindak apa-apa lagi kalau Nathan sudah asik sendiri dengan Agha. Yang penting Nathan makannya sampai habis sudah cukup bagi Nana.
Agha dan Nathan segera bersiap untuk pergi ke supermarket. Nathan terlihat sangat senang bisa keluar bersama ayahnya. Sesenang itu Nathan merasa Agha memiliki waktu luang banyak di rumah.
Sebelum mereka pergi dan baru saja keluar dari rumah, ada mama datang kerumah. Dia mengembalikan mobil Agha.
Katanya sudah cukup untuk meminjamnya dan merasa tidak enak juga kelamaan meminjam mobil anaknya. Agha merasa tidak apa-apa kalau memang mama sangat membutuhkan, tapi mama keukeuh lebih baik mengembalikannya.
Mau bagaimanapun beliau tetap mama kandung Agha sendiri. Mama pamit pergi dengan berjalan kaki menuju halte, katanya dia ingin menaiki angkot setelah sekian lamanya.
Terserah apa mau mama, Agha tidak bisa melarangnya. Agha berpesan pada mama untuk tetap berhati-hati. Setelah itu kamipun pergi menuju supermarket.
**
Di supermarket Nathan banyak tingkah sekali, dia tidak bisa diam sewaktu memasuki pintu masuk supermarket. Nathan berlari kesana kemari membuat Nana yang melihatnya sendiri jadi pusing. Siapa lagi kalau yang menangani Nathan adalah Agha. Dia malah makin membuat Nathan semakin berlari seakan-akan mengajaknya bermain. Nana memang benar-benar mengurus tiga orang anak. Pusing banget jadinya. Nana kewalahan untuk memilih beberapa barang yang diperlukan, apalagi dengan tata letak tempatnya. Yang satu orang sibuk mengurusi Nathan berlari kesana kemari, yang satu sibuk mencari letak tempat barang yang ingin Nana beli. Pusing deh pokoknya.
Setelah kurang lebih dua jam lamanya kami di supermarket, akhirnya selesai memilih barang yang diperlukan. Kami sangat kewalahan dengan tingkah Nathan, makannya lama.
Diperjalanan pulang, Nathan tertidur dengan pulas. Terlihat dia sangat kelelahan, pasti setiap kegirangan bermain dia akan selalu seperti itu. Nana meminta Nathan untuk berganti menyetir dengannya, tapi Agha menolak. Dia bilang tidak apa-apa, Agha masih bisa menyetir dan juga tidak terlalu kelelahan. Sudah biasa katanya.
Saat sesampainya di rumah, Agha menggendong Nathan dan menidurkannya di ranjang lalu diapun ikut tidur di samping Nathan dengan pulas. Selama diperjalanan Agha sengaja menahan rasa kantuknya, tidak salah lagi. Hari ini memang sangat melelahkan. Nathan yang senang adanya kehadiran Agha di rumah membuatnya puas untuk bermain. Begitupun sebaliknya, Agha bisa meluangkan waktunya dengan bersenang-senang bersama keluarga selama seharian penuh. Nana juga merasa sangat lelah. Sebelum tidur, Nana menyusui Rafa terlebih dahulu kemudian tidur. Tak terasa rasanya, kami tertidur sangat pulas hingga terbangun diesok hari. Padahal kami tidak mandi terlebih dahulu sebelum tidur saking lelahnya.
**
[D-4 Sebelum Agha Kecelakaan]
Karena kejadian kemarin, kami terlambat bangun. Alhasil Nana dan Agha bangun kesiangan. Nana bisa bangun karena ada cahaya matahari yang masuk di celah gorden ke mata, lalu juga suasananya terasa panas daripada biasanya. Nana sontak terbangun lalu melihat jam dinding, sudah menunjukan pukul tujuh pagi. Nana segera membangunkan Agha dengan kasar, karena Agha sudah sangat terlambat, seharusnya dia berangkat pukul segini. Tapi ini malahan baru bangun.
Agha langsung terbangun dari tidurnya, dia juga ikut terkejut ketika melihat jam. Dia buru-buru membasuh diri, itu juga dipaksa oleh Nana untuk mandi. Jorok banget kalau ngga mandi dulu, soalnya kemarin tidak ada satupun dari kami yang mandi dan langsung tertidur pulang saking capeknya.