
Benar saja, sehabis itu Luke menggelar suatu perayaan besar untuk semua bawahannya. Pemuda itu menyiapkan banyak minuman, obat obatan dan wanita tentu saja. Semua orang menikmati perayaan itu tanpa tau kelompok Aldrich sedang bergerak membalikkan keadaan
" Mereka menggelar pesta jauh dari markasnya, jadi kita bisa menyerang dari sana dan menempatkan beberapa orang disekitar acara " Dave memberikan skema penyerangan mereka kepada semuanya, baik bagaimana langkah pertama dan bagaimana mereka mengambil alih markas pemuda itu
Aldrich melihatnya dengan seksama, sebelum melakukan serangan ini. Pria itu terlebih dahulu menitipkan anak anak dan istrinya ketempat yang aman yaitu dirumah orangtuanya. Alan dan Martha sudah diberitahukan tentang hal ini, mereka segera mengetatkan penjagaan disekitar rumah untuk cucu dan menantunya. Memang sedari awal kediaman keduanya sudah dijaga dengan ketat dan belum pernah ada orang yang bisa lolos dari penjagaannya. Tapi untuk berjaga jaga agar lebih tenang dan aman, Alan mengerahkan banyak orang
" Kita akan melakukannya malam ini, jangan sampai ada orang yang mengacau. Bawa semua senjata yang kalian butuhkan digudang, jangan lupa kenakan pelindung terbaru "
Semuanya sudah setuju dengan gagasan itu dan segera bersiap, begitu juga dengan Aldrich, Dave, Xavier, dan Riel. Keempat pria itu bergegas menyiapkan diri mereka masing masing
Semakin malam semakin meriah pesta yang diadakan oleh pemuda dan anggotanya itu yaitu Luke, pemuda itu bahkan berani tidak menaruh penjaga di markas mereka dan membawa semuanya untuk berpesta. Pemuda ini menganggap lemah dan remeh pada kelompok Aldrich yang dia kira tak akan menyerang markasnya secara pria itu sedang sibuk mengurusi semua kelakuan yang dia perbuat. Pasti Aldrich tak ada waktu untuk menyerang karna selama ini tak ada pergerakan berarti dari musuhnya itu selain sibuk mengurusi semua masalah
" Biarkan saja markas disana kosong, waktunya kita berpesta sampai mabuk!! " dengan lantang pemuda itu berkata sembari mengacungkan botolnya, tak lupa dikelilingi oleh banyak wanita
Tentu saja itu disambut senang oleh para anggotanya yang memang sudah lelah belakangan ini menerima banyak misi, lalu diberikan acara yang meriah penuh dengan minuman dan wanita siapa yang akan menolak? lagipula tak ada yang akan ingat dengan keamanan markas jika sudah senang senang seperti ini, kalau ketua mereka berkata boleh berarti semua akan baik baik saja kan?
Semua orang termasuk para penjaga markas pergi ketempat pesta yang sudah disiapkan, meninggalkan markas penting mereka begitu saja tanpa penjagaan karna sang ketua berkata mereka harus ikut merayakan dan mabuk bersama. Dari hal ini saja kita tau, bahwa pemimpin organisasi ini sungguh menganggap remeh musuh yang sedang dihadapinya. Saking menganggapnya rendah sampai markas mereka saja dibiarkan kosong begitu saja
Xavier dan Dave datang terlebih dahulu ke markas Luke, mereka berdua membawa beberapa anggota untuk berjaga jaga jika saja ada perlawanan dari para penjaga markas. Tapi yang mereka dapatkan adalah sebuah gedung sepi nan kosong yang ditinggalkan oleh semua penghuninya
" Apa kau yakin ini markasnya? " Dave bertanya setelah melihat lihat sekitaran yang sepi, jauh berbeda dari pikirannya yang akan langsung melakukan penyerangan pada penjaga markas sesuai perintah Aldrich
Xavier mengangguk angguk sembari memegang sebuah tab ditangannya, memang pria itu Luca hanya memiliki dua markas saja. Markas utama yang saat ini tempat mereka berada dan satu lagi gudang untuk menyimpan senjata seperti yang sudah dia selidiki
" Mungkin mereka semua pergi ke tempat pesta? bukankah bagus jika keadaan seperti ini? "
Jika dipikir pikir lagi, memang bagus sih membawa semua orang ke pesta. Mereka berdua jadi tak perlu melakukan banyak pekerjaan dan bisa menyimpan tenaga untuk, mungkin bertarung nanti?
" Yasudah, kalian siapkan cairan itu. Pastikan semua tempat tersiram "
Orang orang dibelakang Xavier dan Dave yang sedari tadi diam menunggu perintah mulai bergerak sesuai arahan yang diberikan Dave. Mereka mengambuil drum drum berisikan sebuah cairan yang sangat rentan terbakar dan menyiramkannya ke semua bagian markas ini. Aldrich berencana untuk membakar semua sampai habis tak bersisa, markas itu pasti menyimpan dokumen dokumen penting yang akan ikut rusak didalamnya. Belum lagi barang barang berharga lainnya
" Semua sudah selesai, sir "
Dave memegang pematik api di lengannya, hanya tinggal menunggu waktu sampai pria itu melemparkan api pada markas yang sudah diselimuti cairan
" Dengan ini, kita mulai pembalasannya " Pematik api dilemparkan begitu saja kedepan markas, cairan yang mereka siramkan pada dasarnya memang mudah terbakar jadi wajar saja ketika pematik itu jatuh di salah satu bagian gedung. Dengan cepat api menjalar ke setiap bagian, membakar markas itu dengan cepat dan membuat api yang sangat besar
Disisi lain James dan sikembar juga sedang menyiram cairan yang sama ke gudang tempat penyimpanan organisasi Luke. Disini juga tidak jauh berbeda dengan keadaan markas yang sepi dan ditinggalkan penjaga, tak ada seorangpun anggota yang ditinggalkan untuk menjaga gudang yang menjadi salah satu bagian penting selain markas
" Maksudku, bukankah mereka terlalu bodoh membiarkan ini begitu saja? " Josh yang sedang menyiramkan cairan itu berkata pada kembarannya, selama sejarah dirinya bergabung dengan organisasi seperti ini. Dirinya baru melihat sebuah gudang kosong tanpa penjagaan berbeda dengan gudang mereka yang mempunyai keamanan tingkat tinggi dan banyak penjaga
John juga merasa aneh sebenarnya dan kesal disatu waktu, ntah pemimpin mereka yang terlalu bodoh atau memang mereka menganggap remeh Aldrich dan yang lainnya
" Mereka harus mendapatkan pembalasan yang setimpal "
Bushhhhh
Api menjalar ke setiap bagian gudang, menjadikan gedung itu lautan api merah yang sedang mengamuk membakar semuanya
Tugas awal mereka sudah selesai, gedung dan markas sudah hampir musnah dengan cepat begitu saja. Kali ini yang mereka semua harus lakukan adalah bergabung dengan tim inti dimana ada Aldrich dan Riel yang sedang menunggu dilokasi yang tak jauh dari tempat Luke mengadakan pesta
Xavier sudah memberi sebuah sinyal yang menyatakan mereka berhasil dan sedang menuju ketempat Aldrich berada, begitu juga dengan James yang memberi sinyal telah menyelesaikan semuanya
" Seperti dugaanku, dia pasti membawa semua orang untuk berpesta. Markas dan gudang dibiarkan kosong tanpa penjagaan begitu saja " Aldrich selesai membaca sinyal yang diberikan teman temannya, saat ini ia berada cukup dekat dengan lokasi Luke berada
Riel menggeleng geleng tak percaya, ternyata ada yang lebih bodoh dari dirinya yang suka meninggalkan markas begitu saja " Mereka terlalu meremehkan kita semua, sampai sampai melumpuhkan markas dan gudangnya begitu sangat mudah "
Tak perlu menunggu waktu lama, Xavier, Dave, James dan sikembar datang ke tempat yang sudah direncanakan. Ini semua terbilang cepat dari apa yang sudah direncanakan sedari awal, mereka semua menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan mudah
" Karna semua sudah disini, kita akan bergerak dan mengepung tempat diadakan pesta itu didepan sana. Bekali diri kalian dengan senjata, walaupun mereka mabuk kita tak tau apa yang sudah mereka siapkan " Aldrich memberikan beberapa arahan pada semuanya, dia tak ingin ini berlarut larut dan sebaiknya melakukannya dengan cepat
Pria itu juga menambahkan " Minimalkan melukai orang orang yang tak terlibat, kita fokus untuk membawa Luke dan salah satu bawahannya saja " Target mereka memang hanya si Luke sebagai ketua dan salah satu bawahannya yang menjadi sekertaris pemuda itu
Semua mengangguk mengerti dan mulai berpencar mengepung tempat pesta itu, terlihat juga beberapa orang sudah terbaring mabuk dan tak sadarkan diri. Sedangkan si ketua sedang menikmati pesta ini didalam sebuah tenda di tengah tengah acara berlangsung. Karna semua orang sudah mabuk dan tak sadarkan diri, ini semua semakin membuat kelompok Aldrich mudah melumpuhkan semuanya dan bergerak semau mereka
Tersisa sebuah tenda yang belum mereka datangi, James dan yang lainnya sudah melumpuhkan beberapa orang yang masih sadar. Aldrich, Dave dan Xavier mendekati tenda itu. Mereka semua tau bahwa si pemuda ada didalamnya, senjata sudah siap disisi mereka semua. Dengan siap kapan saja menghunuskan tajamnya peluru mereka
Dave mengacungkan senjatanya terlebih dahulu sebelum membuka pintu tenda, pria itu membuka tenda sekali tarikan lalu mengacungkan senjatanya. Membelakangi ketua mereka yang harus dilindungi, semua orang juga mengacungkan senjata masing masing
Seperti nya mereka terlalu khawatir dengan perlawanan dari si pemuda yang ternyata sudah teler dengan banyak sekali botol kosong bertebaran. Luke dan beberapa bawahannya tak sadarkan, membuat pekerjaan sulit semakin mudah saja karna tak adanya perlawanan berarti
" Bawa dia dan bawahannya ke markas dulu, ingat markas dulu. Kita pikirkan lagi nanti setelah ini, kerja bagus kalian semua "
.