As Long As I Got You

As Long As I Got You
I'm Waiting For You



Akhirnya benar saja, gadis itu terbangun di tengah malam saat semua keluarga sudah pulang hanya tersisa Aldrich saja yang memang menjaga gadis itu. Kedua bayi kembar merekapun nampak tengah tertidur di box yang di letakan tak jauh dari ranjang ibunya


" Haii Al.. " Gadis  itu membuka matanya perlahan saat ini


Aldrich melihat gadisnya yang setelah lama tertidur bangun, ucapan Riel kali ini ternyata benar. Gadis itu terbangun saat tengah malam, pria itu sengaja tak tidur karna ingin menunggu gadisnya


" Aku merindukan mu " bisik pria itu memeluk gadisnya sangat erat. Sesuatu membasahi bahu Airene, Aldrich yang sudah menahan air matanya selama ini akhirnya hancur juga ketika melihat gadisnya bangun


Tubuhnya masih belum bisa bergerak dengan bebas, tangannya saja gemetaran jika ia mengulurkan tangannya. Tapi dengan tekadnya untuk membalas pelukan pria itu, dia bisa melakukannya


" Kau tau seberapa lama aku menunggumu? "


Airene mengelus elus lembut pucuk kepala pria itu " Maaf jika sudah membuatmu menunggu "


" Sebentar " Aldrich melepaskan pelukannya dan berjalan kearah kedua box bayi mereka


Pria itu menyerahkan sebuah buntalan kepada gadisnya, Airene belum bisa menerimanya karna tangannya masih gemetaran hebat maka dari itu akhirnya Aldrich memutuskan untuk menidurkannya di sisi gadisnya saja. Buntalan kedua juga kembali dibawa dan ditidurkan disebelah buntalan yang pertama


" Lihatlah, yang biru adalah sikaka. Yang memakai selimut coklat ini adalah siadik, aku belum memberikan mereka nama "


Iris mata kecoklatakn gadis itu mengeluarkan air mata, senyum kecil terukir di bibir gadis itu. Perasaan senang, terharu, bahagia dan menyesal menyelimuti hatinya. Dia senang karna sudah melahirkan kedua bayinya dengan selamat, terharu melihat keduanya baik baik saja tanpa kurang apapun, bahagia akhirnya bisa melihat kedua bayinya dan menyesal karena tak bisa menemani kedua bayi sejak awal


Aldrich menjelaskan pada dirinya bahwa dia sudah koma selama sebulan setelah berhasil melahirkan anaknya, gadis itu juga mengalami pendarahan yang banyak maka dari itu perlu menerima donor dari kantung darah yang sangat banyak


Bayi mungil itu menggeliat pelan, rambutnya sama seperti dirinya jika sikaka dan di adik lebih mirip dengan ayahnya. Sebetulnya jika dilihat lihat lagi keduanya sangat mirip dengan Aldrich, hanya rambut sikaka saja yang menurun darinya


" Kalau belum kuat jangan memaksakan, biar mereka tidur saja disampingmu "


Dan sepanjang malam itu mereka lewati dengan berbagi kerinduan yang sudah tersimpan dengan lama. Aldrich memberitahukan temannya Riel setelah memberikan kedua bayinya kepada gadis itu. Riel dan dokter Risa yang saat itu tengah berjaga memeriksa kondisi Airene yang sudah baik, hanya perlu menjalani beberapa terapi agar tubuhnya terbiasa kembali untuk beraktivitas setelah koma selama sebulan


Dipagi harinya, seorang perawat datang untuk mengajari gadis itu bagaimana cara menyusui kedua bayinya secara benar karena tentu saja Airene belum mengetahui bagaimana caranya. Sejak pagi, tidak saat dirinya baru terbangun. Dadanya begitu sakit sampai sampai Aldrich berlari memanggil perawat yang sedang berjaga malam saat itu untuk memeriksa keadaan gadisnya


Perawat berkata itu hal wajar bagi ibu baru melahirkan dan menyusui, dadanya terasa sakit dan bengkak karena selama sebulan ini tak menyusui kedua bayinya. Perawat juga menyarankan agar mulai sekarang jika belum kuat untuk menggendong bayinya agar menggunakan cara pompa saja. Dadanya akan semakin sakit jika tidak menyusui


Jadi saat pagi menjelang, seorang perawat yang sudah ditugaskan membantu gadis itu. Tangannya masih gemetar jadi si ayah yaitu Aldrich membantu menopang tubuh anaknya dari belakang, pria itu juga melihat saat pertama kali anaknya menyusu pada ibunya


" Miss bisa menentukan posisi ternyaman bagi anda atau bayi anda, tapi jangan terlalu bawah menggendongnya karna akan menyebabkan sikecil tersedak "


Airene menurutinya dan dengan hati hati mengarahkan sikecil kaka untuk menyusu padanya


" Jika masih terasa sakit dan sikecil belum mau minum, miss bisa memompanya dan menyimpannya di sebuah wadah khusus seperti ini. Lalu di simpan dilemari pendingin " Perawat memperlihatkan sebuah wadah plastik khusus yang aman untuk menyimpan susu setelah di pompa


Memang kebanyakan ibu muda memilih untuk memompa dan menyimpan susunya, sampai saat anaknya ingin minum. Mereka menghangatkannya sebentar lalu memberikannya, cara praktis untuk ibu muda yang mempunyai banyak aktivitas seperti bekerja yang memang tidak bisa membawa bayi mereka. Atau saat mereka berada diluar ruangan dan tidak terdapat ruang ibu menyusui disekitar mereka, ibu ibu muda memilih untuk membawa susu hasil pompanya


" Jika ada kendala atau merasa nyeri pada bagian dada. Anda bisa memberitahukan hal itu pada saya atau perawat yang sedang berjaga miss, giliran si adik yang menyusu " Seorang perawat mengambil sikaka yang sudah kenyang dan kembali tertidur dengan lelap berganti dengan si adik yang dengan tidak sabaran mencari sumber susu ibunya


Airene bertanya, saat dirinya tak sadarkan diri. Bagaimana keduanya bisa minum susu? apakah mereka memakai susu formula atau ibu ganti, hal lumrah sekarang jika seorang ibu berbagi air susunya kepada ibu lainnya. Dan dokter Risa menjawab, jika kedua bayinya diberikan susu formula. Yang awalnya kedua bayi itu menolak hingga memuntahkannya


Susu bayi seorang bayi adalah hal terpenting, menemukan susu yang cocok untuk bayipun tak kalah pentingnya. Jika salah saja memilih, bisa saja berakibat keracunan atau mengalami muntah muntah setelah meminumnya. Ada beberapa bayi juga yang memilik alergi dengan susus formula


Itu dialami oleh kedua bayi Airene, Dokter Risa sampai mengganti merk berkali kali untuk menemukan susu yang pas untuk bayi itu. Sikaka terkadang muntah jika meminum susu formula, siadik juga pencernaannya memburuk. Dan saat mereka menemukan susu formula yang pas, kedua bayi itu meminumnya tanpa berefek apa apa


Saat pertama kali diberikan susu asi ibunyapun, seakan paham dan mengerti. Kedua bayinya dengan lahap meminum sebanyak banyaknya susu asi pemberian ibunya, hingga setelah selesai mereka tertidur kembali dengan pulas setelah bersendawa dibantu oleh perawat


"  Miss bisa mencontoh apa yang di lakukan perawat saat sudah selesai menyusui "


Airene yang tadi melihat seorang perawat wanita menidurkan anaknyapun terkesima, apa ini pekerjaan barunya nanti? mengurus ketiga anaknya seorang diri?


Dokter Risa dan perawat itu undur diri untuk melihat pasien lain setelah Airene mengucapkan terimakasih karena mendapat pelajaran awal mengurus kedua bayinya. Tersisa ia, Aldrich dan kedua bayinya saat ini. Aldrich berkata sikecil Felix akan mengunjunginya setelah pulang dari sekolah, Martha mendaftarkan cucunya disalah satu yayasan miliknya agar aman


" Apa masih sakit? " Aldrich memberikan sebuah pudding untuk gadisnya, Riel menyarankan untuk makan yang lembut terlebih dahulu


Airene menerimanya walau tangannya masih gemetar " Tidak, sudah tidak seperti tadi lagi "


" Aku akan mencari orang yang bisa menemanimu mengurus keduanya, apa kamu setuju? "


Gadis itu menimbang nimbang sebentar, untuk saat ini sepertinya ia membutuhkan seseorang yang bisa membantunya mengurus kedua bayi ini. Apalagi keadaannya yang masih kaku untuk bergerak dan belum bisa melakukan banyak aktivitas, tawaran ini menjadi bahan pertimbangan bagi Airene. Tetapi dia juga takut jika orang yang akan membantu dirinya adalah seorang mata mata atau penghianat yang dikirim musuh


" Tapi, aku takut jika orang itu... "


Aldrich paham akan pemikiran gadis itu, jika orang ada diposisinya pasti mengerti akan hal ini. Dia juga akan berusaha mencari orang yang loyal dan tak berbahaya apalagi seorang mata mata


" Aku akan meminta Riel atau Dave untuk mencarikan seseorang " pria itu mengelus elus pipi gadisnya yang masih tirus. Dia harus lebih banyak lagi memberikan gadisnya makan


" Terimakasih " Airene memberikan senyumnya, dia senang Aldrich memperhatikan dirinya


" Jangan berterimakasih, ini sudah tugasku untuk menjagamu "


" Terimakasih sudah terbangun "


" Jangan sakit lagi "


" Mio Caro "


.