
Airene menatap hasil pemeriksaan rutinnya bersama dokter Risa, ini berarti sekarang kehamilannya sudah memasuki bulan ketiga dan menurut penjelasan dokter Risa. Gadis itu akan memasuki trisemester kedua, perutnya sudah membuncit seperti orang yang hamil 5 bulan lamanya. Riel berkata itu wajar karna ia sedang mengandung anak kembar, berarti didalam gadis itu ada dua calon bayi yang sedang berkembang
Riel menjelaskan kedua calon bayinya sehat, mereka sudah memiliki bobot yang cukup dan kandungannya sudah sedikit kuat. Sejak kehamilan memasuki minggu ke 11, Airene sudah diperbolehkan melakukan aktivitas ringan. Berjalan jalan di sekitar taman untuk membantu menaikan keberhasilan lahiran normal, Airene juga sudah tak memakai kursi roda. Kedua kakinya tidak lemah lagi, asalkan berjalan dengan hati hati
Aldrich membelikan banyak kaos besar, gaun berukuran besar yang tidak akan membuat Airene sesak saat memakainya karna pria itu tak semua pakaian gadisnya sudah tidak muat menahan perut buncit akibat mengandung kedua anaknya
Pekerjaannya sebagai seorang sekertaris pun terpaksa ia lepas dan memberikan seluruh tanggung jawab berkaitan dengan pekerjaannya kepada James sesuai apa yang diinginkan pria itu. Aldrich berkata biar James saja yang menggantikannya, dia tak mau mencari orang baru juga tidak berminat karna sekarang tidak semua orang bisa dipercaya
John membawa seseorang yang diketahui sebagai manager keuangan diperusahaanya kehadapan Aldrich, selama ini orang itulah yang sudah memberitahukan berbagai informasi penting kepada musuhnya dan wanita ular itu. Orang ini juga yang mengelabui para bodyguard dengan membuat id khusus pegawai palsu, pantas saja wanita ular itu dengan leluasa memasuki kantor miliknya
Sejak kejadian ditemukannya penghianat diantara mereka, Xavier selaku penanggung jawab sistem keamanan. Membuat id khusus pegawai dengan sensor mata dan sidik jari mereka, jadi hanya orang yang benar benar memiliki mata dan sidik jari yang sama yang bisa memasuki perusahaan ini. Xavier membuatnya dengan teliti hingga sangat sulit sekali untuk ditiru
" Sehat yahhh " Airene mengelus perut buncitnya, sambil berharap bahwa kedua calon bayinya akan baik baik saja
Matanya menatap pergelangan tangan dimana Aldrich memberikannya semua smartwatch yang bisa digunakan untuk menghubunyi orang orangnya dengan cepat dan bahkan terdapat gps didalamnya. Jadi pria itu tau kemana saja gadisnya pergi, walau selama ini gadis itu hanya keliling liling saja sekitaran rumah. Aldrich belum mengijinkannya keluar
Airene menatap smartwatchnya, pukul 12 siang waktunya menyiapkan makan siang untuk dirinya sendiri. Semua orang dirumah sudah kembali disibukan dengan aktivitas masing masing, Riel sudah mulai kembali fokus kepada rumah sakitnya setelah mengetahui perkembangan Airene yang bagus. Fokusnya jadi tak terbagi lagi. Dave yang memang sedari awal sudah sibuk karna menggantikan posisi sebagai Ceo utama, kembali ketempatnya dengan beban pekerjaan yang sedikit berkurang.
Posisi itu sudah diisi kembali oleh pemilik aslinya, Aldrich kembali berutinitas di kehamilan Airene yang minginjak minggu ke 10. Tepat saat temannya Riel memberitahu perkembangan kedua calon bayinya yang kian membaik, kesehatan gadisnya pun sudah kembali seperti semula. Berat badannya semakin bertambah seiring nafsu makan gadisnya meningkat, sekarang gadis nya sudah bisa meminta makanan makanan aneh dan dijam jam tak terprediksi
Lucu
Aldrich suka ketika gadis itu mengandalkannya, jadi dia tak pernah merasa disusahkan
Yang lainnya sibuk, Xavier juga ikut ikutan karna Aldrich memberikan sebuah jabatan yang dulu sangat sangat tak mau diterimanya. Xavier lebih suka mengurusnya dibalik layar, ia tak suka terekspose seperti Riel atau Dave. Pria itu lebih senang mengerjakan semuanya tanpa ada orang yang tau, tapi sekarang berbeda. Xavier mulai memikirkan kehidupannya, dia harus berubah dan akhirnya menerima jabatan itu setelah sekian lama dibiarkan kosong
Direktur IT dan Akses keamanan seluruh pegawai Callisthenes Corp yang tersebar dihampir seluru negri
Aldrich memberikan sebuah jabatan yang cukup berat namun cocok dengan kemampuan temannya itu, mungkin yaah dia harus merekrut orang untuk membantunya
Kembali ke Airene yang sedang berjalan ke arah dapur belakang, dia ingin memakan ayam panggang dan berencana untuk memasaknya sendiri. Hingga kepala maid menahannya
Sesuai intruksi dari tuan besar mereka, nyonya tidak diperbolehkan memasuki area dapur apalagi memasak. Mereka bisa mendapat hukuman karna tak melarang hal itu
Airene dengan santai mengambil seekor ayam didalam lemari pendingin yang dibeli James kemarin, Airene belum diperbolehkan untuk belanja sendiri dan membiarkan James melakukannya
" Maaf miss " Kegiatan gadis itu terhenti karna melihat kepala maid yang mendekatinya
Gadis itu baru saja membawa ayam untuk di cuci di westafel sampai kepala maid menghentikannya " Ya? ada yang ingin kamu katakan? " Airene bahkan sudah menggelung baju tangan panjangnya
Kepala maid terlihat sedikit sungkan memberitahu gadis itu " Ada yang ingin miss buat? "
Airene mengiyakan dengan anggukan dan menunjuk ayam yang berada diwadah " Aku ingin makan ayam panggang, jadi aku berniat untuk membuatnya " wajah gadis itu tak merasa berdosa
Berbeda dengan para maid yang takut jika tuannya tau apa yang akan dilakukan nyonyanya
" Biar kami saja yang membuatnya miss, silahkan miss menunggunya. Kami akan beritahu jika sudah jadi miss " Kepala maid sedikit menunduk tanda memberi hormat, lalu dia menyuruh maid lain untuk segera membersikan ayam dan sebagian membuat bumbu. Secepat mungkin, mereka tak mau membuat nyonya besarnya menunggu
Airene hanya menatap bingung pada maid yang bergegas kesana kemari membuat makanan keinginannya. Padahal gadis itu ingin membuatnya sendiri, tapi tak diijinkan oleh kepala maid
Yasudahlah
Gadis itu memutuskan untuk melangkah pergi dari area dapur menuju ruang keluarga saja, dia akan menonton sebuah film sembari menunggu makanannya siap. Rumah terasa sepi karna para penghuninya yang sedang keluar menjalani rutinitas masing masing, bahkan sikecil felix saat ini sedang bermain di kebun binatang pribadi milik kedua kakek dan neneknya. Biasanya rumah tak se sepi ini jika ada anak itu
drttt drtttt
" Ya? " Airene mengangkat panggilan dari Aldrich, walaupun tengah sibuk dengan berbagai pekerjaan yang tertunda. Pria itu akan menyempatkan waktu untuk makan bersama gadisnya, baik sarapan, makan siang atau makan malam. Jika bisa, pria itu akan menemaninya
" Sudah jam makan siang, apa kamu sudah makan? sudah minum susu dan obatmu? " pertanyaan yang selalu ditanyakan Aldrich saat tak bersama gadisnya, karna terkadang Airene lupa untuk meminum susu dan obat penguat kandungannya
" Susu sudah tapi obat belum karna belum makan "
" Belum makan? apa maid disana tidak menyiapkan makanan untukmu? " suara nada pria itu sedikit meninggi
Airene tau pasti pria itu salah mengartikannya " Aku ingin ayam panggang dan kepala maid sedang membuatnya "
" Bukan kamu yang membuatnya? " Aldrich sedikit curiga karna gadis itu suka mencuri curi untuk melakukan aktivitas yang dilarang dibelakangnya
" Tadinya, tapi kepala maid menghentikanku jadi mereka sedang membuatnya "
" Bagus, kepala maid melakukan pekerjaannya dengan benar "
Airene mendengus tak suka " Memasak tak akan membuatku lelah dan pingsan asal kau tau "
Suara tawa kecil terdengar dari arah sana " Aku tau, tapi aku tetap tak menyukainya jika kamu melakukan hal itu "
" Terserah mu saja " Sindrom moody ibu hamil mulai keluar dari dalam diri gadis itu
Dari nada bicara, Aldrich menduga bahwa saat ini gadisnya sedang merajuk " Kamu marah? "
" Tidak "
" Aku melakukannya untuk kebaikan kalian "
" Ya "
Airene hanya menjawab singkat sekenanya, gadis itu marah karna Aldrich melarangnya untuk melakukan ini dan itu " Ingin kuberi sesuatu agar marahmu hilang? "
" Tidak " Pria itu sudah memberikan banyak hal yang lebih dari cukup untuk Airene
Gadis itu tak tau apalagi yang akan diberikan Aldrich
" Mau mengunjungi kantorku? "
Seketika gambaran tentang suasana diluar rumah ini terbayang diayang gadis itu, sudah lama sekali rasanya ia tak melihat dunia luar karna Aldrich melarangnya dan sekarang pria itu menawarinya untuk berkunjung ke kantor. Tentu saja Airene akan menerimanya
" Ke kantor? "
" Ya, kemari. Felix akan datang kesini bersama ayah, jadi minta John untuk mengantarmu kesini oke? "
" Benarkah? " Sorot mata gadis itu berbinar binar, akhirnya ia keluar dari rumah ini walau hanya sekedar pergi ke kantor. Asalkan keluar dari rumah ini sesaat tak apa
" Habiskan makan mu terlebih dahulu lalu kemari, jangan lupa membawa obatmu. Mengerti? "
" Ya aku mengerti "
" Baiklah sampai bertemu disini "