
Hari pernikahan yang sudah ditunggu tunggupun tiba, kemarin Martha menyarankan agar keduanya dipisahkan terlebih dahulu sampai acara mulai. Jadi Airene dan anak anak tinggal bersama Martha dan Aldrich tinggal dirumahnya bersama yang lainnya. Sebuah tradisi yang biasanya dilakukan jika pasangan yang akan menikah
Martha duduk dikursi tamu depan sebuah altar, pertama kali acara dimulai dengan kedatangan sang pengantin pria bersama groomsmannya yaitu Riel, Dave dan Xavier. Ketikanya kompak memakai sebuah kemeja putih yang terdapat buka silver disaku kanan bajunya
Setelah pengantin pria sampai dan menunggu didepan altar, tibalah saatnya mereka menunggu sang pengantin wanita datang
" Ayah, terimakasih sudah mau mengantarku sampai kealtar " hubungan kedua menantu dan ayah mertua ini sedikit canggung karena memang keduanya jarang mengobrol satu sama lain. Jika sedang ada acara atau Alan yang menengok dirinya saat dirumah sakit, keduanya hanya saling melontarkan pertanyaan tentang kabar selebihnya lalu diam
Bukan karena Alan membencinya atau apa, memang sudah sifat dasarnya yang pendiam
Jauh dilubuk hatinya, dia juga menyayangi gadis itu sama seperti anaknya
" Sudah menjadi tugasku mengantarmu kesana, terimakasih sudah mau menerima anakku "
Lalu alan mengulurkan lengannya untuk digenggam gadis itu
Suasana mendadak sedikit tegang, Aldrich menunggu dengan cemas di depan altar takut takut gadisnya itu memang benar benar merasak keberatan dengan gaun pilihannya
Sikecil Felix mendapat tugas untuk membawa kotak cincin kedua orang tuanya, dia mengatakan akan melakukannya sendiri tak usah ditemani oleh paman pamannya
" Felix yakin bisa membawanya sendiri? " Dave berkata sembari merapihkan baju yang dikenakan anak itu
Felix mengangguk pasti " Felix bisa paman, felix udah jadi kakak "
Riel dan Xavier melihat reaksi bocah itu tertawa terbahak bahak, ucapan dengan tingkah bocah itu berbanding terbalik. Dia mengatakan bisa tapi mukanya sudah setegang ayahnya
" Mari kita sambut pengantin wanitanya "
Pintu terbuka, musik khas pernikahanpun diputar
Airene berjalan menuju altar bersama Alan ayah mertuanya, gadis itu tersenyum cerah sampai siapapun akan tau arti senyuman bahagia itu. Alan dengan sabar menuntun menantunnya untuk berjalan sampai menuju altar
Gadis itu juga melihat, keluarga, teman teman dan yang lainnya berkumpul untuk menyaksikan pernikahan sekali seumur hidupnya. Tak lupa ia tersenyum ketika melihat sikecil Felix yang sudah didandani dengan stelan jas kecil yang sangat lucu ketika bocah itu kenakan
Langkah gadis itu dan Alan berhenti ketika sudah sampai didepan altar, kini tangannya diberikan kepada pria yang akan mengikatnya dengan janji suci pernikahan
Aldrich menerima lengan gadisnya dan membawanya perlahan naik ke atas altar, pria itu mendekat kearah gadisnya. Memberikan sebuah kecupan dari kening, kedua mata, hidung, pipi dan terakhir bibir ranumnya yang sedari tadi mengalihkan pandangannya. Airene tersipu malu karena melakukannya didepan seluruh tamu, apalagi anak anak mereka melihat itu
" Tenang saja, mereka memakluminya " bisik pria itu kembali ke posisinya
" Bisa kita mulai sekarang? " seorang pendeta sudah hadir ditengah tengah mereka
Airene dan Aldrich mengangguk tanda mengiyakan
" Saya Aldrich Callisthenes mengambil engkau Airene Laura Candelle menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan atau kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan " Aldrich selesai mengucapkan janjinya secara tegas dan lugas dihadapan semua tamu dan gadisnya
" Silahkan giliran pengantin wanita "
" Baiklah, saatnya pemasangan cincin kedua membelai "
Felix berjalan dialtar itu sendirian dengan membawa sebuah kotak ditangannya, anak itu memberanikan diri mengantar kotak cincin kedua orang tuanya. Airene menatap bangga, dia sedikit membungkukan tubuhnya hanya untuk mengecup anak itu
" Terima kasih sayang "
Pendeta menyuruh keduanya untuk memasangkan cincin satu sama lain, diawali oleh Aldrich yang mengambil cincin itu dan memasangnya di jari manis gadisnya. Tak lupa memberikan sebuah kecupan, dilanjutkan oleh Airene yang memasang cincin untuk pria yang saat ini sudah berubah status menjadi suaminya
" Semoga, tuhan selalu menyertai kehidupan kalian "
Upacara pernikahanpun selesai, diakhiri oleh mempelai pria mengecup mempelai wanita
Acara berjalan lancar dan khidmat, semua tamu bertepuk tangan menyelamati keduanya. Martha sudah menangis karena tak kuat menahan air mata harunya, akhirnya anaknya kini memiliki kebahagiannya sendiri. Dia tak perlu khawatir lagi pada kehidupan anak itu, sudah ada Airene yang menjaga Aldrich untuknya
Setelah upacara pernikahan selesai, acara selanjutnya adalah pesta peringatan kedua bayinya yang sudah berumur 2 bulan dan pemberian nama semua tamu berpindah ketempat lainnya untuk melihat kedua calon penerus keluarga callisthenes bersama Felix sang anak sulung
" Mari kita sambut keduanya, silahkan ibu dan ayahnya untuk menggendong salah satu dan berjalan kearah panggung ini " Dave yang menjagi pemandu acara malam ini
Alan dan Martha juga ikut kepanggung, berdiri bersama ketiga cucu cucunya
" Bagaimana perasaan anda malam ini sir Alan? " Dave memberikan mic kepada kepala keluarga Callisthenes terlebih dahulu
Dan Alan menerimanya dengan baik, senyum sedari tadi tak luntur dari wajahnya " Aku sangat senang karen akhirnya acara ini bisa terlaksana dengan baik dan lancar, juga berterimakasih pada kolega kolega yang sudah berkenan untuk hadir diacara penikahan dan penyambutan kedua cucu kami "
" Apakah akan dilanjutkan dengan pengumuman nama mereka? "
Airene dan Aldrich sepakat, keduanya menyerahkan pemilihan nama kepadad ayahnya dan ibu mereka yaitu Alan dan Martha. Keduanya ingin memberikan kesempatan kepada kakek dan nenek agar memberikan sebuah nama yang bisa menjadi sebuah doa bagi anaka anak mereka. Gadis itu malah sangat senang ketika Alan menyanggupinya walau terlihat malu malu padahal hatinya menjerit senang
Martha bahkan berkata ayahnya itu tak tidur beberapa malam hanya untuk menemukan nama yang cocok untuk kedua cucunya
" Apa bisa kita mulai sekarang? " suara riuh tak sabaran dari para tamu yang penasaran dengan nama kedua bayi tampan itu
Alan berjalan kepada Airene yang sedang menggendong si kakak
" Namamu Archer Fairley Callisthenes, semoga kelak kau akan menjadi anak yang bisa membidik dengan baik. Tubuh, hati dan pikiran yang sekerang kayu namun masih ada kelembutan didalamnya. Kudoakan hidupmu selalu dilimpahi kebahagian dan kemakmuran"
Baru anak pertama diumumkan, suara riuh tepuk tangan para tamu sudah terdengar. Nama nama keluarga Callisthenes memang memiliki ciri khasnya sendiri
Lalu dilanjutkan dengan Alan yang berjalan kesamping anaknya yang sedang menggendong si bungsu " Namamu Ardern Farnley Callisthenes, semoga kelak kau akan menjadi anak yang selalu berhasil dan melonjak tinggi ketika melakukan sesuatu. Jadilah anak perkasa sesuai namamu, jadikan dirimu anak yang mengejar cita citanya tanpa takut gagal dan menyerah. Semoga tuhan mengabulkan nama pemberian dariku untukmu, aku berdoa untukmu agar dilimpahi kebahagian dan makmur "
Dave bertepuk tangan diikuti oleh para tamu " Itulah kedua nama anggota baru keluarga Callisthenes, Archer dan Ardern. Semoga nama yang diberikan menjadi doa bagi keduanya, dan doa doa orang tua maupun kakek dan neneknya terkabul "
" Selamat datang keluarga baru Callisthenes
.