
Sesaat sebelum waktu pulang tiba, James memberikan barang yang dipinta oleh atasannya itu setelah selesai menyelipkan penyadap. Jika kalung ini dipakai, atasannya bisa melihat kemana saja perginya pengguna kalung itu. Terkecuali jika kalungnya tak dipakai atau dihancurkan
Aldrich menerima kalung yang ia beli saat di dubai itu
Rencananya ia akan memberikan kalung ini untuk gadisnya dan mungkin menjelaskan sedikit tentang situasi saat ini
Tanpa beralama lama Aldrich pun segera bergegas pulang untuk melihat kedua orang yang dia sayangi
Jam sudah menunjukan sore hari menjelang malam, terlihat dari cahaya dan warna langit mulai menggelap. Airene baru menyelesaikan acara masak memasak untuk makan malam nanti, ia dan sikecil pun sudah mandi dan mengganti baju merek
Tinggal menunggu pemilik rumah tiba pikirnya
Sesuai perintah yang diberikan Aldrich tadi pagi, dia dan sikecil tetap berada dirumah dan bahkan tak menyentuh pintu untuk keluar.
Saat siang memang sikecil mengajak untuk berenang di kolah renang yang ada dihalaman belakang, Tapi Airene menolaknya dan memberikan alasan pada sikecil agar mengerti
Ia hanya menuruti smeuanya tanpa bertanya
Ingin bertanya sebenarnya
Namun ia urungkan niatnya itu, biar Aldrich saja nanti yang menjeleskan tanpa harus ia bertanya
Mungkin ada beberapa hal yang sebaiknya ia tak tahu, dan Airene cukup merengerti akan hal itu walaupun sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Ia tetap diam
Sikecil masih sibuk melanjutkan acara mewarnainya setelah beres mandi
Pintu yang sedari tadi tertutup pun terbuka
Terlihat sang pemilik rumah yang sudah kembali, dan Airene menyambutnya
" Terimakasih untuk kerja keras hari ini " Ujarnya
Aldrich tersenyum kecil melihat gadisnya ternyata menuruti semua perkataannya tadi pagi
" Ya terimakasih untuk menuruti kata kata ku " Aldrich mendekap gadisnya
James dan bodyguard lain ntah kemana, mungkin mereka istirahat terlebih dahulu? atau mengecek keadaan sekitar?
" Dimana Felix? " Karna tumben sekali anak itu tak menyambutnya pulang dengan teriakan seperti biasa
Airene mengangkat tangannya menunjuk ke ruang keluarga " sedari tadi dia masih sibuk dengan buku gambarnya "
Ternyata anaknya itu ada bakat juga, sewaktu kecil tak terlihat jika anaknya itu tertarik dengan seni atau hal hal lainnya. Ia hanya tertarik berbicara dengan boneka bebeknya saja
Memang benar apa yang dikatakan gadisnya tadi, terlihat anaknya sedang sibuk mewarnai dengan krayon yang berhamburan sedikit mengoroti karpet bulu tebal miliknya
" Sayang " Aldrich memanggil anaknya ketika sudah mendekat
Sikecil yang mendengar ayahnya sudah pulang pun langsung berdiri dan mendekap ayahnya
" dadddyyy " teriakan yang tadi ia ceritakan
Sudah biasa bukan jika anaknya itu selalu berteriak? akan terasa aneh jika ia tak menyambutnya dengan teriakan lucunya itu
" Jadi sekarang felix suka mewarnai? Aldrich bertanya sembari melepas jas dan dasinya
Sikecil mengangguk semangat " Ya, tadi felix aja mommy berenang tadi mommynya gamau "
Mungkin ingin sebenarnya, namun Airene menolaknya karna mengingat perkataan yang ia katakan tadi pagi
" Yaudah, felix disini dulu sama mommy. daddy mau mandi dulu "
Waktu makan malam pun tiba, hanya mereka bertiga yang menduduki kursi diruang makan saat ini. Riel sibuk dengan rumah sakitnya jadi dia akan menetap sementara untuk memantau beberapa pasien, James, dan dikembarpun sedang asik menimati waktu istirahat di halaman belakang bersama yang lain
Jadi hanya Aldrich, Airene dan Felix yang sedang menghabiskan makan malamnya
Selesai makan, Aldrich mengajak keduanya untuk duduk menikmati malam diruang keluarga
Airene membawa beberapa cemilan untuk mereka semua karna kali ini mereka sedang menonton animasi kartu terbaru kesukaan sikecil
" Irene "
" Ya? " Airene kembali duduk setelah memberikan sekotak susu pada anaknya
" Ada yang ingin aku berikan padamu "
Aldrich membawa sebuah kotak yang lumayan aga besar kehadapan Airene
" Ahh.. ini apa ssi..r ahh maksudku Al "
Kotak itu terlihat mewah dimatanya, Aldrich pun membuka tutup kotak itu
ia tak menyangka bahwa akan diberi sebuah kalung indah seperti ini
" Aku ingin kau memakainya, jangan sampai kau lepaskan "
Tentu Airene akan memakai pemberian dari Al itu, namun apa maksudnya dengan jangan melepas kalung ini? Apakah Al bermaksud agar dirinya tak pernah melepaskan kalung ini walau dirinya mau mandi?
" Jangan dilepas? "
Aldrich mengangguk sembari mulai memakaikan kalung itu pada gadisnya, kalungnya sangat indah dan tak mungkin mengganggu pemakainya karna permatanya sangat kecil namun memang banyak tapi ringan
" Iya jangan samapai kalung ini lepas dari mu apapun yang terjadi "
Terlihat wajah serius Aldrich yang sedang menatapnya, apa artinya terdapat sesuatu yang berharga dikalung ini hingga ia tak boleh melepaskannya? Apa permata permata indah ini sangat mahal harganya hingga al takut kalau dia melepasnya akan hilang begitu?
Bukan masalah harga atau apa seperti yang sedang dipikirkan gadisnya itu, memang mahal untuk sebuah permata namun ia biasa membelikan permata apapun sebanyak apapun jike Airene menginginkannya
Ia juga bisa memberikan kalung yang lebih mewah dengan bertabur banyak permata namun jika dipakai setiap hari akan membuat gadisnya tak nyaman
" Aku akan memberitahu semua hal yang ingin kamu ketahui, namun tidak sekarang. Tunggu situasi membaik agar aku bisa menjelaskanya padamu "
Airene hanya menatap bingung, memang apa yang terjadi? lalu apa hubungannya kalung ini dengan situasi saat ini?
" Kalung ini sudah aku selipkan gps didalamnya, jika kau ingin tahu alasannya nanti akan ku beritahu. Untuk sekarang cukup memakainya dan jangan pernah kau lepaskan "
" Tapi mengapa? Apa yang sedang terjadi? "
Aldrich membelai pipi gadisnya, ia ingin melindunginya " Untuk sekarang tidak ada, dan ku harap tak akan terjadi. Namun mempersiapkannya bukan hal yang buruk kan? "
Airene masih tak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh atasannya itu, memang sebrutal itukah tindakan yang akan dilakukan para wartawan? apakah para wartawan akan menculiknya untuk dimintai keterangan sesuai keinginan mereka? Hingga atasannya itu harus menyelipkan gps pada dirinya
" Kau percaya padaku? " Kali ini Aldrich mulai memberanikan dirinya untuk bertanya
Terlambat memang jika ingin menanyakan hal ini sekarang, mau gadisnya itu percaya atau tidak. Atau ia ingin pergi dari hidupnya semua itu terlambat sekarang
Musuhnya sudah tau rupa wajah gadisnya, jika gadisnya ingin pergi meninggalkannya pun itu hal yang mustahil karna pasti bahaya akan mengancam nyawanya kapapun dan dimanapun
Untuk sekarang mempercayai dirinya mengurus semuanya adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. Mempercayakan segala sesuatu yang harus dilakukan pada Seorang Aldrich
" Kau percaya padaku atau tidak? "
Tatapan penuh penasaran memenuhi binar binar mata Airene " Maksudmu percaya? percaya tentang apa yang kau inginkan? aku tak mengerti pertanyaanmu "
Kebingungan tengah melanda gadisnya itu, ia pasti bingung karna menghadapi hal yang mungkin akan terus terjadi selama dirinya berada disisi Aldrich
" Percaya padaku untuk mengatasi hal ini "
" Kau bisa bertanya nanti, jika kau sudah percaya pada apapun yang akan aku lakukan terhadapmu "
Apapun yang dilakukan? Aldrich akan melakukan sesuatu yang buruk padanya?
" Segala sesuatu yang akan aku lakukan untuk menjaga mu dan felix "
" Kau tau aku terkadang melakukan hal hal yang berlebihan? seperti menempatkan banyak bodyguard dirumah ini? "
Airene mengangguk paham, ia mengerti alasan tentang hal itu " Kau takut wartawan memaksa masuk rumah bukan? " tanyanya dengan polos
Khas seperti gadisnya memang, ia tak berpikir aneh aneh dan hanya memikirkan tentang apa yang sedang terjadi saja
" Mereka tak akan berani melangkahkan kakinya kemari "
Ada hukum yang mengatur tentang privasi seseorang, dan jika para wartawa itu memaksa. Ia bisa melaporkan dan mengajukan ganti rugi beberapa juta dolar
" Lalu apa alasannya? kenapa "
" Kau percaya padaku? "
Pertanyaan yang sedari terus dilontarkan oleh Al, membuat Airene berpikir. Tak ada salahnya mempercayai atasannya itu, selama bekerja dan tinggal dengannya. Ia juga tidak mendapat perlakuan kasar atau tidak menyenangkan yang didapat selama tinggal disini
" Jika aku mempercayaimu, kau akan menceritakan semuanya? "
Aldrich mengangguk setuju " Jika kau siap, aku akan menceritakan semuanya "
" Jadi kau percaya padaku? "
" Baiklah, aku akan mempercayaimu mulai dari sekarang. Aku tak akan bertanya jika belum saatnya untuk aku tau, itu cukup? "
" Cukup percaya saja padaku "