As Long As I Got You

As Long As I Got You
Too Much



" Jadi dia sudah melahirkan anak pria itu? wahh lihatlah betapa bahagianya seseorang "


" Ya, boss. Mereka memiliki anak kembar "


Luke memandang keluar jendela dengan seringai, pria itu sedang berbahagia sekarang tetapi kenapa kakanya tidak bisa seperti itu juga? itu karna Callisthenes membunuh kakaknya. Jika Luca dan kakak iparnya Bella ada disini sekarang, mungkin juga mereka sedang menunggu kelahiran buah hati sama seperti pria itu


" Apa yang akan kita lakukan sekarang boss? " seorang pemuda bersurai merah sedang berlutut kepada pria dewasa yang tak lain adalah Luke sang ketua mereka


Pria yang dipanggil boss itu masih asik memandang keluar jendela dimana sedang memperhatikan anggotanya bekerja mengirim barang ini dan itu


" Tidak ada, kita harus menunggu waktu yang pas "


" Sampai pria itu mendapatkan balasannya "


\=


Setelah sadar dari koma selama lebih dari satu bulan, keadaannya belum kembali pulih seperti semula. Dia harus di papah untuk berjalan atau bangun dari ranjangnya, begitu juga ketika menyusui. Tangannya masih belum terlalu kuat untuk menahan bobot anaknya itu apalagi mereka ada dua dan gadis itu harus menyusuinya secara bergantian


Memang Aldrich selalu ada dan hampir membantu disegala aktivitas yang mau dilakukan gadisnya, dia yang memapah gadisnya jika ingin turun dari ranjang diruangannya untuk melihat bayi mereka yang tertidur didalam box atau gadis itu ingin membersihkan dirinya. Aldrich juga selalu ada jika jam menyusui telah tiba, dia akan secara otomatis memberikan terlebih dahulu salah satu dari kedua bayinya kepada Airene. Lalu ia berjalan kebelakang tubuh gadis itu untuk menopang anaknya yang sedang menyusu


Kadang Airene merasa diperlakukan secara berlebihan, bukan berarti dia tak merasa bersyukur apalagi senang mendaoat perhatian lebih dari prianya seperti ini. Gadis itu hanya takut membebani Aldrich, karena dirinya yang belum bisa melakukan apapun sendiri. Ntah bagaimana perusahaan pria itu selama ini, apakah dia pergi bekerja atau tidak. Apakah ia istirahat dengan cukup selama dirinya tak sadarkan diri atau tidak


Airene tak mengetahui apapun


Sampai suatu ketika, Aldrich keluar untuk membeli makanan dan ibu dari pria itu datang


" Sayang, jangan berjalan sendirian seperti itu. Bagaimana jika kau terjatuh " Martha baru membuka pintu ruangan menantunya dan malah mendapati gadis itu turun seorang diri berjalan kearah dua box bayinya


Airene yang terkejut karena tak menyangka ibu mertuanya akan datang lagi, saat ia baru membuka mata. Dipagi hari semua keluarga dan teman teman berkumpul diruangannya, terutama Martha. Seperti saat dia mengandung sikembar, ibu mertuanyapun kali ini membawa berbagai macam makanan penambah stamina untuknya. Martha terkadang membawa itu sendiri kerumah sakit atau menitipkannya kepada sekertaris sang suami


Sepertinya hari ini dia memilih untuk mengantarnya sendiri


" Jangan berjalan sendirian seperti ini, lihat kakimu masih gemetar seperti itu. Ayo duduk, ibu bawakan makanan kesukaanmu " Martha menggandeng lengan gadis itu untuk duduk di sofa


Dengan telaten, Martha menyiapkan banyak makanan yang sudah dia masak pagi ini dirumah. Felix sedang bersekolah diantar oleh kakeknya, setelah itu baru Alan berkata akan menyusul melihat cucu yang lainnya kemari


" Tidak ibu, aku baik baik saja sungguh " ya dirinya hanya ingin sedikit berjalan jalan karena bosan terus menerus berada didalam ruangan ini. Walau Aldrich sudah menyiapkan ruangan besar yang di desain khusus sesuai permintaannya dengan segala fasilitas yang ada. Tetap saja itu tak mengurangi rasa bosan yang dirasakan gadisnya


Martha menyiapkan alat makan untuk gadis itu, dia sudah memasak ikan bumbu yang bagus untuk kesehatan ibu menyusui. Lalu beberapa sayuran yang membantu memperlancar asi gadis itu " Ayo makanlah, sebelum sikembar bangun dan meminta susu hihihi " Wanita itu sedikit tertawa, dia juga ingat bagaimana rasanya dulu menjadi seorang ibu menyusui


" Ibu tidak ikut makan bersamaku? "


Wanita itu menggelengkan kepala, dia hanya ingin menatap menantunya makan karena itu hari ini dia sendiri yang mengantarkan makanan kemari " Tidak, ibu sudah makan dirumah bersama Felix. Ayo ibu temani saja kamu makan "


Gadis itu melihat banyak sekali makanan yang sudah disiapkan oleh ibu mertuanya, malah terkesan sangat banyak untuk dimakan oleh dirinya seorang. Airene mengambil beberapa potong ikan dan memisahkan daging dari duri durinya, martha menatap senang karena sekarang gadis itu tidak mual lagi jika memakan ikan berbeda saat gadis itu hamil dan menolak semua makanan berbahan dasar ikan


Martha menyiapkan teh dan cemilan untuk dirinya dan gadis itu


" Habiskan, ibu akan membawakan menu baru besok untukmu "


Airene merasa tak enak, dia takut malah ibu mertuanya jatuh sakit karena kecapean mengurus dirinya " Jangan, ibu bisa sakit karena kelelah jika memasak sebanyak ini "


" Tidak ibu tidak akan sakit, ini pekerjaan yang mudah "


" Tapi bu "


Wanita itu tentu tau apa maksud dari menantunya, tapi dia senang ketika memasak untuk gadis itu. Bagaimana jika sudah begini? " Jika lelah nanti ibu akan berhenti, tetapi untuk sekarang jangan larang ibu memasak untukmu yaah? " Senyum khas keibuan menghiasi wajahnya


" Omong omong kemana anak itu? " Yang dimaksud anak itu adalah Aldrich anaknya, dia tak melihat keberadaan anak itu saat memasuki ruangan ini. Apa anak itu sudah mulai bekerja kembali?


" ahh.. Aldrich tadi keluar untuk membeli makanan bu, aku tidak tau jika ibu akan kesini "


Martha mengangguk ngangguk, anaknya itu sudah tenang untuk meninggalkan gadisnya sendiri didalam ruangan ini karena di luar ruangan sudah terdapat beberapa bodyguard yang dikerahkan oleh Alan suaminya sendiri untuk menjaga kedua cucu kembarnya beserta gadis ini


" Tidak apa, salah ibu karena tidak mengabari terlebih dahulu jika akan kesini "


" Aldrich hanya membeli susu dan pudding saja bu, katanya jika makanan berat itu akan disiapkan oleh kepala maid katanya seperti itu. Tapi aku tidak tau juga " Airene mengabiskan satu ikan penuh seorang diri, sekarang ia beralih untuk memakan salmon panggang yang terlihat sangat menggiurkan itu


Martha mengikuti arah pandang gadis itu dan secara naluriah menaruh ikan salmon panggang buatan dirinya ke piring gadis itu yang sudah kosong


" Ayo makan yang banyak, ibu akan membuatkannya lagi lain kali "


Gadis itu mengangkat sendok dan garpunya untuk segera menyantap ikan salmon panggang itu, benar saja sesuai dugaanya. Bukan hanya tampilan ikan itu yang menggoda, tetapi memang rasanya juga enak sesuai apa yang sudah gadis itu pikirkan


" Ibu, bagaimana bisa memasak seenak ini. Rasanya sunggu enak, pas dengan seleraku "


Airene tak berhenti untuk memakan ikan itu sampai 3 potong habis oleh dirinya


Martha tersenyum senang melihat nafsu makan gadis itu sudah kembali seperti semula, dia jadi bersemangat untuk membuat masakan masakan lainnya untuk Airene


" hihihi... Tidak, masakanmu juga enak sayang. Mungkin karena jam terbang kita berbeda jauh?"


hahaahha


Keduanya tertawa


" Tentu saja masakanku lebih enak, ibu menghabiskan separuh umur ini untuk memasak "


" Yang diharapkan dari nyonya Callisthenes " Airene dan Martha kembali tertawa, hubungan keduanya menjadi mertua dan menantu nampak berjalan dengan baik


" Kau juga akan menjadi bagian dari nama ini, tapi kau sudah menjadi bagian dari keluarga kami sejak dulu " Martha menuangkan secangkir teh untuk gadis itu


Matanya menatap gadis itu tanpa berhenti


" Terimakasih sudah berjuang untuk kedua cucuku "


Airene tersipu malu, bagaimana dia harus bersikap didepan mertuanya ini


" Itu karena berkat ibu dan semua yang terus mendoakanku, terimakasih ibu sudah menjaga sikecil Felix untukku saat aku tak sadarkan diri "


Ya mereka saling membantu satu sama lain selama ini


" Aku lebih berterimakasih karena kau, sudah menyadarkan anakku dan memberikannya kebahagian sebanyak ini. Aku sangat sedih ketika melihatnya menggenggam tanganmu yang tak sadarkan diri diruangan yang sangat dingin seperti ini " martha memang melihat anaknya yang seakan kehilangan harapan hidup ketika mengetahui Airene jatuh koma


Seakan mendapat kesempatan untuk bertanya, Airene mulai menanyakan perihal hal yang membuatnya penasaran selama ini


" Apa dia menjagaku seorang diri bu? "


Martha mengangguk


" Bahkan seorang perawat yang akan masukpun harus izin kepadanya, dia menjagamu seorang diri. Tak tertidur berhari hari dengan harapan kau akan bangun secepatnya "


.