As Long As I Got You

As Long As I Got You
Are We Gonna Married?



Setelah kedua orangtua pulang karena mendapat jawaban aga ambigu, Aldrich memberanikan diri sekarang untuk bertanya kepada gadisnya. Sikembar juga belum mendapatkan pesta penyambutan dan nama, apa Airene akan bersedia atau tidak dia tak tau


" Jadi, tentang yang ayah tanyakan "


" Apa kau mau menikah denganku? "


Pria itu menatap dalam gadisnya, dia sudah pernah melamar Airene memang. Lebih baik lagi ketika dia menanyakan lagi keikut sertaan gadisnya itu. Aldrich takut jika Airene ingin menunda acara ini atau malah tak merasa yakin dengan diriny. Itu bahaya, sangat


Airene menatap pria yang ada disampingnya, sikembar sudah lahir sekarang. Kondisinya dan sikembar juga sudah baik baik saja, walau mungkin belum bisa berdiri dengan tegak. Sisanya semua baik baik saja


Apakah dia harus menikah? menerima lamaran dari pria itu sudah, melahirkan anaknya juga sudah. Lalu apalagi?


Martha dan Alan ingin meresmikan hubungan mereka dengan ikatan suci janji pernikahan, mereka juga ingin mengadakan acara penyambutan seperti yang sudah direncanakan. Semua acara bisa selesai jika gadis itu sudah berkata Ya


" Jika kamu belum siap, dan ingin menundanya tak apa. Kita bisa menggelas acara penyambutan sikembar saja " Perasaan pria itu campur aduk, dia ingin gadis itu berkata ya. Namun juga tak mau untuk memaksa dan menekan Airene. Dia akan menerima semua jawaban gadis itu


" Menurutmu apa aku tak mau? " Airene membawa lengan pria itu untuk digenggam


Pandangan keduanya bertemu satu sama lain, mereka sudah melewati banyak masalah bersama. Melewati orang orang yang tak senang mereka bersatupun sudah, hingga keduanya mempunyai sikember. Apa lagi yang harus dilakukan selain menikah?


Biar takdir yang ditulis oleh tuhan mengiringi setiap langkah mereka berdua


Airene dan Aldrich sama sama berdoa untuk kebahagian mereka kali ini


Setelah gadis itu menyetujuinya, Alan dan Aldrich langsung menyiapkan sebuah acara mewah disalah satu hotel milik ayahnya. Aldrich juga sudah membagikan undangan kepada kolega kolega dan teman teman yang akan menghadiri acara yang dibuatnya


Dave, Riel dan Xavier memiliki tugas sebagai Groomsman


Lalu kepala maid dan maid khusus gadis itu menjadi Bridesmaid nya


Semua orang sibuk mengurus acara megah yang akan berlangsung tak lama lagi itu, Martha dengan teliti memilih chef yang akan menyediakan makanan diacara anaknya nanti. Lalu Alan mengerahkan seluruh anggotanya untuk menjaga di sekitaran gedung acara, Xavier yang menjadi Groomsman pun tak luput mendapatkan tugas mengintai setiap tamu yang datang


Aldrich mendesain kartu undangan yang memiliki sebuah chip khusus didalamnya, hanya orang orang yang membawa undangan asli itu yang bisa masuk kedalam gedung. Mereka menghindari adanya tamu palsu yang menyelinap kedalam acara nanti


" Apa aku harus memakai gaun ini? " melihat pantulan dirinya di cermin kamar, wajahnya murah dan bibirnya tertekuk. Dia harus memakai gaun sebagus ini tapi tak boleh berjalan kecuali saat menuju altar? lalu untuk apa dia memakainya


" Boleh kulihat sayang? " suara Aldrich terdengar dari luar kamar, dia malah bersemangat untuk melihat gadisnya mengenakan gaun yang khusus dia buat untuk Airene


Mereka berencana untuk menggelar upacara pernikahan sekaligus acara peringatan kelahiran sikecil dihari yang sama, minggu depan tepatnya. Semua sudah sepakat dan menentukan hari nya, Alan sang ayah mertuapun memberitahu bahwa gedung dan yang lainnya sudah selesai diurus, Martha pun mengatakan hal yang sama wanita itu sudah menyiapkan chef chef terbaik dengan makanan yang terbaik dan mereka bisa dipercaya.


Tinggal tersisa pengantin yang harus fitting baju untuk terakhir kalinya sebelum acara


" Gaun ini sangat berat Aldrich " gadis itu membuka pintu kamarnya, memperlihatkan ia yang sudah memakai gaun pemberian prianya itu


Namun dia tak suka, gaun ini terlalu tertutup dan berat. Aldrich berkata dia tak mau menunjukkan sedikitpun lekuk tubuhnya, lalu kenapa gaun ini berat. Itu karena gaun ini memiliki kain yang berlapis lapis belum termasuk kristal kristal indah yang menghiasi seluruh permukaan gaun ini


" Kenapa? kamu sangat cantik memakainya sayang " Airene memutar bola matanya malas mendengar ucapan pria itu


" Aku akan susah berjalan nanti jika gaunnya seberat ini, apalagi kakiku masih gemetaran " kesal gadis itu kembali menatap cermin, sebelumnya dia memakai gaun yang berbeda dari ini. Gaun dengan potongan rendah memperlihatkan punggung indahnya jika memakainya nanti, ntah kenapa gaunnya tiba tiba berubah dengan gaun tertutup berwarna silver sesuai tema


" Ayah akan membantumu nanti " Alan menjadi pengantar gadis itu kealtar karena Airene adalah seorang yatim piatu


" Aku ingin memakai gaun yang kemarin saja Aldrich " masih kukuh dengan protesnya


Kenapa pria itu tiba tiba mengganti desain baju pengantinnya? itu karena ia melihat ketika gadisnya memakai gaun itu saat fitting mereka yang pertama. Gaun yang sangat indah, bertaburan dengan permata permata kecil cocok sekali dipakai oleh gadisnya. Ketika dia menyadari bahwa punggung Airene terekspose, jiwanya langsung menolak jika nanti gadisnya akan memakai ini dipernikahan mereka. Hanya dia yang boleh melihat gadis itu


" Tidak sayang, kita sudah tak ada waktu untuk mengganti gaunmu. Pakai saja yahh? percayalah itu sangat cocok ditubuhmu " Aldrich mencari sebuah desainer yang bisa mengerjakan gaun ini secara cepat, dia yang mengubah gaunnya itu berarti dia harus mencari desainer lain yang sanggup mengerjakan sebuah gaun pernikahan hanya dalam waktu kurang dari 2 minggu


Tak sia sia rasanya membayar mahal untuk sebuah gaun pernikahan ini


Aldrich puas dengan hasilnya


" ishhh.. Kenapa kamu tak mau mendengarku sih? "


" Kamu hanya berjalan saat kealtar saja, tolong tahan sedikit mhh? " Pria itu berbisik di telinga gadisnya untuk melanjutkan ucapannya " Aku tak suka milikku dilihat oleh orang lain "


blushhhh


Gadis itu merinding ketika merasakan hembusan nafas panas dibahunya


" Tapi tetap saja Al, aku tak mau " hampir putus asa karena prianya sedari tadi tidak mendengar pendapatnya


" Tidak, aku tak mau mengambil resiko untuk mencari desainer baru dalam waktu dekat ini. Hanya sebentar saat pengucapan janji lalu kita duduk di tempat yang sudah disediakan, kamu tak akan merasa berat lagi kan? " dengan suara tegas pria itu menjawabnya, keputusan sudah final Aldrich tak mau mengambil resiko hingga pernikahannya harus diundur


Airene memejamkan matanya dan melepaskan pelukan dari pria itu dari dirinya


" Menyebalkan "


Aldrich yang mendengar ucapan gadis itu hanya tersenyum, ternyata mood ibu hamilnya masih terbawa walaupun sikembar sudah dilahirkan


" Ya aku mencintaimu "


" Ku bilang kau menyebalkan "


" Tapi aku mencintaimu "


Wajah gadisnya yang sudah memerah karena marah kembali semakin memerah karena digoda oleh Aldrich, habis ini pasti Airene akan semakin marah kepadanya


" Berhenti menggodaku Al "


" Memang aku menggoda apa? "


Kesabaran Airene mulai terkuras habis menghadapi tingkah pria ini " Kau menggodaku sedari tadi! keluar sana. Aku ingin berganti pakaian " gadis itu mencoba mengusir sipemilik kamar


" Jadi? "


Gadis itu mendelik karena Aldrich tetap diam duduk di sisi ranjang mereka


" Jadi apa? "


" Kau akan memakainya kan? "


Hembusan nafas berat akhirnya keluar dari gadis itu, dia sudah. Sudah sangat bersabar sekali sedari tadi menghadapi pria itu


" Lalu jika aku tak mau? aku akan memakai piayama saat upacara nanti? sudah jelas aku tak punya pilihan lain dan akan memakainya "


Sepertinya dia sudah menggoda gadisnya terlalu banyak sampai dia marah hihihi


" Aku mencintaimu "


" Aku tau " dengan acuh Airene membenarkan letak gaunnya


" Aku mencintaimu Irene "


" Iya aku tau "


" Aku mencintaimu Irenee " suaranya kali ini lebih keras


" Astaga Aldrich, iya iya aku juga mencintaimu! Sekarang keluar! "


Aldrich terusir dari kamarnya karena terus menggoda gadisnya, kata kata yang sudah sangat sulit sekali diucapkan. Sekarang bahkan dia tak malu malu lagi mengucapkan kata itu sebanyak yang dia mau, tentu saja hanya kepada gadisnya. Hanya kepada Irene dia akan mengatakannya


.