
" Jadi mereka kembali lagi kesini? apa terjadi sesuatu? " Airene yang sudah selesai menyusui kedua anaknya bertanya ketika Aldrich melangkah masuk kedalam kamar mereka
Sejak kejadian itu, Dave, Riel dan Xavier kembali pada rutinitasnya masing masing dan lebih memilih tinggal diapartmen yang dekat dengan perusahaan. Ketika gadis itu mendengar bahwa ketiganya kembali kesini dengan membawa koper mereka, Airene jadi berpikir yang tidak tidak. Gadis itu masih trauma dengan apa yang terjadi pada mereka semua waktu itu
Jika ada sesuatu biasanya mereka berkumpul disatu tempat seperti ini
Aldrich ikut duduk disamping Airene dan kedua anaknya yang sedang tiduran di atas ranjang
" Tidak, tidak ada yang terjadi. Mereka hanya ingin menghabiskan waktu dengan keponakan kembarnya " pria itu mencari alasan lain agar gadisnya tak terlibat didalam rencana ini
" Hanya untuk sikembar? "
Aldrich mengelus pipi gadisnya dan tersenyum hangat " Iya hanya untuk mereka, bukannya bagus? nanti kamu bisa menitipkan sikembar pada mereka "
Mhhh Airene berpikir sebentar, jika menitipkannya pada Riel yang notabenenya adalah seorang dokter yang sudah membantunya melahirkan pria itu juga yang menggendong anaknya pertama kali. Jadi Airene cukup yakin menitipkan sikembar pada pria itu, Kalau Dave. Si pria ceria dan riang itu juga bisa berhadapan dengan anak kecil dengan baik, pria itu bisa mengurus dan membuat anak anaknya nyaman walau baru digendong olehnya pertama kali
Lalu terakhir, Xavier. Pria misterius nan pendiam itu belum pernah menggendong sikembar, dia hanya datang untuk menjenguk memberikan mainan lalu melihat Archer dan Ardern dari jauh. Dave pernah meminta pria itu untuk menggendong salah satu dari sikembar, tapi Xavier menolak karena takut salah dan malah melukai mereka
Dari semua pemikiran yang ada di dalam kepala gadis itu, Airene mencium sesuatu yang mencurigakan pada mereka berempat. Pasti mereka sedang merencanakan sesuatu dan merahasiakan itu dari dirinya, Tapi Airene memilih diam seperti biasa sampai salah satu dari mereka yang membuka mulut sendiri
tokkk....tokkkk....
Suara ketukan pintu menghentikan Airene yang sedang berpikir dan Aldrich yang sedang bermain dengan kedua anaknya
" Apa aku boleh mengambil sikembar? " Suara Riel terdengar dari luar pintu kamar, niatnya sejak awal memang bermain dengan ketiga keponakannya. Mumpung sedang cuti dari pekerjaannya sebagai dokter dirumah sakit, dia akan menghabiskan semua waktunya bersama ketiga bocah itu
Aldrich mendelik tak suka, dia juga ingin bermain dengan anak anaknya " Mengganggu saja "
Sang istri hanya terkikik tertawa melihat ekspresi suaminya yang seakan ingin memangsa siapa saja yang dengan berani mengganggunya " Biarkan saja, kan masih bisa nanti " Airene mencoba menenangkan Aldrich, pria itu memang terlihat posesif jika ada orang yang mau bermain dengan sikembar walaupun itu pada orantua Aldrich atau ketiga temannya
klikkk
Aldrich membuka pintu kamar, membiarkan Riel dan Dave masuk kekamarnya untuk mengambil sikembar " Apa kondisimu sudah baik baik saja? " Dave bertanya ketika pandangannya melihat sosok Airene di sisi ranjang
Memang luka pasca operasinya sudah sembuh, berat badan gadis itu juga perlahan naik dengan signifikan karena sedang menyusui jadi nafsu makannya bertambah dua kali lipat. Yang dikeluhkan gadis itu hanya kaki dan tangannya terkadang gemetar secara tiba tiba, pernah itu terjadi saat ia sedang menggendong Archer kebawah. Airene langsung berteriak dan Josh yang ada saat itu langsung menghampiri gadis itu yang memberikan Archer padanya
Tangannya gemetar hebat, dia takut bisa saja menjatuhkan bayi itu
" Gemetar ini sedikit menggangu dan menakutkan "
Mengurus ketiga anak dan seorang suami memang tidak mudah, Airene selalu berusaha menjadi istri dan ibu yang baik untuk mereka. Walau lelah dan belum tertidurpun dia masih mengurusi mereka dengan sabar dan telaten tanpa mengeluh. Gadis itu terlalu memaksakan dirinya memang
" Maaf kami belum bisa menemukan orang yang pas untuk membantumu mengurus sikembar " Pelamar memang banyak, kandidat juga banyak. Yang jadi masalah adalah Aldrich dan Riel menerapkan standar yang lumayan tinggi, jadi kandidat yang sudah terpilih di tolak dengan alasan beragam
" Ah.. Maaf jadi merepotkan kalian yaa "
Riel langsung menggelengkan kepalanya, Airene adalah gadis baik yang tidak suka membuat orang lain kerepotan karena dirinya. Salah satu sifat yang dimiliki gadis itu, sampai Riel berpikir gadis itu terlalu baik untuk temannya yaitu Aldrich yang mempunyai banyak sifat bertolak belakang dengan yang dimiliki Airene. Tadinya dia ingin mengungkapkan pemikirannya pada Aldrich tapi semua itu dia urungkan karena masih sayang dengan nyawanya dan masih ingin hidup sedikit lebih lama lagi
Setelah puas bermain dengan sikembar dan sikecil Felix yang baru pulang sekolah, Dave dan Riel mengembalikan Archer dan Ardern kepada ibunya lagi yaitu Airene. Keduanya sudah meminta jatah susu dan akan tidur karena sudah lelah sedari tadi diajak main oleh paman pamannya
" Aku keruang kerja dulu sebentar oke " Aldrich meninggalkan gadisnya dan kedua anaknya didalam kamar, sebelum meninggalakannya. Pria itu sempatkan untuk mengecup kening gadisnya lalu pergi
Yang lain sudah siap didalam ruangan itu membawa hasil rencana kemarin
" Jadi bisa dimulai? " Langkah tegas kaki jenjangnya memasuki ruangan langsung menuju kursi kebesarannya seperti biasa
Dave mengeluarkan sebuah tablet " Aku sudah mencari tempat yang bagus dan pas untuk dijadikan markas utama yang baru, aku juga mendapatkan gudang baru yang letaknya sangat aman didalam hutan " pria itu memberikan gambar gedung, letak dan jalanan sekitar tempat markas baru
Aldrich menerimanya, dibantu dengan Xavier yang menunjukan letak tempat itu secara langsung melalui hologram " Aku juga sudah melakukan pemeriksaan pada daerah sekitar, ada sebuah pabrik kayu memang ditempat itu. Mereka mau bekerja sama dengan kita untuk berkamuflase dan mereka juga sepakat tentang wilayah. Jadi tak akan ada malasah jika kita memilih lokasi ini untuk markas utama " Xavier sudah melakukan riset sindiri memang sedari awal saat Dave menemukan tempatnya
" Untuk gudang baru, apa ini tak terlalu jauh? atau kita yang harus menyiapkan sebuah helipad untuk akomodasi? " Riel sedang mengotak atik hologram
Aldrich juga setuju dengan pemikiran sidokter " Tapi bukankah lebih bagus? tersembunyi dan jauh dari pemukiman, kita bisa bebas melakukan apa saja disana. Untuk masalah helipad itu gampang, aku akan meminta ayah menyiapkannya " sianak tunggal kaya raya, meminta satu buah helipad adalah hal mudah baginya. Alan pasti akan mewujudkan keinginannya
" Jadi semua setuju? aku akan melanjutkannya kalau semua sudah setuju " Dave senang karena menemukan tempat yang pas dan langsung disetujui oleh yang lainnya. Pria itu sudah pergi kesana kemari hanya untuk mencari sebuah tempat yang pas untuk mereka
Riel mengacungkan tangannya lebih dulu " Aku setuju "
" Ya lebih baik jika kita memilih tempat ini " Xavier juga mengangkat satu lengannya tanda setuju, pada dasarnya memang sedari awal pria itu tak suka dengan letak gudang dan markas utama yang sangat dekat dengan pemukiman atau properti milik orang lain sehingga mereka jadi harus sembunyi sembunyi
" Aku setuju, kau menemukan tempat yang bagus dude " Aldrich menyemangati usaha dari Dave
" Baiklah, aku akan melakukan pembangunan besok. Ada beberapa ruang dan hal yang harus kita perbarui, juga tolong berikan aku Josh dan John. Mereka harus menunggu markas itu sampai jadi "
.